Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
- Bahan Rumahan Untuk Bantu Lawan Penyakit Keputihan Wanita
- Bahaya Memakai Make Up Yang Sudah Kadaluarsa
- Ternyata, Hal-hal Ini Lho Yang Menyebabkan Wanita Rentan Terkena Depresi
- Bahaya Pemakaian Headset Bagi Telinga Dan Otak
- Beberapa Gadget dan Alat Elektronik Yang Bisa Berbahaya Pada Mata Anak
| Bahan Rumahan Untuk Bantu Lawan Penyakit Keputihan Wanita Posted: 17 Apr 2014 08:09 AM PDT Dokter Sehat – Masalah keputihan adalah masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita, tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan pada wanita ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani. Tidak hanya bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher rahim, yang bisa berujung pada kematian. Apa sebenarnya keputihan itu? Seperti apa ciri-cirinya? Dan bagaimana pencegahannya? Menurut dr. Sugi Suhandi, spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Mitra Kemayoran Jakarta, keputihan (flour albus) adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaan normal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Dan keputihan tidak mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan. Keputihan fisiologis biasanya terjadi pada masa subur, juga sebelum dan sesudah menstruasi. Kadang saat itu ada lendir yang berlebihan, itu normal. Dan biasanya tidak gatal dan tidak berbau, jelas dr. Sugi. Sedangkan kalau keputihan patologis, adalah keputihan yang terjadi karena infeksi pada vagina, adanya benda asing dalam vagina atau karena keganasan. Infeksi bisa sebagai akibat dari bakteri, jamur atau protozoa. Ciri-ciri keputihan patologis, warnanya tidak seperti lendir. Keputihan patologis biasanya, warnanya seperti kepala susu, atau hijau kekuning-kuningan, atau bahkan bercampur darah, kalau keputihannya sudah menjadi penyakit, ujar dr. Sugi. Ketika keputihan sudah menjadi penyakit, wanita yang menderita keputihan patologis ini akan merasa gatal pada daerah vagina, dan lendir yang keluar berbau, sehingga menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Apa saja sih? Yuk simak tips berikut ini : 1.Lap basah 2.Kantong teh 3.Margosa 4.Minyak Sedar |
| Bahaya Memakai Make Up Yang Sudah Kadaluarsa Posted: 17 Apr 2014 07:40 AM PDT Dokter Sehat – Perempuan terkadang tidak memperhatikan kapan dirinya pertama kali menggunakan alat make up tersebut, padahal itu merupakan salah satu kunci untuk mengetahui sampai kapan make up tersebut bisa digunakan. Tidak sedikit wanita yang nekat tetap menggunakan kosmetik yang mereka miliki walaupun telah lewat tanggal kadaluarsa, hal ini disebabkan oleh beberapa alas an seperti tidak adanya efek apapun yang mereka rasakan, menghemat pengeluaran, dan sebagainya. Kosmetik yang kadaluarsa bisa jadi kandungannya telah berubah menjadi bersifat toxic alias beracun. Salah satu ciri makeup yang sudah kadaluarsa adalah dari bau dan warnanya yang sudah mulai berubah. Menggunakan makeup kadaluarsa dapat membahayakan kesehatan kulit, mulai dari gatal, iritasi, infeksi, hingga kanker kulit. Tidak ingin bakteri, kuman, ataupun reaksi kimia yang muncul pada makeup kadaluarsa tersebut tertempel di wajah cantik kamu, bukan? Apa yang terjadi jika memakai kosmetik kadaluarsa? 1.Alat tata rias yang dipakai pada mata semacam maskara, eyeliner maupun eyeshadow yang telah begitu lama dapat sebagai lokasi berkembang bakteri yang bisa mengakibatkan konjungtivitis yang mempunyai indikasi kemerahan, gatal serta bengkak pada mata. 2.Lipstik, lip balm maupun lip gloss yang telah terlalu lama bisa mengakibatkan bibir kering, iritasi serta yang paling gawat ialah kulit bisa melepuh. 3.Adapun kuas kotor yang dipakai bisa sebagai lokasi ideal bagi berkembang biaknya mikroorganisme yang bisa mengakibatkan herpes, kurap maupun impetigo yakni sakit menular yang menimbulkan kulit lecet-lecet. 4.Begitupun pada beberapa make-up wajah, dari bedak, foundation, blush on, maupun tata rias wajah lainnya yang telah terlalu lama bisa mengakibatkan gatal, kemerahan, serta kemerahan kulit. Jangan pikir remeh iritasi semacam itu, sebab sejumlah kejadian iritasi adalah indikasi awal kanker kulit. Tidak cuma tanggal kadaluarsa make-up, memakai alat tata rias yang kotor buat mengaplikasikan bermacam produk make-up pun bisa menyulut berkembang biaknya mikroorganisme berbahaya. Sebab itu, di samping melihat expired date make up, vital juga untuk mencuci alat-alat make up. 1.Jenis powder misal bedak dan eye shadow adalah 2 tahun 2.Cream shadows berkisar 12-18 bulan 3.Lipstik serta lip liner antara 1-2 tahun 4.Untuk make up brush bersihkan satu minggu sekali menggunakan deterjen 5.Make up spons ganti tiap-tiap minggu atau ganti saat spons telah kotor 6.Maskara berkisar 3-4 bulan 7.Eyeliner antara 3 bulan – 1 tahun terpulang dari perawatannya Semoga bermanfaat yah Ladies! |
| Ternyata, Hal-hal Ini Lho Yang Menyebabkan Wanita Rentan Terkena Depresi Posted: 17 Apr 2014 06:07 AM PDT Dokter Sehat – Wanita memang cenderung lebih emosional dibanding pria, mereka menghadapi banyak tekanan stres, baik dalam pekerjaan maupun hubungan, dan wanita juga harus menyeimbangkan hidup mereka. Inilah yang terkadang membuat wanita lebih rentan terkena depresi. Setiap wanita mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami depresi, masalah emosional memang sangat mudah membuat wanita stres. Untuk itu, para wanita harus tahu tanda-tanda depresi. berikut ini merupakan pencetus depresi pada perempuan : 1.Premenstrual Syndrome 2.Depresi pasca melahirkan 3.Masalah kesehatan 4.Stress karena faktor eksternal 5.Isu citra tubuh Selain hal-hal di atas, masalah sosial juga turut andil dalam depresi yang dialami perempuan, misalnya masalah rumah tangga, tanggung jawab dalam mengasuh anak, diskriminasi di lingkungan kerja, kehilangan pekerjaan, masalah ekonomi dan kehilangan orang yang dicintai. |
| Bahaya Pemakaian Headset Bagi Telinga Dan Otak Posted: 17 Apr 2014 05:01 AM PDT Dokter Sehat – Kebiasaan mendengarkan portable music player (PMP), seperti MP3 player, bisa membuat telinga cedera. Itu terjadi jika kita terlalu sering memakai earphone atau headphone bervolume tinggi. Berdasar penelitian, efek buruk datang jika menggunakan earphone selama lima jam dalam seminggu. Dampaknya adalah kerusakan permanen pada telinga, kemungkinan terbesar hal itu terjadi pada usia muda. Saat ini mungkin dampaknya belum terlihat, namun kelak akan terasa. Mendengarkan pemutar musik personal secara reguler dalam volume tinggi ketika muda sering kali tidak berdampak pada pendengaran. Namun, kelak kemampuan mendengar bisa menghilang, jelas salah seorang peneliti pada International Herald Tribune. Pernyataan itu diberikan sembilan peneliti dari Committee on Emerging and Newly Identified Helat Risks. Bahkan, mereka juga menyatakan bahwa risiko kehilangan pendengaran akan didapatkan di pertengahan usia 20-an. Bagaimanapun, mendengarkan musik melalui media portabel juga menimbulkan dampak lain. Musik bisa mengisolasi pendengarnya dari khalayak ramai. Ketika mengemudi, musik dapat meningkatkan risiko hilangnya pendengaran terhadap situasi sekitar.Penyebab gangguan pendengaran memang beragam. Bergantung juga pada usia seseorang. Suara terbagi atas beberapa tingkat. Suara ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 dB, sedangkan untuk anak-anak 20 sampai 40 dB. Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas 90 dB atau lebih yang masih dapat didengar manusia. Gelombang elektromagnetik berpengaruh terhadap listrik otak, namun menjadi pertanyaan seberapa besar pengaruh gelombang tersebut terhadap kerusakan otak? sampai saat ini belum ada satupun bukti medis yang kuat untuk membuktikan itu. Meskipun gelombang elektromagnetik berpengaruh terhadap otak tikus, namun tidak terbukti pada otak manusia Sampai saat ini beberapa penelitian di Eropa pada gelombang elektromagnetik terhadap tumor otak tidak dapat membuktikan efek tersebut.Mengenai pengaruh terhadap telinga, paparan musik dengan earphone dapat mempengaruhi ambang pendengaran , terutama bila dilakukan dengan volume keras dan jangka waktu lama. Beberapa cara untuk mengurangi kerusakan pendengaran adalah dengan mengurangi volume suara dan mengurangi waktu untuk mendengarkan dengan earphone. Namun seringkali juga orang-orang menggunakan earphone pada tempat-tempat yang ramai seperti stasiun kereta, terminal bus ,dsb, jadinya tanpa sadar cenderung untuk meningkatkan volume earphone lebih keras lagi. Beberapa saran untuk mengurangi efek samping misalnya menggunakan headphone yang besar (tipe yang lama), sehingga suara lebih terdistribusi dan lebih menutup suara bising dari luar dibandingkan earphone yang kecil. Tipe earbuds yang kecil mempunyai speaker kecil dengan volume besar yang diletakan di lubang telinga sudah pasti memberikan efek lebih besar pada pendengaran dibandingkan dengan headphone yang hanya ditempel pada telinga luar. Berikut efek negatif headset atau earphone untuk kesehatan tubuh : 1.Kerusakan permanen pada telinga 2.Kehilangan pendengaran di usia 20-an 3.Kerusakan otak 4.Ambang pendengaran Sejumlah peneliti menganjurkan semua perangkat suara yang menggunakan headset atau earphone untuk tidak melebihi batas 100 desibel. Mengingat suara yang ada di luar headset (suara mesin mobil, disel atau pemotong rumput) juga bisa berpengaruh pada pendengaran manusia. |
| Beberapa Gadget dan Alat Elektronik Yang Bisa Berbahaya Pada Mata Anak Posted: 17 Apr 2014 03:00 AM PDT Dokter Sehat – Ladies, jika melihat perkembangan jaman sekarang ini, bisa kita lihat begitu banyak gadget yang bisa digunakan oleh si kecil. Bahkan seorang balita ada yang sudah bisa mengoperasikan komputer. Beberapa orang tua juga banyak yang bangga dengan hal ini, padahal hal seperti ini bisa jadi berbahaya. Bagi beberapa orang, anak yang bisa mengoperasikan alat seperti komputer dan telepon gengam berarti dia sudah pintar dan bertumbuh-kembang dengan baik. Faktanya, anak yang memiliki kebiasaan seperti itu malah menjadikan dia tidak berkembang secara maksimal bahkan kesehatannya juga terancam, terutama untuk kesehatan mata. Seperti yang dilansir medimanage.com, gadget, utamanya elektronik, memiliki sinar ultra violet yang berbahaya bagi mata. Mata yang terus berkontraksi karena menatap layar gadget dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti ketegangan mata, kemerahan, penglihatan kabur, mata kering dan iritasi. Masalah penglihatan umumnya disebabkan karena kebiasaan melihat yang tidak benar seperti, melihat televisi di tempat gelap, atau menggunakan telepon genggam terlalu dekat dengan mata. Oleh sebab itu, laman yang sama melansir beberapa alat elektronik yang berpotensi bahaya seperti : 1.Handphone 2.Laptop 3.IPods 4.Video game 5.Komputer |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar