Jumat, 04 April 2014

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Kaki sering Kesemutan, Berbahayakah?

Posted: 04 Apr 2014 05:00 AM PDT

Dokter Sehat – Kesemutan merupakan fenomena umum yang sering terjadi pada tubuh manusia, pada umumnya yang sering mengalami kesemutan adalah kaki. Fenomena kesemutan terjadi karena posisi duduk atau tidur terlalu lama pada posisi yang tidak berubah, hal ini menyebabkan terganggunya system saraf sensorik yang kemudian menyebabkan salah satu organ tubuh seperti mati rasa.

Pada dasarnya kesemutan bukan merupakan penyakit, namun terkadang malah penyakit yang membuat system saraf sensorik terganggu dan menyebabkan kesemutan. Berbahaya atau tidak kesemutan tergantung penyebabnya, jika karena posisi duduk atau tidur yang salah dalam waktu lama bisa jadi itu gejala alami, namun jika desebabkan oleh suatu penyakit atau merupakan gejala dari suatu penyakit tentunya hal ini perlu anda waspadai.

Istilah medis untuk kesemutan adalah parestesia, pada umumnya kesemutan disebabkan oleh tekanan pada saraf. Ketika sistem persarafan berjalan lancar, arus listrik kecil mengalir di sepanjang jaringan saraf di lengan dan kaki, tulang belakang dan otak. Tetapi jika ada tekanan terus- menerus pada saraf, arus ini terhambat dan menyebabkan sensasi kesemutan. Kondisi ini terjadi misalnya ketika Anda jongkok atau bersila dalam waktu lama. Ketika Anda berdiri, tekanan pada saraf-saraf kaki dilepaskan dan arus persarafan kembali normal, maka kesemutan pun berangsur menghilang.

Kesemutan yang berlangsung lama atau sering (kronis) adalah hal yang berbeda karena dapat mengindikasikan gangguan saraf yang lebih permanen. Kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan kronis antara lain :

1.Diabetes
Diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil yang memasok saraf di jari tangan dan kaki, hal ini dapat menyebabkan kesemutan, nyeri atau mati rasa di tangan dan kaki (neuropati perifer).

2.Kompresi saraf atau saraf terjepit
Misalnya kompresi saraf ulnaris (saraf yang dimulai di leher dan memanjang ke bawah hingga bagian dalam lengan atas dan siku). Contoh lainnya adalah siatika, nyeri yang disebabkan oleh iritasi atau kompresi saraf siatik, yang memanjang dari bagian belakang panggul, melalui pantat dan turun hingga ke tungkai-tungkai kaki.

3.Carpal tunnel syndrome
sensasi nyeri dan kesemutan di tangan yang disebabkan oleh akumulasi tekanan di terowongan kecil yang memanjang dari pergelangan tangan ke telapak tangan (carpal tunnel).

4.Paparan zat beracun
Seperti timah atau radiasi.

5.Manultrisi
Di mana tubuh kekurangan nutrisi yang penting untuk berjalannya sistem saraf, termasuk vitamin B12.

6.Kerusakan saraf
Akibat infeksi, cedera atau penyalahgunaan alkohol

7.Efek samping obat tertentu
seperti kemoterapi (obat kuat yang digunakan untuk mengobati kanker), obat HIV, antibiotik metronidazol atau obat pencegah kejang (antikonvulsan).

8.Kondisi lai seperti stroke, multiple sclerosis dan tumor otak
Kondisi-kondisi tersebut sangat serius tetapi jarang terjadi dan selalu disertai gejala lain selain kesemutan.

Cara mengatasi kesemutan :

1.Longgarkan pakaian atau sepatu yang ketat.

2.Berdiri dan gerak-gerakkan kaki Anda setelah bangkit dari jongkok atau bersila untuk waktu yang lama.

3.Hindari cedera saraf di leher atau punggung dengan tidak mengangkat beban yang berat, mengambil istirahat secara teratur di tempat kerja dan menjaga postur tubuh yang baik.

4.Kendalikan diabetes, jika Anda memilikinya, dengan diet, olahraga, obat-obatan dan pemeriksaan rutin.

5.Hindari kekurangan vitamin B12 dengan diet seimbang.

6.Segera kunjungi dokter apabila kesemutan Anda disertai tanda-tanda gangguan saraf lain seperti tremor, kesulitan berjalan, layuh, dan lain-lain

Bahaya Laptop Bagi Kesehatan

Posted: 04 Apr 2014 05:00 AM PDT

Dokter Sehat – Komputer laptop kini semakin populer. Bila beberapa tahun yang lalu laptop hanya menjadi pilihan mereka yang sering bepergian, kini tampaknya hampir semua orang lebih memilih laptop dibandingkan komputer biasa yang statis. Tapi di balik kepopulerannya, Anda perlu mewaspadai potensi bahayanya terhadap kesehatan.
Kemampuan laptop untuk membantu seseorang mengejar deadline pada akhirnya menimbulkan isu kesehatan berkenaan dengan penggunaannya. Seorang profesor dalam bidang ergonomis, Alan Hedge, PhD, CPE, memberikan tips agar para pengguna laptop tidak mengalami cidera saat bekerja.

1.Jangan letakkan laptop di depan sumber cahaya yang terang, seperti jendela misalnya, dua pantulan cahaya secara intens yang berasal dari monitor laptop dan jendela cenderung membuat mata Anda lelah, dan sinar yang terlalu banyak diserap kornea dapat meningkatkan resiko gangguan katarak.

2.Letakkan laptop sejajar arah pandangan mata. Jika tidak ada tempat untuk meletakkan laptop secara baik, jangan ragu untuk meletakkan sebuah benda berbidang datar di pangkuan, seperti bantal kursi, beberapa buku yang tebal dan besar, atau lapisan beberapa koran. Hal ini sangat penting dilakukan untuk meminimalisir ketegangan yang terjadi pada otot dan tulang leher.

3.Gunakan plug in mouse agar Anda dapat menggerakkan kursor secara baik, terutama bila bidang sentuh atau trackball Anda sulit untuk digunakan.

4.Pastikan mouse dan keyboard laptop dioperasikan setinggi lipatan siku. Untuk menghindari gangguan pada pergelangan tangan dan ketegangan otot lengan atas.

5.Jika Anda menggunakan laptop bersamaan dengan mengakses dokumen lain, jangan letakkan dokumen tersebut di samping laptop.
Gerakan leher yang beralih dari monitor yang sejajar garis pandang ke dokumen yang ada di samping laptop dapat memicu gangguan postur leher. Sebaiknya gunakan tangkai penjepit yang dipasang sejajar monitor sehinga Anda mendapatkan sudut baca yang sejajar dengan sudut pandang ke monitor laptop.

6.Setiap satu jam sekali selama Anda bekerja di depan laptop, sisihkan 5 menit untuk beristirahat dan melakukan peregangan. Hal ini diperlukan agar tubuh tidak mengalami ketegangan.

7.Jika laptop harus dibawa seharian, pertimbangkan berat laptop lengkap dengan segala peralatannya, sepertyi power supply, external drive, atau batere. Pastikan bobotnya tidak lebih dari 3,5 kilogram. Membawa beban yang lebih berat dari bobot tersebut cenderung memicu cedera pada salah satu atau kedua otot bahu. Jika Anda tetap harus membawanya, pikirkan untuk memiliki carrier beroda.

Komputer laptop dapat menimbulkan masalah terutama karena layar, keyboard dan perangkat penunjuknya kecil. Penggunaan laptop yang lama sebaiknya dihindari. Jika menggunakan laptop sebagai komputer utama, sangat disarankan untuk memakai keyboard, mouse, dan monitor biasa. Risiko utama yang terkait dengan penggunaan laptop antara lain :

1.Dermatitis
Laptop hangat di paha menimbulkan masalah lebih serius daripada yang Anda bayangkan. Sebuah studi dalam jurnal Pediatrics mengupas kasus seorang anak berusia 12 tahun yang mengembangkan kondisi kulit yang berubah warna kecoklatan, berbintik-bintik dan menyakitkan. Gejala yang secara klasik disebut erythema ab igne atau sindrom kulit terpanggang itu diakibatkan oleh penggunaan jangka panjang komputer laptop yang ditempatkan di atas paha. Artikel itu juga mencatat 10 kasus lain yang dilaporkan, dan kemungkinan masih banyak lagi yang tidak dilaporkan.

2.Pemanasan sperma
Sebuah artikel dalam jurnal Human Reproduction (2005) mengeksplorasi hubungan laptop panas dengan jumlah sperma yang berkurang pada pria. Ternyata panas dari laptop dapat menghangatkan sperma laki-laki ke titik tidak aktif. Kondisi ini, yang disebut hipertermia skrotum, berpotensi menjadi masalah besar, terutama karena laptop sangat populer di kalangan pria muda yang berusia produktif.

3.Masalah punggung, pundak dan leher
Risiko lain yang terkait laptop adalah nyeri punggung dan leher karena posisi tubuh yang buruk. Laptop tidak selalu ditempatkan di meja khusus seperti komputer biasa. Tanpa disadari, tidak jarang Anda terlalu membungkuk saat menggunakan laptop yang diletakkan di lantai, di meja kecil atau di pangkuan. Hal ini dapat menyebabkan masalah punggung dan leher. Selain itu, masalah pundak juga dapat muncul akibat membawa laptop dengan posisi yang tidak benar.Penggunaan tas selempang bisa memberatkan satu sisi pundak yang sering dipakai. Untuk melindungi tubuh Anda, sebaiknya Anda berinvestasi pada tas ransel bertali lebar dan berstabilitas tinggi yang dirancang khusus untuk membawa laptop. Anak-anak yang masih tumbuh terutama perlu diwaspadai agar tidak membawa-bawa laptop yang berat tanpa perlindungan memadai.

4 Potensi Berbahaya Penggunaan Laptop

Posted: 04 Apr 2014 04:56 AM PDT

Dokter Sehat – Komputer laptop kini semakin popular, bila beberapa tahun yang lalu laptop hanya menjadi pilihan mereka yang sering bepergian, kini tampaknya hampir semua orang lebih memilih laptop dibandingkan komputer biasa yang statis. Tapi di balik kepopulerannya, Anda perlu mewaspadai potensi bahayanya terhadap kesehatan.
Komputer laptop dapat menimbulkan masalah terutama karena layar, keyboard dan perangkat penunjuknya kecil. Penggunaan laptop yang lama sebaiknya dihindari. Jika menggunakan laptop sebagai komputer utama, sangat disarankan untuk memakai keyboard, mouse, dan monitor biasa.
Risiko utama yang terkait dengan penggunaan laptop antara lain :

1.Dermatitis
Laptop hangat di paha menimbulkan masalah lebih serius daripada yang Anda bayangkan, sebuah studi dalam jurnal Pediatrics mengupas kasus seorang anak berusia 12 tahun yang mengembangkan kondisi kulit yang berubah warna kecoklatan, berbintik-bintik dan menyakitkan. Gejala yang secara klasik disebut erythema ab igne atau sindrom kulit terpanggang itu diakibatkan oleh penggunaan jangka panjang komputer laptop yang ditempatkan di atas paha. Artikel itu juga mencatat 10 kasus lain yang dilaporkan, dan kemungkinan masih banyak lagi yang tidak dilaporkan.

2.Pemanasan sperma
Sebuah artikel dalam jurnal Human Reproduction (2005) mengeksplorasi hubungan laptop panas dengan jumlah sperma yang berkurang pada pria, ternyata panas dari laptop dapat menghangatkan sperma laki-laki ke titik tidak aktif. Kondisi ini, yang disebut hipertermia skrotum, berpotensi menjadi masalah besar, terutama karena laptop sangat populer di kalangan pria muda yang berusia produktif.

3.Carpal tunnel syndroom
Keyboard yang lebih kecil pada laptop dapat meningkatkan risiko carpal tunnel syndrome (CTS), yaitu kompresi dan jebakan pada saraf median yang memanjang di pergelangan tangan. Hal ini menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau nyeri pergelangan tangan. Selain itu, kekuatan tangan dapat berkurang dan tidak mampu mengepal, memegang benda, atau melakukan tugas-tugas manual lainnya.

Pergelangan tangan menekuk (ulnaris displacement)saat menggunakan keyboard adalah penyebab umum CTS di kalangan pengguna komputer. Untuk mengurangi risiko CTS, jangan ragu untuk menyambungkan keyboard dan mouse eksternal pada laptop Anda atau menempatkan bantal yang dirancang khusus untuk mengistirahatkan pergelangan tangan saat mengetik. Yang tidak kalah penting, tempatkan laptop di posisi yang tidak membuat pergelangan tangan Anda menekuk.

4.Masalah punggung, pundak dan leher
Risiko lain yang terkait laptop adalah nyeri punggung dan leher karena posisi tubuh yang buruk, laptop tidak selalu ditempatkan di meja khusus seperti komputer biasa. Tanpa disadari, tidak jarang Anda terlalu membungkuk saat menggunakan laptop yang diletakkan di lantai, di meja kecil atau di pangkuan. Hal ini dapat menyebabkan masalah punggung dan leher.

Selain itu, masalah pundak juga dapat muncul akibat membawa laptop dengan posisi yang tidak benar. Penggunaan tas selempang bisa memberatkan satu sisi pundak yang sering dipakai. Untuk melindungi tubuh Anda, sebaiknya Anda berinvestasi pada tas ransel bertali lebar dan berstabilitas tinggi yang dirancang khusus untuk membawa laptop. Anak-anak yang masih tumbuh terutama perlu diwaspadai agar tidak membawa-bawa laptop yang berat tanpa perlindungan memadai.

Postmatur Bila Bayi Terlambat Lahir

Posted: 04 Apr 2014 04:53 AM PDT

Dokter Sehat – Postmatur adalah kebalikan dari premature, bayi disebut postmatur bila baru lahir setelah lebih dari 42 minggu di dalam rahim. Insiden kelahiran postmatur jauh lebih umum daripada premature, sekitar 7 % bayi dilahirkan postmatur, meskipun faktanya mungkin tidak semuanya betul-betul postmatur. Sebagian bayi yang diduga postmatur sebenarnya karena kesalahan dalam menghitung awal kehamilan, hanya sekitar 2-3% yang betul-betul postmatur.

Risiko bayi postmatur

Seperti halnya bayi premature, bayi postmatur memiliki potensi masalahnya sendiri yang bisa berbahaya untuk kesehatan dan kelangsungan hidupnya.
Setelah melewati 42 minggu kehamilan, plasenta biasanya telah menyusut sehingga lebih sedikit nutrisi dan oksigen yang tersalurkan ke bayi. Bayi yang terus tumbuh juga membuat cairan ketuban semakin berkurang. Ketika hal ini terjadi, tali pusat dapat terjepit saat bayi bergerak atau rahim berkontraksi. Hal ini juga dapat mengganggu pasokan nutrisi dan oksigen ke bayi. Sebagai kompensasi, bayi mulai menggunakan lemak dan karbohidrat sendiri untuk menyediakan energi.

Tingkat pertumbuhannya menjadi lambat dan kadang-kadang berat badannya bahkan mungkin menurun. Bayi postmatur rentan untuk mengembangkan kadar gula darah rendah (hipoglikemia) karena mereka telah kehabisan simpanan lemak dan karbohidrat.

Potensi masalah pada bayi postmatur antara lain :

1.Sindrom dismaturitas (dysmaturity syndrome)
Bayi memiliki karakteristik insufisiensi plasenta seperti kulit yang kering, mengelupas, keriput, kuku dan rambut panjang dan tubuh terlihat kurus karena kurang gizi.

2.Sindrom aspirasi mekonium
bayi mengeluarkan tinja (mekonium) ke dalam cairan ketuban dan kemudian menghirupnya ke dalam paru-paru, hal ini dapat menyebabkan bayi kesulitan bernapas dan berisiko mengembangkan komplikasi seperti infeksi paru-paru dan hipertensi polmunar persisten.

3.Makrosomia
bayi tumbuh terlalu besar sehingga lebih sulit untuk lahir secara normal melalui jalan lahir. Kondisi ini terjadi bila plasenta masih berfungsi dengan baik meskipun sudah melewati 42 minggu.

4.Kelahiran mati
bayi meninggal di dalam rahim.

Faktor penyebab bayi lahir terlambat :

1.Terdapat riwayat kelahiran terlambat dalam keluarga atau pada kehamilan sebelumnya.

2.Sang bayi berjenis kelamin laki-laki

3.Kehamilan ini adalah riwayat anak yang pertama

4.Berat badan ibu yang berlebih atau mengalami kegemukan.

5.Kekeliruan estimasi penghitungan usia kehamilan, yang biasanya terjadi karena menstruasi terakhir tidak diketahui secara pasti.

Untuk mengurangi kecemasan, kontrol tetap harus dilakukan. Terutama karena ibu yang hamil tua akan mengalami kelelahan fisik yang lebih. Kewaspadaan terhadap resiko pre-eklamsia juga tetap harus dijaga. Apabila memang terdapat riwayat keluarga yang mengalami kelahiran terlambat, tidak kemudian berarti pasangan dapat mengendorkan kewaspadaan.

Perawatan

Jika kehamilan Anda telah mencapai 41-42 minggu, sangat penting bagi Anda untuk memeriksa kesehatan bayi Anda. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, yang mencakup pemantauan janin secara fisik dan dengan Doppler atau USG. Jika pemeriksaan menunjukkan bahwa bayi aktif dan sehat dan volume cairan ketuban normal, dokter atau bidan dapat memutuskan untuk melanjutkan pemantauan secara berkala sampai persalinan Anda dimulai secara alami. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bayi mungkin bermasalah, ada pilihan apakah akan menginduksi agar persalinan segera dimulai atau melakukan bedah caesar.

Kebanyakan bayi yang dilahirkan postmatur memiliki kondisi yang sehat tanpa komplikasi. Pada bayi yang mengalami kekurangan oksigen, resusitasi mungkin diperlukan. Jika mekonium hadir dalam cairan ketuban dan bayi baru lahir lesu, tabung dilewatkan ke batang tenggorokan (trakea) untuk menghisap mekonium yang mungkin menghambat saluran pernapasan. Jika mekonium telah masuk ke paru-paru, ventilator mungkin diperlukan untuk mendukung pernapasan. Pemberian larutan glukosa melalui vena (infus) seringkali perlu dilakukan untuk mencegah hipoglikemia.

6 Bahaya Menonton Televisi Terlalu lama Bagi Kesehatan

Posted: 04 Apr 2014 04:47 AM PDT

Dokter Sehat – Tv tentu tidak bias lepas dari kehidupan kita baik untuk hiburan maupun berita tapi taukah anda ketika kita berbicara tentang tv terdapat efek buruk apabila menonton tv terlalu lama, masalah penyakit degenaratif dari penuaan serta penyakit kronis menghantui kita semua.

Dalam Masyarakat Kita sudah menjadi kebiasaan menonton tv bahkan ketika berkumpul dengan keluarga kita pasti menonton tv namun apakah anda tau bahaya menonton tv bagi kesehatan tubuh sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan berbagai penyakit dan kita sadar kesehatan menjadi harga mati bagi kita semua untuk itu cobalah menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan anda Kita biasanya tidak terlalu ambil pusing dengan masalah sepele ini, seperti menonton TV yang dapat mempengaruhi kesehatan kita.

Dan menonton TV memang sangat mengasikkan sehingga sebagian orang betah berlama-lama di depan televisi. berikut beberapa bahaya menonton tv bagi kesehatan tubuh, para ilmuwan di Skotlandia menemukan bahwa seseorang yang menghabiskan waktu di depan televisi dua jam sampai empat jam sehari, akan meningkatkan risiko serangan penyakit jantung dan kematian dini, dikutip dari laman Times of India.

Para peneliti juga mengambil foto pembuluh darah mata anak-anak itu. Mereka juga mengkalkulasi ukurannya dan menganalisis tinggi, berat badan, dan tekanan darah. Hasilnya, rata-rata anak menghabiskan 1,9 jam per hari menonton televisi dan 36 menit melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.

Nah, anak-anak yang lebih sering menghabiskan aktivitas fisik baik di ruangan atau di luar ruangan lebih sehat matanya. Gopinath menyarankan kepada orang tua agar mengubah kebiasaan anak-anak, dari menonton televisi menjadi aktivitas fisik, seperti bermain di taman. Paling tidak satu jam setiap hari.

Masalah lain dengan TV adalah iklan, ketika menonton tayangan iklan tanpa disadari otak Anda telah dicuci dengan tayangan pada iklan. Terutama iklan di junk food yang berbahaya karena mereka dapat menyebabkan obesitas. Tapi masalah ini mudah dihindari bagi orang-orang yang masih memutuskan untuk menonton TV, dengan cara mematikan TV ketika iklan sedang ditayangkan, dan membaca buku atau berjalan-jalan di udara segar sementara iklan sedang ditayangkan.

Bahaya lain dari TV adalah masalah social, TV mengisap seluruh waktu Anda sehingga komunikasi dengan orang tua, keluarga, teman menjadi berkurang dan sering juga bagi anak-anak kesulitan menemukan teman karena duduk di depan TV terlalu lama. Padahal melakukan komunikasi (berbicara) merupakan suatu keharusan bagi manusia dan TV telah membuat mereka menjadi robot mindless duduk di depan kotak.

Berikut ini berbagai bahaya menonton televisi terlalu lama bagi kesehatan :

1.Memicu meningkatnya resiko penyakit jantung
Melihat televisi terlalu lama (lebih dari 4 jam sehari) dapat menyebabka masalah atau penyakit pada organ jantung. Ini dikarenakan, saat seseorang menonton televisi, maka tubuhnya sedikit sekali bergerak dalam waktu yang relatif lama.

2.Jam tidur malam yang tidak teratur
Tubuh kita membutuhkan waktu istirahat yang cukup setiap malamnya untuk mempertahankan kesehatan tubuh itu sendiri. Membiarkan mata untuk melihat acara televisi hingga larut malam tentu akan berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan tubuh dari hari ke hari.

3.Memperbesar resiko diabetes
Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association pada tahun 2003, menghasilkan bahwa resiko penyakit diabetes akan meningkat mencapai angka 14 persen, saat seseorang menonton televisi selama dua jam dalam seharinya.

4.Penambahan berat badan berlebih atau kegemukan
Kegemukan pada tubuh tentu memicu munculnya berbagai masalah dan gangguan kesehatan serta penyakit. Kurang aktif bergerak serta mengemil berlebih saat menonton televisi merupakan faktor pemicu obesitas atau kegemukan itu sendiri.

5.Meningkatnya resiko serangan asma
Menonton televisi dengan durasi yang lama dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit asma. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di inggris terhadap 3000 anak, mulai usia bayi sampai dengan usia 11 tahun, menunjukkan bahwa anak-anak tersebut akam memiliki resiko menderita asma dua kali lipat saat melihat acara televisi selam dua jam atau lebih setiap hari.

6.Menurunkan kesehatan organ mata
Saat menonton acara favorit ditelevisi, organ mata akan jarang berkedip dan selalu fokus pada satu objek didepannya. Hal inilah yang akan membuat organ penglihatan akan menurun dari waktu ke waktu.

8 Tips Proses Mengejan Yang Benar

Posted: 04 Apr 2014 04:41 AM PDT

Dokter Sehat – Sekarang ini masih banyak seorang wanita yang lebih memilih melakukan proses persalinan dengan operasi caesar jika dibandingkan dengan persalinan normal, walaupun mereka masih bisa untuk melahirkan dengan normal. Idealnya jika tidak terdapat bahaya yang dapat mengancam keselamatan bayi dan ibu, proses persalinan ini dapat dilakukan secara normal. Pemilihan operasi caesar disebabkan oleh perasaan takut yang mereka alami terhadap rasa sakit yang akan dirasakan ketika melahirkan, atau disebabkan tidak kuat ketika harus mengejan. Namun biasanya tidak kuat ketika mengejan hanya dialami beberapa wanita hamil yang mempunyai riwayat penyakit pada saluran pernafasan.

Namun jika anda tidak memiliki masalah pada pernafasan tapi pada saat mengejan mengalami kesulitan, kemungkinan besar anda salah dalam menerapkan cara dalam mengejan. Mengejan pada saat yang kurang tepat dapat beresiko terkena udem portio atau terjadi pembengkakan pada rahim, pembengkakan ini dapat terjadi disebabkan oleh bibir kemaluan tersebut terlalu banyak mengalami dorongan, sementara itu anda belum siap dalam menerima tekanan yang begitu kuat. Jika pembengkakan tersebut telah terjadi, dengan begitu jalan lahir bayi secara normal telah tertutup. Hal ini mangakibatkan anda harus mengambil proses persalinan secara caesar.

Pada dasarnya cara mengejan ketika akan melahirkan tidak berbeda dengan mengejan ketika akan buang air besar. Namun karena prosesnya yang berbeda dan lebih lama serta memerlukan tenaga yang sangat besar. Mengejan sendiri merupakan tahapan ketika terjadi pembukaan atau pun dilatasi mulut rahim yang mencapai puncaknya. Ketika itu konsentrasi menjadi semakin kuat juga secara insting anda juga dapat merasakan dorongan yang sangat kuat untuk bisa mengejan.

Cara mengejan yang benar :

1.Lakukan setelah pembukaan lengkap
Mengejan baru boleh dilakukan setelah pembukaan lengkap, yakni pembukaan 10. Saat itu, observasi yang dilakukan dokter akan menemukan, kepala bayi sudah turun sampai ke dasar panggul dan anus mulai ikut membuka. Gejalanya seperti ingin buang air besar, tetapi jika sudah diberikan obat analgesi (penghilang nyeri) epidural yang dalam, biasanya perasaan di atas tak terasa, sehingga ibu harus memperhatikan komando dari dokter atau bidan. Namun pada analgesi yang diberikan lewat vena atau analgesi lokal, keinginan untuk mengejan tetap ada.

Kenapa mengejan harus menunggu pembukaan lengkap? Hal ini untuk menghindari pembengkakan atau edema pada mulut rahim. Kelak, pembengkakan ini akan mempersulit proses persalinan berikutnya. Meski tidak nyaman karena harus menanti kontraksi hingga pembukaan 10, namun ibu harus tetap bersabar. Tak perlu khawatir karena penundaan mengejan umumnya tak akan membahayakan, kecuali bila jantung janin mulai melemah.

2.Pilih posisi yang tepat
Posisi yang umum dipilih saat mengejan adalah berbaring, kemudian menekuk lutut, kedua kaki dibuka, peluk paha dengan melingkarkan tangan ke bawah paha sampai siku dan menarik paha ke arah dada. Posisi ini memberikan keleluasaan pada ibu untuk mengejan. Posisi lain pun bisa digunakan, seperti berbaring miring ke sisi kiri atau kanan, atau jongkok, yang kesemuanya berdasarkan kasus per kasus supaya janin lebih mudah lahir.

3.Atur napas
Bernapas harus teratur, tidak boleh serabutan karena tidak bermanfaat signifikan atau bahkan mengganggu proses mengejan. Biasanya dokter/bidan akan memandu ibu mengatur napas supaya tenaga ibu terkumpul, juga ibu memiliki tenaga maksimal untuk mengejan.

Selain itu, mengatur napas yang baik pun dapat mengurangi rasa sakit. Supaya pengaturan napas berjalan mudah, sebaiknya ibu ikut kelas senam hamil karena di kelas itu ibu akan diajarkan cara mengatur napas saat bersalin.

4.Ikuti komando
Biasanya dokter/bidan akan memberi komando kapan ibu harus menarik napas, menahan, dan mengeluarkannya sambil mengejan. Ikuti komando tersebut supaya proses persalinan berjalan teratur dan lebih mudah. Saat mengejan pun biasanya dokter/bidan mengingatkan ibu untuk meletakkan dagu di dada supaya bisa melihat perut. Jika ibu tak mengikuti komando, maka pola mengejan menjadi tidak teratur sehingga tenaga terbuang percuma. Efek lainnya, jalan lahir bisa membengkak karena terdapat cairan yang keluar di jalan lahir, vagina pun membengkak sehingga menyulitkan penjahitan.

5.Ikuti irama
Ibu harus mengikuti irama tubuh saat mengejan. Bila pembukaan sudah lengkap, ibu harus segera mengejan, mengatur napas, dan tidak boleh ditahan saat proses pengejanan berlangsung. Ada ibu yang takut fesesnya keluar saat mengejan, sehingga ia menahan pengejanan dengan mengangkat pantat atau panggul. Hal ini dapat membuat robekan perineum (bagian antara vagina dan anus) lebih lebar sehingga memerlukan lebih banyak jahitan. Sebaliknya, jika kontraksi rahim mereda sebaiknya hentikan dahulu pengejanan. Biasanya ibu diminta istirahat sampai menunggu kontraksi berikutnya.

6.Tenaga harus efektif
Jangan buang-buang tenaga yang tak perlu, entah dengan mengeluh atau berteriak-teriak, karena akan menguras tenaga, mengingat ibu harus mengejan berkali-kali. Teriak-teriak atau membuat keributan malah akan menyebabkan tenggorokan kering, batuk, dan serak. Ibu pun semakin panik dan tegang. Akibatnya, ibu tak jelas menangkap instruksi dokter.

7.Pandangan ke arah perut
Arahkan pandangan ke perut supaya ibu bisa lebih berkonsentrasi terhadap persalinan. Selain itu, ibu harus mengejan di perut bukan di leher.

8.Berhenti mengejan saat kepala bayi terlihat
Ketika kepala bayi mulai terlihat (crowning) sebaiknya hentikan mengejan. Biasanya ditandai dengan rasa panas di vagina yang meregang. Tujuannya supaya vagina dan perineum meregang perlahan-lahan, juga untuk mengurangi robekan dan kelahiran yang terlalu cepat. Dokter/bidan akan memberi arahan ketika pengejanan harus dihentikan atau dilanjutkan. Pada saat ini ibu sebaiknya mengatur napas dengan baik.

Cara Mengatasi Wasir Pasca Melahirkan

Posted: 04 Apr 2014 04:37 AM PDT

Dokter Sehat – Wasir, atau sering disebut ambeien (dalam bahasa Inggris atau Latin disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran disebut Piles) adalah suatu peradangan atau pembengkakan yang muncul di bibir anus, ditandai dengan munculnya suatu bintil ( benjolan ) yang lazimnya berukuran kecil, yang tentunya akan sangat mengganggu bagi si penderita dalam melakukan aktivitas sehari-harinya, seperti bekerja, berjalan,duduk dan lain-lain.

Tingkatan stadium keparahan wasir :

1.Wasir stadium 1 : Wasir yang berdarah tetapi tidak prolaps.

2.Wasir stadium 2 : Wasir yang prolaps dan menarik pada mereka sendiri (dengan atau tanpa pendarahan).

3.Wasir stadium 3 : Wasir yang prolaps tetapi harus didorong kembali oleh jari tangan.

4.Wasir stadium 4 : Wasir yang prolaps dan tidak dapat mendorong kembali masuk wasir Keempat derajat juga mencakup wasir yang thrombosed (mengandung bekuan darah) atau yang menarik banyak pada lapisan rektum melalui anus.

Gejala wasir :

1.Di sekitar anus terdapat bintil-bintil berwarna merah kebiru-biruan.

2.Di dalam anus terasa gatal, panas dan pedih .

3.Keluar lendir atau darah ketika buang air besar.

4.Terasa sakit ketika mengejan (ngeden) saat BAB.

5.Kadang terasa sakit di punggung bagian bawah.

Penyebab

Sejumlah faktor dapat menyebabkan formasi dari Ambeien termasuk kebiasaan buang air besar tidak teratur (konstipasi atau diare), olahraga, nutrisi (diet rendah serat), peningkatan tekanan intra-abdomen (berkepanjangan tegang), genetika, tidak adanya katup dalam vena hemoroid, dan penuaan.

Faktor lain yang dapat lain yang dapat menyebabkan wasir diantaranya adalah :

1.Terlalu lama duduk ( duduk seharian )

2.Menderita diare yang lama ( diare yang tidak kunjung sembuh )

3. Adanya perubahan hormon esterogen yang meningkat pada wanita hamil

4.Karena faktor keturunan dari penderita wasir

5.Melakukan hubungan sex yang tidak lazim

6.Sering mengalami sembelit/konstipasi saat BAB

7.Terjadinya penekanan kembali aliran darah vena

8.Pola makan yang sembarangan ( merokok, sering makan makanan yang pedas dan bersantan, sering minum alkohol dan soda ) dan gaya hidup yang tidak teratur

9.Kurang berolahraga

10.Sering mengangkat beban yang berat-berat

Cara mengatasi wasir :

1.Banyak makan serat
Salah satu penyebab wasir pada ibu hamil adalah karena saat itu ibu mengalami sembelit. Sembelit mengakibatkan ibu harus mengejan lebih kuat untuk mengeluarkan feses sehingga terjadilah peningkatan tekanan pada rektum dan perineum, pembuluh darah dan akhirnya membengkak serta keluar membentuk tonjolan kecil. Banyak mengkonsumsi serat akan membantu feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Serat dapat diperoleh pada sayuran hijau dan buah – buahan. Kebiasaan makan makanan banyak serat harus dilanjutkan pasca melahirkan. Tidak saja mencegah sembelit tetapi juga memperlancar produksi ASI.

2.Jangan duduk dan berdiri terlalu lama
Jika kondisi ibu tidak memungkinkan untuk duduk terlalu lama, ibu bisa menggunakan bantal berbentuk donat. Bantal yang memiliki lubang di tengahnya ini akan memberikan sedikit ruang untuk anus agar tidak tertekan.

3.Berendam dengan air hangat
Sekali sehari berendam air hangat akan mengurangi rasa nyeri pada anus. Setelah itu oleskan salep untuk wasir yang diresepkan dokter.

4.Minum air putih
Selain mengkonsumsi banyak serat, memperbanyak minum air putih juga akan membantu mengatasi wasir pasca melahirkan. Minumlah air putih 2 liter sehari, bahkan bisa lebih dari itu. Asupan cairan yang cukup akan membantu mempelancar saluran pencernaan, sehingga ibu tidak lagi mengalami sembelit.

5.Operasi
Pada kasus wasir yang permanen, dokter akan menganjurkan untuk dilakukan tindakan operasi. Sekarang sudah ada metode operasi tanpa pemongan jaringan hemoroid dengan resiko rasa sakit setelah operasi yang lebih sedikit dan pemulihan yang lebih cepat.

Begitu gejala-gejala wasir mulai dirasakan, seharusnya perubahan perilaku kebiasaan dan makan harus diubah. Hanya selama ini wasir lebih dianggap gangguan kenyamanan dan bukan penyakit sehingga sering diabaikan. Padahal bisa menyebabkan peningkatan resiko selama proses melahirkan. Jika wasir pasca melahirkan masih berlanjut, maka pengobatan oleh dokter harus dilakukan hingga sembuh, bahkan dengan tindakan operasi jika perlu. Kondisi tanpa wasir harus dijaga terus untuk kenyamanan hidup dan keamanan kehamilan selanjutnya.

Tanda Keguguran Kandungan

Posted: 04 Apr 2014 04:26 AM PDT

Dokter Sehat – Kandungan adalah salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh ibu yang tengah hamil. Apalagi kehamilan itu sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga, bisa jadi kesedihan dan kekecewaan melingkupi ibu yang mengalami keguguran hingga bisa membuat stres bahkan depresi serta trauma. Untuk itu sebaiknya Anda yang tengah hamil dapat mengenali tanda keguguran kandungan agar sebisa mungkin dapat menanggulangi.

Keluarnya janin atau persalinan prematur sebelum mampu untuk hidup, itulah definisi dari keguguran. Sebesar 15%-40% dari ibu hamil, dan 60-75% keguguran terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 3 bulan. Faktor yang menyebabkan keguguran terjadi biasanya adanya kelainan pada janin karena kelainan kromosom yang terjadi saat proses pembuahan, akibatnya embrio yang cacat dan dikeluarkan dalam tubuh.

Kelainan pada sistem hormonal, sistem kekebalan tubuh, kelainan rahim, rahim lemah yang tak mampu tahan beban janin, karena miom (tumor jaringan otot), infeksi dan virus seperti torch, HIV, hepatitis, dan gaya hidup wanita seperti merokok, minum yang mengandung alkhohol bisa juga benturan kuat pada rahim, misalnya saat terjatuh dengan keras, menyebabkan rahim kontraksi hebat sehingga menyebabkan keguguran.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran adalah :

1.Adanya kelainan pada janin yang disebabkan kelainan kromosom, yang terjadi saat berlangsungnya proses pembuahan. Akibatnya, embrio yang terbentuk cacat dan dikeluarkan tubuh.

2.Adanya kelainan pada ibu, seperti kelainan pada sisterm hormonal (bisa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah), sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun, dan penyakit berat yang diderita si ibu hamil.

3.Adanya kelainan pada rahim. Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.

4.Penyebab lain adalah infeksi, seperti terkena virus TORCH, HIV, Hepatitis dan lain-lain

5.Keguguran juga dapat diakibatkan oleh gaya hidup. Wanita yang cenderung merokok, mengkonsumsi minuman keras, obesitas atau berat badan kurang dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan.

Tanda-tanda keguguran :

1.Kram atau kejang perut
Mirip dengan saat wanita awal-awal datang bulan, biasanya kram berlangsung berulang dalam periode waktu yang lama dan dapat terjadi di daerah panggul.

2.Pendarahan
Bisa juga pendarahan, dan ini merupakan tanda yang paling umum. Terkadang pendarahan ini hanya dimulai dengan bercak-bercak saja dalam waktu yang lama sampai dengan pendarahan yang hebat. Jaringan di dinding rahim yang terkoyak yang ikut keluar bersamaan dengan darah. Inilah salah satu hal yang patut di waspadai.

3.Rasa nyeri pada bagian bawah perut
Rasa nyeri pada bagian bawah perut adalah salah satu tanda keguguran kandungan, hal ini bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama. Rasa sakit yang menyerang juga terasa di bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah alat kelamin, nyeri ini terjadi dalam beberapa jam, namun bisa beberapa jam. Ibu tambah menderita jika rasa nyeri bisa terjadi beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.

Sekilas Tentang Tuberkolosis Pada Anak

Posted: 04 Apr 2014 04:13 AM PDT

Dokter Sehat – Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar bakteri TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Baik tuberkulosis pada anak maupun orang dewasa disebabkan oleh bakteri yang sama. Namun, karena gejala dan mekanisme TB pada keduanya berbeda, maka perlu penanganan khusus untuk TB pada anak.

Berbeda dengan TB pada dewasa, TB pada anak tidak menular. Bakteri TB pada anak berkembang di dalam kelenjar paru atau tidak terbuka. Pada orang dewasa, bakteri berkembang di dalam paru-paru. Bakteri lalu membuat lubang untuk keluar melalui saluran nafas sehingga dapat menyebar ke orang lain, termasuk anak-anak.

Gejala umum TB pada anak :

1.Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah mendapatkan penanganan gizi yang baik (failure to thrive).

2.Nafsu makan tidak ada (anorexia) dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik (failure to thrive) dengan adekuat.

3.Demam lama/berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifus, malaria atau infeksi saluran nafas akut), dapat disertai keringat malam.

4.Pembesaran kelenjar limfe bawah kulit yang tidak sakit. Biasanya ganda, paling sering didaerah leher, ketiak dan lipatan paha (inguinal).

5.Gejala-gejala dari saluran nafas, misalnya batuk lama lebih dari 30 hari (setelah disingkirkan sebab lain dari batuk), tanda cairan di dada dan nyeri dada.

6.Gejala-gejala dari saluran cerna, misalnya diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare, benjolan (massa) di rongga perut, dan tandatanda cairan dalam rongga perut.

Gejala spesifik :

Gejala-gejala ini biasanya muncul tergantung dari bagian tubuh mana yang terserang, misalnya :

1.TB kulit atau skrofuloderma
2.TB tulang dan sendi
3.tulang punggung (spondilitis), gibbus
4.tulang panggul (koksitis), pincang, pembengkakan di pinggul
5.tulang lutut, pincang atau bengkak
6.tulang kaki dan tangan
7.TB otak dan saraf

Diagnosis

Diagnosis TB pada anak berbeda dengan pada orang dewasa, diagnosis TB dewasa lebih mudah sebab ada pemeriksaan baku emasnya (gold standard) yang obyektif yaitu menemukan bakteri TB pada pemeriksaan dahak (Bakteri Tahan Asam/BTA positif pada sputum). Namun pada anak, pemeriksaan dahak tidak akurat karena sering memberikan hasil negatif palsu (false negative). TB anak jarang disertai dengan batuk berdahak sehingga bakteri TB dalam dahak anak terlalu sedikit.

Pemeriksaan penunjang utama TB anak adalah :

1.Tes tuberkulin (mantoux)
Tes mantoux adalah tes kulit yang dilakukan dengan menyuntikkan ekstrak basil tuberkulosis secara intradermal (ke dalam kulit) dan diperiksa 2 sampai 3 hari kemudian, anak yang sebelumnya telah terinfeksi bakteri akan menampilkan respon kekebalan di daerah kulit yang mengandung protein bakteri. Hasil positif (area mengeras menonjol) menunjukkan infeksi TB.

2.Rontgen dada
Rontgen dada dilakukan untuk menilai adanya kelainan pada paru, pemeriksaan rontgen dada dapat membantu diagnosis tetapi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya alat diagnosis.

Pemeriksaan penunjang medis lain seperti laju endap darah, limfositosis, dan serologi mungkin juga diperlukan dalam kasus-kasus yang meragukan.

Diagnosis TB anak memang tidak semudah diagnosis TB dewasa. Padahal, kesalahan diagnosis akan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit karena pengobatan TB membutuhkan waktu 6 sampai 12 bulan. Semakin banyak pemeriksaan yang dilakukan dan menunjukkan hasil positif, semakin kecil kemungkinan terjadinya kesalahan diagnosis.

Pengobatan

Pengobatan untuk TB anak sama dengan untuk TB dewasa, hanya dosis dan pemberiannya yang berbeda. Lima obat anti TB (OAT) lini pertama adalah: Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide, Ethambutol dan Streptomicin. Obat-obatan tersebut digunakan pada anak dengan penyakit TB aktif yang belum pernah mendapatkan pengobatan TB sebelumnya. Semua obat TB lain adalah obat lini kedua atau obat TB cadangan yang digunakan bila telah terjadi resistensi obat.

Untuk pasien TB anak baru, World Health Organisation (WHO) merekomendasikan pengobatan TB selama 6 bulan, yang terdiri dari dua bulan pengobatan intensif dengan Isoniazid plus Rifampisin dan Pyrazinamide, lalu diikuti dengan empat bulan pengobatan lanjutan berupa kombinasi Isoniazid plus Rifampicin.

Pasien harus menyelesaikan dosis semua obat itu secara lengkap, bila hanya salah satu obat yang diambil atau putus obat di tengah jalan maka pasien akan segera menjadi resisten obat dan pengobatan selanjutnya menjadi sulit dan mahal.

Pencegahan
TB anak paling efektif dicegah dengan vaksinasi BCG, vaksin itu dibuat dari Mycobacterium bovis yang dilemahkan dengan dikulturkan.

Cara Merawat Luka Lecet Pada Anak

Posted: 04 Apr 2014 04:09 AM PDT

Dokter Sehat – Sudah pasti memiliki seorang anak dengan rentang usia lima hingga 11 tahun adalah hal sangat merepotkan, karena pada usia ini anak sangat suka bermain, baik itu bermain di dalam rumah maupun di luar rumah. Bermainpun tidak hanya sekedar tertawa-tawa saja, tapi juga lari-larian, memainkan pasir hingga memanjat pohon.

Namun hal yang paling sering ditakutkan oleh seorang ibu adalah melihat anaknya terluka, entah itu akibat dari terbentur, terjatuh atau terpeleset. Hal ini akan mengakibatkan bagian tubuh anak akan menjadi luka.

Kita sebagai orangtua tidak bisa mencegah anak untuk bermain karena bermain adalah salah satu fase dalam perkembangan seorang anak yang harus dia lakukan. Mencegah atau melarang anak untuk bermain akan tidak baik untuk kesehatan jiwanya, karena dalam suatu permainan, apalagi permainan bersama teman-temannya adalah untuk mengajarkan kepada sang anak mengenai kerjasama, saling pengertian dan saling membantu. Yang terpenting, kita sebagai orangtua harus siap jika anak kita terluka.

Cara merawat lucu lecet pada anak :

1.Tenangkan anak
Anak-anak biasanya akan menangis ketika mengalami luka, sebagian bahkan akan meraung-raung atau menjerit-jerit. Tangisan itu merupakan kombinasi dari rasa sakit, rasa takut atau cemas dan minta perhatian. Sebelum dapat mengatasi lukanya, tenangkan dulu anak Anda agar secara psikologis merasa aman dan terlindungi. Setelah tenang, barulah Anda bisa melakukan tindakan selanjutnya.

2.Cuci tangan Anda
Sebelum melakukan perawatan, basuh kedua tangan Anda dengan air bersih dan sabun. Hal ini mencegah penularan kuman dari tangan Anda.

3.Bersihkan luka
Bila anak jatuh di tanah atau tempat berpasir, kemungkinan lukanya kotor. Bersihkan luka dengan air agar semua pasir dan tanah yang mengotori terbasuh sepenuhnya untuk mencegah infeksi, lakukan dengan perlahan dari bagian dalam luka ke luar. Air yang digunakan bisa air jernih dari kran atau lebih baik lagi bila air matang yang steril. Anda dapat membuang kotoran yang tersisa menggunakan kasa steril yang dibasahi.

4.Terapkan antiseptic
Setelah luka benar-benar bersih, terapkan cairan antiseptic pada luka. Antiseptik yang biasa dipakai umumnya adalah yang berbasis povidone iodine. Sebaiknya tidak memakai antiseptik yang mengandung alkohol karena dapat membuat luka terasa lebih perih.

5.Perban luka bila perlu
Luka biasanya lebih cepat sembuh jika dibiarkan terbuka. Namun, seringkali luka perlu juga ditutup untuk menghindari terkena kotoran, terutama bila anak Anda sangat aktif dan lingkungannya banyak debu dan kotoran. Gunakan perban yang tidak lengket pada luka agar mudah dilepaskan dan diganti tanpa menimbulkan luka baru, perban yang kedap air dapat membuat anak tetap bisa mandi. Perban harus diganti minimal setiap dua hari sekali agar tidak kotor dan lembab atau basah.

6.Biarkan luka mongering
Jaga luka dari benturan. Jangan mencabut atau menggaruk keropeng setelah terbentuk, meskipun penampilannya terlihat jelek. Itu adalah lapisan steril yang melindungi luka dari infeksi ketika dalam proses penyembuhan. Gatal di sekitar luka adalah hal yang baik, karena menandakan bahwa proses penyembuhan sedang berlangsung.

7.Bawa kedokter bila infeksi
Keenam langkah di atas biasanya sudah cukup untuk menyembuhkan luka. Namun, ada kalanya anak perlu dibawa ke dokter untuk perawatan lebih lanjut bila menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti :
•Pembengkakan di daerah luka
•Nanah terbentuk di daerah luka
•Kulit kemerahan yang menyebar di sekitar luka
•Peningkatan rasa sakit pada luka
•Penampilan lesu dan kurang sehat
•Suhu tubuh tinggi (demam ) yaitu 38 ° C atau lebih
•Kelenjar limfa membengkak

Luka yang terinfeksi biasanya dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotic untuk beberapa hari.

Waspada tetanus

Meskipun kini sudah semakin langka, ancaman bahaya tetanus masih tetap ada. Bakteri tetanus (clostridium tetani) dapat masuk ke dalam luka yang tidak terawat dengan baik. Setelah berkembang biak, mereka mengeluarkan racun yang membuat otot-otot menjadi kejang. Otot pertama yang kejang adalah di bagian rahang, sehingga mulut tidak dapat dibuka. Itulah mengapa tetanus sering disebut sebagai kejang mulut. Otot-otot lain dalam tubuh juga akan kejang sehingga penderita tidak bisa bergerak. Bahaya mengancam ketika kejang membuat organ-organ vital tubuh gagal berfungsi.

Bila Anda mendapati tanda-tanda infeksi tetanus, segeralah membawa anak Anda ke rumah sakit. Tetanus perlu dirawat secara intensif di rumah sakit yang memiliki alat bantu pernapasan dan peralatan penunjang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar