Senin, 24 Maret 2014

Sehat Negeriku! - Menkes Kunjungi Poltekkes dan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou di Manado

Sehat Negeriku! - Menkes Kunjungi Poltekkes dan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou di Manado


Menkes Kunjungi Poltekkes dan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou di Manado

Posted: 24 Mar 2014 01:12 AM PDT

Di sela-sela rangkaian kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2014 Regional Timur, Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, melakukan kunjungan kerja  ke Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Manado untuk meresmikan Gedung Jurusan Kebidanan, Analis Kesehatan dan Laboratorium Gizi. Pada kesempatan yang sama, Menkes juga meresmikan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Manado, serta Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Manado, Senin (24/3).

Kementerian Kesehatan mempunyai berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai penjuru Tanah Air untuk memberikan berbagai pelayanan di bidang kesehatan kepada masyarakat, diantaranya Poltekkes, KKP, BTKL-PP. Poltekkes bertugas menyediakan tenaga kesehatan yang diperlukan Pembangunan Kesehatan dalam jumlah dan jenis yang diperlukan dengan mutu terbaik, agar mereka mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat, serta terdistribusi adil dan merata ke seluruh Tanah Air. Sedangkan, KKP bertugas melakukan pencegahan, deteksi dini, dan respon cepat untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari penyebaran penyakit menular, pencemaran bahan kimia, dan pencemaran radio aktif, terutama dari luar negeri, yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia atau public health emergency of international concern (PHEIC). Sementara BTKL-PP berperan melaksanakan surveilans berbasis laboratorium melalui pemantauan kualitas media lingkungan yang merupakan faktor risiko penyakit menular dan tidak menular.

Pada kesempatan tersebut, Menkes meminta agar mutu pelayanan seluruh UPT Kementerian Kesehatan di Tanah Air selalu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Menkes juga meminta agar seluruh UPT Kementerian Kesehatan mendukung suksesnya pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN yang telah dicanangkan pada 1 Januari 2014.

Guna meningkatkan mutu pelayanan, Menkes memberikan pengarahan agar Poltekkes Kemenkes RI melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Menjadikan setiap Poltekkes Kemenkes sebagai benchmark institusi pendidikan vokasi lain dan menggerakkan Poltekkes untuk berperan dalam produksi tenaga kesehatan yang bermutu dengan kompetensi  terbaik; 2) Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan guna meningkatkan mutu tenaga kesehatan; dan 3) Mengembangkan Dosen Poltekkes dengan kualifikasi sesuai aturan yang berlaku.

Usai kegiatan peresmian, Menkes meyerahkan Surat Keputusan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, menjadi RS Tipe B Pendidikan kepada Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, dr. Maxi R. Rondonuwu, DHSM, MARS, dan berdialog dengan jajaran direksi dan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

Rakerkesnas 2014 Regional Timur Dimulai

Posted: 23 Mar 2014 06:08 PM PDT

Pembangunan kesehatan nasional banyak mengalami peningkatan, namun upaya keras dari seluruh jajaran kesehatan dari berbagai tingkatan untuk mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) 2015 sangat dibutuhkan, mengingat waktu pencapaian yang hanya tinggal satu tahun lagi.

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, pada pembukaan kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2014 Regional Timur yang diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, Minggu malam (23/3). Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Sinyo Hary Sarundajang, yang dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap pembangunan kesehatan.

Rakerkesnas 2014 mengusung tema “Pemantapan Pembangunan Kesehatan Menuju Masyarakat Sehat Mandiri dan Berkeadilan". Rangkaian kegiatan Rakerkesnas 2014 diawali di Bali untuk regional tengah (16-19 Maret 2014), dilanjutkan ke Manado untuk regional timur (23-26 Maret 2014) dan terakhir di Jakarta untuk regional barat (31 Maret-3 April 2014). Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergisme antara pusat dan daerah dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan kesehatan tahun 2014, guna mewujudkan visi masyarakat yang sehat, mandiri dan berkeadilan. Selain itu, pertemuan ini juga untuk mengidentifikasi masalah terkait pelaksanaan pembangunan kesehatan, terutama percepatan pembangunan MDGs di bidang kesehatan dan penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Peserta dalam Rakerkesnas 2014 regional timur merupakan perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenkes, jajaran Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, serta seluruh stakeholders yang berperan dalam pembangunan kesehatan yang berasal dari 10 Provinsi, yaitu: Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

"Bukan hanya mengevaluasi pekerjaan rumah (PR) terkait capaian MDGs 2015, tetapi juga jajaran kesehatan dan seluruh stakeholder terkait sudah harus mulai memikirkan agenda pasca MDGs 2015", tutur Menkes.

Usai memberikan pengarahan kepada seluruh peserta pertemuan, pada kesempatan tersebut, Menkes mencanangkan kembali "Studi Diet Total 2014" dan "E-Watch Alat Kesehatan (Alkes)", yang sebelumnya telah dicanangkan secara resmi pada Rakerkesnas Regional Tengah tahun 2014 di Denpasar, Bali (16/3).

Pencanangan Studi Diet Total 2014 ditandai dengan pemasangan rompi kepada perwakilan peneliti. Studi Diet Total 2014 merupakan penelitian kesehatan masyarakat yang akan dilakukan dalam 2 tahap di 34 Provinsi (498 Kab/Kota). Studi ini dilakukan untuk menentukan tingkat keterpaparan  zat kimia  berbahaya dalam makanan penduduk, dengan cara menganalisa makanan melalui analisis cemaran kimia makanan (ACKM) yang merupakan representatif diet masyarakat Indonesia.

“Tahun ini, pilot project Studi Diet Total 2014 akan dilaksanakan di DI Yogyakarta”, kata Menkes.

E-Watch Alkes atau sistem pengawasan alat kesehatan secara nasional yang dibangun oleh Kementerian Kesehatan RI merupakan suatu sistem pelaporan elektronik dari  kejadian yang tidak diinginkan akibat penggunaan akes di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes). Hasil pelaporan akan ditindaklanjuti oleh  Tim Pengawas Nasional  Alkes dan menjadi informasi untuk pertimbangan dalam pengadaan alat kesehatan di Fasyankes.

“E-Watch Alkes merupakan inovasi yang bermanfaat guna mewujudkan alat kesehatan yang aman, bermutu, bermanfaat, tepat guna dan terjangkau”, tambah Menkes.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, selaku Ketua Panitia Rakerkesnas 2014, menambahkan bahwa kegiatan Rakerkesnas terbagi menjadi 2 bagian. Pertama adalah berisi tentang penyajian best practice dari dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas sebagai lesson learned untuk percepatan pencapaian target pembangunan kesehatan. Bagian kedua adalah sidang komisi yang akan dibagi menjadi 5 (lima) sidang komisi, membahas berbagai isu kesehatan dan masukan kebijakan kesehatan terhadap percepatan pencapaian MDGs, UKP, UKM dan rancangan RPJMN 2015-2019. Pada Rakerkesnas juga diselenggarakan Pameran Pembangunan Kesehatan 2014 yang diikuti oleh Dinas Kesehatan Provinsi, Unit Utama di lingkungan Kemenkes, Badan POM, BKKBN, BPJS Kesehatan dan lembaga donor  yang peduli terhadap pembangunan kesehatan.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar