Jumat, 01 Agustus 2014

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Cara Untuk Mencegah Viral Meningitis

Posted: 01 Aug 2014 04:58 PM PDT

DokterSehat.Com – Meningitis adalah peradangan pada meninges, yaitu membran atau selaput pelindung saraf pusat yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang. Penyebab utamanya adalah virus dan bakteri. Meningitis karena virus (meningitis viral) umumnya bersifat ringan dan akan sembuh dalam jangka waktu 7–10 hari.

Akan tetapi, meningitis yang terjadi karena infeksi bakteri (meningitis bakterial) menunjukkan gejala dan tanda yang lebih serius, bahkan bisa mengancam nyawa si kecil.

Meningitis bakterial cukup banyak ditemukan, berkisar 30-50 kasus per 100.000 anak usia 0-5 tahun, dengan angka kematian yang cukup tinggi. Kalaupun meningitis tersebut dinyatakan sembuh, umumnya meninggalkan gejala sisa yaitu cacat permanen pada anak, seperti gangguan pendengaran dan saraf, epilepsi, keterbelakangan mental, dan kelumpuhan. Aduh, sungguh mengerikan!

Ada tiga penyebab meningitis bakterial, yaitu Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae tipe b, dan Neisseria meningitidis. Dari ketiga bakteri itu, Streptococcus pneumoniae (pneumokokus) yang paling sering menyerang bayi dan anak di bawah usia 2 tahun dan merupakan penyebab meningitis terparah. Bahkan, masa inkubasinya tergolong sangat cepat, sekitar 24 jam!

Bakteri pneumokokus itu sebenarnya hidup secara alami di saluran hidung dan tenggorokan manusia, tapi bila mengganas dan menyebar ke dalam darah terutama saat daya tahan tubuh melemah bisa menimbulkan penyakit berbahaya, salah satunya adalah meningitis!

Sayangnya, tidak mudah mendeteksi meningitis pada bayi. Kalau anak-anak yang lebih besar atau orang dewasa bisa mengeluhkan gejala seperti leher kaku, sakit kepala, menggigil, maka hal itu sulit ditemukan pada bayi.

Sebaliknya, bayi mungkin hanya menampakkan gejala seperti luar biasa rewel, lesu atau demam. Tanda-tanda tersebut mencakup demam, kaku pada tengkuk, enggan menyusu/mengisap karena refleks menelan berkurang, tidak nafsu makan, menangis terus menerus (melengking), lemah, gemetaran, muntah dan ubun-ubun membenjol.

Untuk mencegah hal ini terjadi, dan mencegah virus meningitis menyebar, setidaknya ada empat cara yang bisa ditempuh, yaitu :

1. Vaksinasi
Meningitis umumnya diderita anak-anak yang terinfeksi virus anak-anak seperti cacar air, polio, gondok, campak, rabies dan rubella. Jadi, mendapatkan vaksin sangat penting dilakukan sejak usia dini untuk menghindari virus penyakit tersebut sekaligus menghindari meningitis.

2. Hindari gigitan nyamuk
Karena virus dapat dibawa oleh nyamuk, maka menghindari gigitan nyamuk adalah salah satu jalannya. Anda bisa mulai dengan membasmi sarang nyamuk, membersihkan selokan dan menyemprot bagian-bagian rumah yang rawan ditinggali nyamuk.

Hindari pula pergi ke kebun saat sore menjelang senja hari, karena nyamuk biasa keluar pada jam-jam itu. Jadi, selain menghindari virus meningitis, Anda juga sekaligus mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah.

3. Cuci tangan
Menjaga kebersihan diri sendiri bisa dimulai dengan membiasakan cuci tangan hingga bersih dengan sabun atau air hangat agar terhindar dari bakteri dan virus penyakit seperti batuk, pilek, diare, dan tidak terkecuali meningitis.

4. Disinfektan
Bersinggungan dengan penderita meningitis bisa memberikan risiko besar tertular meningitis. Untuk itu, mencuci baju dengan bersih dan merendam dalam air hangat serta pembersihan dengan disinfektan bisa menjadi cara yang bisa dilakukan.

Jadi, menjaga kebersihan memang merupakan solusi tepat untuk menghindari segala penyakit, apalagi meningitis. Untuk itu, jangan ragu menerapkan kebiasaan baik mencuci tangan dan menjaga kebersihan seluruh anggota keluarga ya Ladies.

Macam-macam Gangguan Mental Pada Anak

Posted: 01 Aug 2014 03:35 PM PDT

DokterSehat.Com – Secara umum, banyak orang tua yang mengetahui bahwa selain kesehatan fisik, kesehatan mental seorang anak juga perlu mendapat perhatian. Anda mungkin juga mengetahui jenis-jenis penyakit mental seperti autisme, ADHD, schizophrenia, dan lain sebagainya. Namun apakah Anda tahu penyebab kelainan mental ini? Lalu apabila si kecil telah didiagnosis menderita salah satu gangguan mental, pengobatan macam apa yang harus dijalani? Apa tindakan Anda sebagai orang tuanya? Jika hal tersebut berada dalam benak Anda, maka luangkan sedikit waktu untuk duduk dan membaca sekilas pengetahuan tentangnya. Apa penyebab penyakit mental? Penyebab pasti dari sebagian besar penyakit mental belum dapat diketahui.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa kelainan mental disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor bawaan (genetik), biologis, trauma psikologis dan lingkungan. Berbicara mengenai faktor genetik, kelainan mental cenderung diturunkan dari orang tua ke anak sehingga apabila orang tua memiliki riwayat menderita gangguan mental, kemungkinan seorang anak menderita penyakit yang sama sangat besar. Beberapa penyakit mental juga dihubungkan dengan zat kimia yang berada dalam otak bernama neurotransmitters.

Neurotransmitters membantu sel saraf berkomunikasi satu sama lain. Apabila zat ini tidak seimbang atau tidak bekerja dengan normal, komunikasi antar saraf tidak berjalan dengan baik sehingga menyebabkan gangguan. Lingkungan dan faktor psikologis seorang anak juga memberikan sumbangan terhadap kondisi mental seseorang. Kekerasan dalam keluarga, kehilangan orang tua, serta kurangnya kasih sayang dapat menyebabkan gangguan mental pada seorang anak.

Lalu, apa saja macam-macam penyakit yang umumnya menyerang mental anak-anak?

  1. Gangguan kecemasan (anxiety didorder)
    Gangguan kecemasan masih bisa digolongkan lagi menjadi beberapa gangguan seperti fobia sosial, gannguan post-traumatik, dan obsessive compulsive disorder. Anak-anak yang mengalaminya akan merasa cemas pada suatu masalah atau kejadian tertentu yang berhubungan dengan aktifitas hariannya.
  1. Attention-deficit atau hyperactivity Disorder (ADHD)
    Anak-anak ini mengalami kesulitan untuk fokus pada suatu hal, atau sulit berkonsentrasi. Ia juga biasanya menjadi lebih pelupa dan lebih hiperaktif.
  1. Autisme
    Yang terlihat mencolok dari gangguan ini adalah sulitnya anak untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain.
  1. Gangguan makan (eating disorder)
    Contoh dari gangguan makan ini yaitu anoreksia dan bulimia dimana anak akan lebih fokus pada penurunan berat badannya sampai-sampai tidak makan atau memuntahkan kembali makanannya agar tetap atau lebih kurus.
  1. Gangguan mood (mood disorder)
    Depresi dan gangguan bipolar bisa jadi contohnya dimana anak akan merasakan kesedihan yang berlarut-larut atau pergantian mood yang cepat.
  1. Schizophrenia
    Anak menjadi sulit untuk membedakan realitas dan khayalannya sendiri

Laporan Keuangan Juli 2014

Posted: 01 Aug 2014 02:39 AM PDT

Periode laporan keuangan Yayasan DokterSehat untuk Bulan Juli 2014

Kami ucapkan terimakasih kepada para donatur sehingga DokterSehat dapat tetap beroperasional dan memberikan informasi maupun konsultasi kesehatan secara gratis

Donasi DokterSehat:

Apabila anda ingin mendukung operasional kami silakan memberikan donasi melalui rekening berikut

Via Bank Transfer
Rekening BCA 7015-1476-10 (Oscar Adam Darmawan)

Via Bitcoin
16BePyEkvUK7cWtyAct8oDPtE8c5MzmPuy

Via Dogecoin
DNBu2ft6LFJKYxsCnP2zmenRzBzB5E1CXv

No Description Debit Kredit
1 Pendapatan Iklan 300.960
2 Sumbangan dari Redaksi 4.019.040
3 Biaya Writer dan Dokter 2.820.000
4 Biaya Operasional 1.500.000
Jumlah 4.320.000 4.320.000

Tips Ampuh Untuk Menghindari Diabetes

Posted: 01 Aug 2014 01:53 AM PDT

DokterSehat.Com – Diabetes atau diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan masyarakat saat ini, banyak sebab yang bisa memicu diabetes. Salah satunya adalah pola hidup yang tak sehat.

Diabetes sendiri di sebabkan hormon insulin tidak berfungsi dengan normal dan juga sel-sel pada tubuh tidak dapat merespon insulin itu sendiri, hormon insulin berfungsi membantu menstabilkan kadar gula dalam darah anda.

Berikut ini cara menghindari diabetes :

1. Kurangi berat badan
Selain membuat bentuk tubuh Anda bagus, fitness atau kegiatan olahraga apapun yang dapat menurunkan berat badan juga akan membuat tubuh Anda sehat. Sebuah penelitian telah menemukan bahwa semakin tubuh Anda terbentuk, semakin kecil kemungkinan terkena diabetes.

Lakukanlah olahraga seperti bersepeda, berlari dan berenang. Kegiatan ini akan membakar gula di dalam darah Anda dan Akan menghindarkan Anda dari diabetes.

2. Tidur yang cukup
Jika Anda sering begadang dan hanya tidur sebentar, usahakan untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Karena menurut sebuah penelitian, jika Anda tidur kurang dari 6 jam saat malam sangat berisiko terkena diabetes. Usahakan untuk tidur selama tujuh jam agar tubuh Anda memiliki waktu yang cukup untuk istirahat.

3. Konsumsi makanan berserat
Salah satu penyebab diabetes adalah makanan yang manis-manis. Jika Anda baru saja mengonsumsinya, segeralah mengambil buah yang kaya akan serat seperti buah pir. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan nasi merah untuk diet gula ini. Mengonsumsinya sebanyak dua porsi seminggu ternyata dapat mengurangi terkena diabetes, bahkan hingga 11%.

4. Hindari stress
Stress ternyata dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, tidak terkecuali diabetes ini. Masih menurut situs yang sama, saat kita stress, bagian tubuh kita mengeluarkan zat gula. Zat gula inilah yang bisa menyebabkan diabetes.

Maka dari itu, cobalah untuk bersantai, jangan terlalu stress. Anda dapat mengurangi stress ini dengan meditasi, relaksasi atau mendengarkan music.

5. Konsumsi asam lemak omega-3
Asam lemak omega-3 ini dapat Anda temukan pada beberapa macam ikan seperti salmon dan sarden. Konsumsilah minimal satu porsi dalam seminggu. Hal ini dapat meningkatkan kerja zat yang bertugas menjaga tubuh Anda supaya tidak diabetes.

6. Konsumsi vitamin D
Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian bahwa jika Anda mengonsumsi cukup Vitamin D, peluang terkena diabetes semakin berkurang. Vitamin ini banyak terdapat di ikan yang berlemak serta olahan-olahan susu. Anda juga bisa menambah Vitamin D dengan mengonsumsi suplemen.

7. Konsumsi rempah-rempah
Jenis rempah-rempah yang disarankan di sini adalah kayu manis, karena juga ampuh dalam mengurangi kemungkinan diabetes. Kayu manis juga dapat meningkatkan kinerja insulin. Anda dapat mengonsumsinya dengan menaburi makanan Anda dengan kayu manis atau campurkan ke dalam resep makanan Anda.

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang cukup ditakuti. Namun, juga termasuk ke dalam penyakit yang cukup mudah pencegahannya, yaitu dengan melakukan hal-hal di atas. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Penyakit Mematikan Yang Mengincar Wanita

Posted: 01 Aug 2014 12:49 AM PDT

DokterSehat.Com – Ada beberapa orang peneliti yang telah melakukan penelitian bahwa ada beberapa penyakit yang sering dan kerap menghantui perempuan terutama perempuan dewasa. Hal ini dikarenakan ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal hormon, komposisi tubuh dan beberapa perbedaan lainnya. Perubahan gaya hidup adalah sumber dari penyebab melemahnya daya tahan tubuh pada wanita sekarang seperti kurangnya istirahat, suka makan makanan yang sembarangan serta kesibukan lainnya yang mengganggu kesehatan.

Dibawah ini ada beberapa penyakit berbahaya yang sering dialami oleh banyak perempuan didunia karena gaya hidupnya yang kurang sehat :

1. Serangan jantung
Meskipu penyakit ini dianggap sebagai penyakit yang kerap menyerang laki-laki, namun ternyata banyak wanita yang meninggal karena penyakit ini. Namun gejalanya berbeda, yang sering muncul biasanya adalah sesak napas, pusing, muntah-muntah dan kecapekan.

Penyakit ini disebabkan oleh metabolisme tubuh wanita. Tekanan darah, lemak dalam tubuh dan kadar gula dalam adalah biasanya jadi penyebab utama. Selain itu, menopause ternyata juga dapat menjadi pemicu dari serangan jantung.

2. Kanker payudara
Kanker payudara adalah salah satu penyebab kematian yang dialami oleh wanita. Jika terdapat mutasi atau perubahan pada gen yang tidak normal, kemungkinan hal tersebut menjadi pemicu terjadinya kanker payudara.

3. Kanker rahim
Selain payudara, organ tubuh lain wanita yang rawan terkena kanker adalah rahim. Gejala-gejala dari penyakit ini tidak begitu nampak, sehingga sulit untuk mendeteksinya. Penyakit ini dapat terjadi pada berbagai usia, namun risiko terjadinya penyakit ini semakin meningkat dengan bertambahnya usia seorang wanita.

4. Osteoporosis
Osteoporosis atau pengeroposan tulang biasa dialami wanita saat usia di atas 50 tahun. Saat di usia 65, separuh dari masa tulang wanita akan hilang. Hal itulah yang menyebabkan tulang keropos. Di usia ini, mereka dianjurkan untuk lebih sering berkonsultasi dengan dokter mengenai kesehatan tulang mereka.

5. Infeksi saluran kencing dan ginjal
Menurut MadicineNet, penyakit lain yang lebih sering menyerang wanita dibanding pria adalah infeksi saluran kencing dan ginjal. Penyakit ginjal ini merupakan penyebab utama dari darah tinggi, yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian wanita.

Itulah beberapa penyakit berbahaya yang mengincar para wanita. Menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama organ intim Anda adalah hal terbaik untuk dilakukan untuk menghindari penyakit-penyakit tersebut. Selain itu, berkonsultasi ke dokter juga sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan Anda.

Penyakit Cacing Pada Anak, Deteksi Dini dan Pencegahannya

Posted: 31 Jul 2014 11:46 PM PDT

DokterSehat.Com – Cacingan dalam istilah sehari-hari adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab cacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular.

Pantat gatal, merupakan salah satu gejala untuk jenis cacing Enterobius vermicularis. Pada spesies cacing ini, indung cacing keluar dari lubang anus, biasanya di malam hari ketika kita tidur, dan meletakkan telurnya di daerah peri-anal (sekeliling anus). Dengan menggunakan selotip, contoh telur-telur dapat diambil dan dapat dilihat dengan bantuan mikroskop untuk diagnosa.

Penyakit cacingan sering dianggap sebagai penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Padahal penyakit ini bisa menurunkan tingkat kesehatan anak. Di antaranya, menyebabkan anemia, IQ menurun, lemas tak bergairah, ngantuk, malas beraktivitas serta berat badan rendah. Gejala penyakit cacingan pun akan sulit dideteksi, jika jumlah cacing yang bersarang dalam tubuh masih sedikit.

Cara masuknya cacing ke dalam tubuh beraneka ragam. Cacing gelang yang bersarang dalam tubuh dengan jumlah telur infektif 100.000-200.000 perhari biasanya masuk melalui makanan. Untuk cacing cambuk, telur infektif yang ada di dalam tubuh sebanyak 3000-5000 dalam waktu 3-6 minggu biasanya juga masuk lewat makanan.

Sedangkan telur cacing tambang biasanya bisa berkembang dalam tubuh lewat makanan dan kulit. Telur cacing cambuk yang infektif bisanya berjumlah 9000-10.000 dalam waktu 3 hari.

Berkembangnya penyakit ini juga dipengaruhi banyak faktor mulai dari faktor iklim tropis, kebersihan tubuh, sanitasi lingkungan, sosial ekonomi dan kepadatan penduduk.

Gejala dan tanda :

- Pada kasus infeksi cacing ringan, tanpa gejala atau kadang tidak menimbulkan gejala nyata. Gejala lan yang harus dikenali adalah lesu, tak bergairah, suka mengantuk, badan kurus meski porsi makan melimpah, serta suka menggaruk-garuk anusnya saat tidur karena bisa jadi itu pertanda cacing kremi sedang beraksi.  Gangguan ini menyebabkan, kurang zat gizi, kurang darah atau anemia. Berkurangnya zat gizi maupun darah, keduanya berdampak pada tingkat kecerdasan, selain berujung anemia.  Anemia akan menurunkan prestasi belajar dan produktivitas. Menurut penelitian, anak yang kehilangan protein akibat cacing tingkat kecerdasannya bisa menurun.  Anemia kronis bisa mengganggu daya tahan tubuh anak usia di bawah lima tahun (balita).

- Tetapi pada kasus-kasus infeksi berat bisa berakibat fatal. Ascaris pada cacing dapat bermigrasi ke organ lain yang menyebabkan peritonitis, akibat perforasi usus dan ileus obstruksi akibat bolus yang dapat berakhir dengan kematian.

- Infeksi usus akibat cacingan, juga berakibat  menurunnya status gizi penderita yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga memudahkan terjadinya infeksi penyakit lain, termasuk HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria. Jenis penyakit parasit ini kecil sekali perhatiannya dari pemerintah bila dibandingkan dengan HIV/AIDS yang menyedot anggaran cukup besar, padahal semua bentuk penyakit sama pentingnya dan sikap masyarakat sendiri juga tak peduli terhadap penyakit jenis ini.

Pengobatan :

- Penanganan untuk mengatasi infeksi cacing dengan obat-obatan merupakan pilihan yang dianjurkan. Obat anti cacing Golongan Pirantel Pamoat (Combantrin dan lain-lain) merupakan anti cacing yang efektif untuk mengatasi sebagian besar infeksi yang disebabkan parasit cacing.

- Intervensi berupa pemberian obat cacing ( obat pirantel pamoat 10 mg / kg BB dan albendazole 10 mg/kg BB ) dosis tunggal diberikan tiap 6 bulan pada anak SD dapay mengurangi angka kejadian infeksi ini pada suatu daerah.

- Paduan yang serasi antara upaya prevensi dan terapi akan memberikan tingkat keberhasilan yang memuaskan, sehingga infeksi cacing secara perlahan dapat diatasi secara maksimal.

9 Tips Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Anda

Posted: 31 Jul 2014 10:28 PM PDT

DokterSehat.Com – Ginjal adalah satu dari beberapa organ vital dalam tubuh yang berfungsi sebagai sistem ekskresi pada manusia. Di dalam tubuh terdapat sepasang ginjal yang letaknya berada di daerah dekat pinggang. Ukuran panjang satu organ ginjal manusia sekitar 10 cm dan kisaran berat lebih dari 200 gram.

Ginjal sangat berperan penting dalam mengatur keseimbangan asam-basa, pengaturan tekanan darah, merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah, membantu mempertahankan kalsium untuk tulang. Begitu besarnya peran ginjal bagi tubuh kita, kita harus menjaga kesehatan ginjal kita. Berikut adalah tips cara menjaga kesehatan ginjal:

1. Mengatur pola makan

Ini merupakan tips ampuh menjaga dan merawat kesehatan ginjal anda. Pilihlah makanan seperti buah-buahan, sayur-sayuran yang di tanam dengan tanpa pupuk kimia (organik) serta jauhilah makanan olahan, kurangi konsumsi garam berlebih, serta konsumsilah ikan atau daging putih tanpa lemak.

2. Aktif Bergerak

Ginjal Anda bisa dijaga dengan cara yang paling mudah, yaitu beraktivitas fisik. Anda harus aktif bergerak dan jangan bermalas-malasan, karena kesehatan Anda bisa terjaga hanya dengan terbiasa menggerakkan badan.

3. Jaga Berat Badan

Perut bergelambir akibat tumpukan lemak bisa menurunkan rasa percaya diri Anda jika sedang bercengkrama dengan teman. Selain mempengaruhi keadaan emosional Anda berat badan yang berlebih (apalagi obesitas) sangat tidak baik untuk kesehatan karena organ tubuh akan bekerja lebih keras untuk mengikis tumpukan lemak tersebut, termasuk ginjal yang lama kelamaan akan membuatnya menjadi lemah kinerjanya.

4. Jauhi Alkohol dan Hindari Rokok

Tembakau yang Anda hisap sehari-hari akan merusak paru-paru dan juga ginjal. Selain itu rokok (dan juga alkohol) juga menjadi penyebab utama tubuh Anda terserang berbagai penyakit mengerikan, salah satunya ginjal.

5. Kontrol Tekanan Darah

Penyakit ginjal dipicu dari tekanan darah yang tinggi. Selama lima tahun terakhir di peroleh data dari IRR yang membeberkan bahwasanya sebanyak 35% penyakit ginjal disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi.

6. Minumlah Air Putih

Minumlah air putih 6-8 gelas sehari. Ini sangat baik untuk menjaga dan merawat kesehatan ginjal Anda.

7. Hindari Stres

Stres yang menyerang Anda membuat tekanan darah menjadi naik dan seperti yang sebelumnya dijelaskan, jika tekanan darah tinggi maka risiko Anda terserang penyakit ginjal pun menjadi lebih besar.

8. Rajin Berolahraga

Rajin berolahraga merupakan tips paling mudah untuk menjaga kesehatan ginjal anda. dalam hal ini bisa dilakukan seperti jalan kaki atau berlari setiap pagi.

9. Menghindari Beberapa Obat Antibiotic dan Anti Nyeri

Usahakan tidak mengkonsumsi atau bahkan menghindari beberapa obat antibiotic dan anti nyeri. Ini dikarenakan dapat merusak ginjal Anda atau konsultasikan tentang penggunaan obat tersebut kepada dokter spesialis terlebih dahulu.

Kesehatan menjadi harta yang tak ternilai harganya bagi kita. ini dapat kita rasakan diwaktu kondisi sakit. Sebab jika kita sakit akan menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itulah, kita harus tetap menjaga kesehatan tubuh kita.

Tahi Lalat dan Kanker Kulit Melanoma

Posted: 31 Jul 2014 09:37 PM PDT

DokterSehat.Com – Penyebab pasti melanoma masih belum diketahui, tetapi bisa dikenali faktor resiko yang menyertai. Melanoma disebabkan oleh kontak ke matahari, risiko Genetik faktor juga mempengaruhi terjadinya melanoma. Manusia berkulit putih yang kebanyakan kena melanoma daripada kulit berwarna lainnya. Sedangkan orang yang hidup di iklim yang bercahaya matahari tinggi berisiko lebih tinggi.

Faktor resiko terjadinya melanoma adalah riwayat keluarga yang menderita melanoma, rambut merah atau pirang , adanya tahi lalat atipik multipel (tanda lahir), terdapat keratosis aktinik pre-kanker atau Frekels (bintik-bintik coklat) yang sangat jelas di punggung bagian atas. Faktor resiko lainnya adalag mengalami serangan lepuhan akibat luka bakar sinar matahari sebanyak 3 kali atau lebih sebelum berusia 20 tahun.

Tanda melanoma

Melanoma dapat muncul di manapun pada tubuh, namun paling sering ditemukan di punggung, pantat, kaki, kulit kepala, leher, dan belakang telinga. Berikut adalah tanda-tanda perubahan pada tahi lalat yang perlu Anda waspadai :

  1. Terasa gatal dan menyakitkan.
  1. Ukurannya membesar atau penampilannya semakin tidak teratur, terutama di pinggiran.
  1. Perubahan warna, terutama jika menjadi lebih gelap atau belang.
  1. Perdarahan spontan.
  1. Ada perubahan warna kulit di sekelilingnya.

Jika Anda melihat gejala-gejala di atas, Anda harus mengonsultasikannya kepada dokter kulit untuk diperiksa.

Tahi lalat yang berisiko

Beberapa jenis tahi lalat berikut lebih beresiko dibandingkan lainnya untuk menjadi kanker :

  1. Tahi lalat besar yang merupakan bawaan lahir.
  1. Tahi lalat besar dan bentuknya tidak teraturan. Tahi lalat ini cenderung diwariskan dan biasanya memiliki pusat berwarna coklat gelap dan terang dengan perbatasan tidak merata.
  1. Tahi lalat berjumlah 20 atau lebih.

Diagnosis melanoma

Dokter mungkin akan meminta informasi tentang perkembangan tahi lalat Anda serta riwayat keluarga untuk menilai risiko Anda. Risiko melanoma meningkat bila Anda memiliki keluarga yang juga terkena penyakit tersebut.

Jika dokter mencurigai melanoma, eksisi biopsi mungkin dilakukan. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan pisau bedah kecil atau gunting untuk mengambil sebagian jaringan tahi lalat untuk diteliti di laboratorium.

Operasi

Tahi lalat kecil dan relatif tidak berbahaya dapat dihilangkan dengan gas cair yang bersifat membekukan atau dengan mengoleskan suatu zat yang memiliki efek yang sama. Untuk lesi yang lebih besar mungkin perlu dibuang melalui bedah/operasi. Bedah ini relatif sederhana dan biasanya dilakukan di bawah bius lokal. Daerah sekitar lesi akan benar-benar mati rasa tetapi Anda tetap sadar. Dalam beberapa kasus, bius total mungkin diperlukan jika pengangkatan tahi lalat diduga memakan waktu lama atau sulit. Bila pembedahan dilakukan dengan laser maka tidak diperlukan bius karena tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien hanya akan merasakan sensasi kesemutan selama prosedur operasi.

Prosedur bedah tahi lalat sangat aman dan sebagian besar tidak memiliki efek samping selain mungkin dari obat bius. Namun, jika lesi cukup besar maka Anda dapat memiliki bekas luka permanen. Tahi lalat biasanya tidak tumbuh kembali setelah diangkat.

Cara Pengobatan Radang Sendi

Posted: 31 Jul 2014 08:30 PM PDT

DokterSehat.Com – Pada kebanyakan kasus penyakit radang sendi umumnya menyerang usia lanjut, akan tetapi sekarang usia dewasa pun sudah banyak yang terserang penyakit radang sendi ini. Untuk gejala dari penyakit nyeri sendi ini dapat dilihat dari berbagai segi seperti : merasa tidak nyaman ketika dipegang, bengkak, peradangan, kaki dan pembatasan gerakan. Nyeri sendi tidak selalu menandakan penyakit reumatik, karena selain nyeri sendi, reumatik juga dapat mempengaruhi otot dan tendon (tempat melekatnya otot), yang mungkin tidak bengkak tetapi tetap sakit. Pada umumnya ada banyak jenis reumatik, namun yang paling umum yaitu osteoarthritis, rematik dan asam urat.

Penyebab dasar radang sendi :

  1. Kondisi PH darah yang asam.
  1. Toksisitas dalam darah.
  1. Alergi susu (Bukti secara klinis menunjukkan bahwa penyebab terbesar adalah alergi.
  1. Seseorang yang alergi susu akan mendapatkan nyeri sendi jika mengkonsumsi susu).
  1. Stres.

Diperkirakan kasus Rheumatoid Arthritis diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia, pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah.

Pengobatan psoriatic arthritis :

  • Minyak ikan
    Minyak ikan dapat sedikit mengurangi protein yang terlibat dalam peradangan,” kata Eric L. Matteson, MD, ketua rheumatology di Mayo Clinic, di Rochester, Minn yang menyarankan penderita psoriatic arthritis untuk mengonsumsi 2.000-3.000 mg per hari, jika dibutuhkan.

    Dr. Fiocco mencatat bahwa populasi Eskimo memiliki insiden lebih rendah dari arthritis dan rematik psoriatis jika dibandingkan dengan kelompok lain. Genetika mungkin dapat memainkan peran, tetapi hal tersebut juga dapat dihubungkan dengan diet tinggi asam eicosapentaenoic atau minyak ikan. Diet tinggi asam eicosapentaenoic atau minyak ikan kemungkinan dapat membantu pengobatan psoriatic arthritis.

  • Akupunktur
    Akupunktur telah berhasil meringankan hampir semua bentuk radang sendi, termasuk psoriatis arthritis, akupunktur memang tidak membantu pengobatan psoriatis arthritis secara langsung. Namun, beberapa orang mengatakan bahwa akupunktur dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh radang sendi. Hasil terbaik telah dilaporkan mengenai efek akupunktur untuk radang sendi lutut, kata Dr Matteson.
  • Kunyit
    Kunyit dapat meringankan gejala Psoriatic arthritis. Hal tersebut dikarenakan kunyit memiliki efek pada pengurangan protein inflamasi tertentu. Beberapa pasien psoriatis arthritis mungkin mendapatkan efek positif dari kunyit, namun efeknya sangat ringan dan sulit untuk diukur, kata Dr. Matteson.

    Beberapa orang memang telah mencoba kunyit dengan tujuan untuk meringankan gejala psoriatis arthritis yang mereka alami, namun umumnya mereka tidak menyadari efeknya.

  • Kulit pohon Willow
    Kulit pohon Willow kadang-kadang disebut sebagai aspirin herbal. Kulit pohon Willow mengandung salisin, yang merupakan bahan kimia yang mirip dengan aspirin (asam asetilsalisilat). Sebuah penelitian pada tahun 2001 menemukan bahwa ekstrak kulit pohon willow setara dengan dosis 240 mg salisin sehari. Penelitian tersebut dilakukan pada kelompok placebo dan kelompok pasien dengan osteoarthritis, yang terdiri dari 78 orang.
  • Vitamin D
    Berdasarkan studi pada tahun 2011, kekurangan vitamin D adalah umum terjadi pada orang dengan psoriatic arthritis. Namun, kekurangan vitamin D yang biasa terjadi pada pasien psoriatic arthritis, belum diketahui penyebabnya secara jelas. Mungkin hal tersebut disebabkan karena pasien psoriatic arthritis banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, sehingga paparan sinar matahari untuk tubuh kurang dan menyebabkan kekurangan vitamin D.

    Namun penelitian yang lain mengatakan bahwa, kadar vitamin D tampaknya tidak mempengaruhi aktivitas penyakit psoriatic arthritis. Pada sebuah penelitian dari 10 pasien yang mengonsumsi vitamin D, terdapat 7 orang yang mengalami penurunan nyeri sendi. Tetapi dalam penelitian tersebut tidak ada kelompok plasebo untuk perbandingan. Masih perlu dilakukan banyak penelitian untuk membuktikan kegunaan vitamin D untuk penderita psoriatic arthritis.

  • Vitamin K
    Vitamin K banyak ditemukan dalam sayuran berdaun hijau seperti kangkung, bayam, dan brokoli, minyak canola, dan zaitun. Dari hasil penelitian dikatakan bahwa, rendahnya kadar vitamin K dikaitkan dengan osteoarthritis yang lebih parah dalam kelompok yang terdiri hampir 700 pasien.

    Namun, belum jelas apakah vitamin K dapat membantu osteoartritis, artritis, dan psoriatis. Tetapi tidak ada salahnya untuk mengonsumsi sayur-sayuran yang berdaun hijau secara cukup.

  • L-carnitine
    L-carnitine berasal dari asam amino, carnitine terlibat dalam metabolisme lemak dan ditemukan pada hampir semua sel tubuh. Orang sehat pada umumnya menghasilkan cukup carnitine dari tubuh sendiri, dan carnitine tidak dianggap sebagai nutrisi esensial.

    Beberapa ahli mengatakan bahwa, mungkin carnitine bermanfaat bagi orang dengan psoriatic arthritis, tetapi belum terbukti. Sebagai contoh, pada seorang pria 36 tahun yang diberikan L-carnitine, mengalami penurunan nyeri lutut yang terkait dengan psoriatis arthritis, namun pada penelitian ini tidak disertai kelompok placebo untuk pembanding.

  • Vitamin B12
    Dari hasil penelitian dikatakan bahwa kekurangan vitamin B12 lebih umum pada orang dengan psoriatis arthritis dibandingkan dengan orang yang tidak menderita penyakit tersebut. “Tetapi seperti vitamin D, vitamin B12 tampaknya tidak menjadi pilihan pengobatan utama,” kata Dr. Fiocco.

Vitamin B12 banyak ditemukan dalam kerang, ikan, sereal, dan yogurt.

Radang Gusi

Posted: 31 Jul 2014 07:26 PM PDT

DokterSehat.Com – Radang gusi atau dalam dunia kedokteran disebut gingivitis, umumnya disebabkan oleh kotornya gigi. Radang gusi juga bisa disebabkan karena kesalahan dalam menggosok gigi. Di luar dua sebab tersebut, masih ada sebab-sebab sekunder lainnya. Namun yang jelas, kengganan untuk menjaga kebersihan gigi mutlak menjadi awal mula radang gusi.

Tanpa disadari, sebagian orang menganggap enteng sariawan dan penyakit rongga mulut lainnya seperti bau napas tak sedap hingga gusi berdarah dan gigi berlubang, sariawan oleh banyak orang dikenal sebagai luka pada selaput lendir di daerah mulut.

Umumnya, luka di daerah mulut tidaklah dalam. Jika tidak dibarengi dengan komplikasi karena infeksi oleh kuman yang lebih ganas, sariawan akan sembuh sendiri tanpa bekas. Infeksi ini biasanya dimulai dengan munculnya gelembung berisi cairan di mulut. Gelembung ini bisa pecah dan membentuk luka yang akan terasa nyeri.

Padahal, penelitian terakhir menunjukkan adanya kaitan erat antara bertumpuknya bakteri di rongga mulut dengan penyakit berat lain, seperti diabetes, serangan jantung, infeksi darah, hingga soal bayi dengan berat tidak memadai. Radang gusi diakui menjadi faktor utama kasus gigi tanggal dan kerusakan jaringan penyangga gigi. Semakin lama plak dan bakteri-bakteri yang bersemayam di gigi itu akan menyebabkan radang gusi yang disebut gingivitis.

Gejala

Pada gingivitis simplek, gusi tampak merah, bukan pink. Gusi membengkak dan mudah digerakkan. Jika penderita menggosok gigi atau makan, gusi seringkali berdarah. Jika gingivitisnya berat, maka pada saat bangun pagi bantal akan dipenuhi oleh bercak darah, terutama jika pada saat tidur penderita bernafas melalui mulutnya.

Gingivostomatitis herpetik akut merupakan infeksi virus pada gusi dan bagian mulut lainnya, yang menimbulkan nyeri. Gusi tampak berwarna merah terang dan terdapat banyak luka terbuka yang berwarna putih atau kuning di dalam mulut.

Gingivitis pada leukemia merupakan tanda awal dari leukemia pada sekitar 25% penderita anak-anak, penyusupan (infiltrasi) sel-sel leukemia ke dalam gusi menyebabkan gingivitis dan berkurangnya kemampuan untuk melawan infeksi akan semakin memperburuk keadaan ini. Gusi tampak merah dan mudah berdarah.

Perdarahan seringkali berlanjut sampai beberapa menit atau lebih karena pada penderita leukemia, darah tidak membeku secara norma.

Hasil survei WHO menunjukkan, hampir 90% penduduk di dunia pernah terkena penyakit gingivitis (radang gusi). Rasa tidak nyaman merupakan gangguan umum yang dirasakan. Terutama, akibat aroma mulut yang tidak sedap serta rasa nyeri saat mengunyah makanan.

Untuk mencegah dan mengatasinya, dianjurkan untuk :

  1. Rutin membersihkan karang gigi, minimal 6 bulan sekali, karang gigi yang bertumpuk merupakan sarang berjuta bakteri penyebab radang.
  1. Segera menambal gigi berlubang karena lubang tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri penyebab infeksi di gusi.
  1. Bila mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi radang gusi, sebaiknya harus dihabiskan sesuai petunjuk dokter. Bila tidak, bakteri penyebab infeksi justru akan makin kebal dan lebih mudah mengoyak gusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar