Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
| Penyakit Preeklampsia Saat Kehamilan Menyebabkan Kematian Posted: 25 Mar 2014 09:15 PM PDT Dokter Sehat – Preeklampsia adalah salah satu kondisi medis dengan Gejala hipertensi saat kehamilan, beberapa ibu mempunyai resiko Preeklampsia saat Kehamilan, dengan tanda tingginya tekanan darah yang lebih dari 140/90 mmHg, tungkai bawah bengkok berlebihan dan adanya protein dalam urin (Proteinuria). Preeklampsia merupakan penyebab kematian nomer dua terhadap Ibu Hamil setelah pendarahan. Pada dasarnya istilah preeklampsia, dalam dunia kedokteran sudah tidak digunakan lagi. Para dokter saat ini menyebutnya gestosis (penyakit yang hanya terjadi saat kehamilan). Preeklampsia dapat terjadi pada Usia kehamilan 20 minggu atau mendekati saat kelahiran, dan berefek buruk pada system kekebalan tubuh termasuk pada plasenta yang menyediakan zat gizi bagi janin. Gejala preeclampsia : 1.Riwayat keluarga 2.Umur 3.Banyaknya bayi yang dikandung 4.Obesitas 5.Kurang vitamin D 6.Memiliki kadar protein tinggi 7.Diabetes Preeklampsia berbahaya karena dapat mempengaruni seluruh organ tubuh ibu hamil, misalnya Otak, Paru-Paru, Jantung, Ginjal, mata dan sistem darah. Kelainan ini juga akan berakibat buruk pada janin, karena bisa menyebabkan Janin kekurangan nutrisi dan oksigen. Hal ini disebabkan karena pembuluh darah yang menyalurkan darah ke plasenta menyempit. Kurangnya nutrisi dan oksigen yang didapatkan janin menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan menyebabkan bayi lahir dengan berat badan ang rendah, kelahiran prematur, biru saat dilahirkan (asfiksia), dan kelainan lain pada janin. Bila mengalami hal tersebut, segeralah berkonsultasi ke dokter karena Preeklampsia bisa sangat serius. Penyakit Preeklampsia bisa diketahui dengan pasti, setelah pada pemeriksaan didapatkan ibu hamil mengalami hipertensi, bengkak, dan adanya protein dalam urin. Preeklampsia pada Trimester II akan membuat dokter melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah benar Preeklampsia atau menderita lupus epilepsy (ayan) dan lainnya, dokter juga akan mencari tahu faktor penyebab apakah terjadi kehamilan kembar, kehamilan palsu/anggur (mola) akan mengalami kekentalan darah. Agar Anda tidak terkena penyakit apapun selama kehamilan, termasuk pre-eklampsia, tidak ada salahnya untuk melakukan perawatan prenatal sejak dini secara teratur. Namun, bila Anda memang telah mengidap pre-eklampsia, Anda dapat menanganinya lebih cepat. Anda dapat melakukan beberapa tes berikut ini untuk meminimalisir resiko komplikasi. 1.Tes darah 2.Tes urine 3.USG janin 4.Uji nonstress atau profil biofisik Apabila Anda telah didiagnosis mengidap penyakit pre-eklapmsia tetapi masih tergolong ringan dan masih jauh dengan waktu kelahiran, dokter hanya merekomendasikan untuk istirahat di tempat tidur (bedrest) guna menurunkan tekanan darah, meningkatkan aliran darah ke plasenta, dan memberikan waktu bayi Anda untuk tumbuh dewasa. Namun, apabila penyakit pre-eklampsia yang Anda derita semakin memburuk, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mengonsumsi jenis obat di bawah ini : 1.Obat untuk menurunkan tekanan darah 2.Kortikosteroid 3.Obat anticonvulsive Namun, bila waktu melahirkan sudah dekat dan Anda masih mengidap penyakit pre-eklampsia yang tergolong parah, dokter akan merekomendasikan untuk segera melahirkan bayi Anda. Pada saat melahirkan, Anda mungkin akan diberikan magnesium sulfat intravena untuk meningkatkan aliran darah rahim dan mencegah kejang. Dokter Anda mungkin merekomendasikan kelahiran sesar jika persalinan inducing sulit dilakukan akibat usia kehamilan dari si bayi. Semakin dini usia kehamilan, tenaga untuk merangsang lebih sulit dilakukan. |
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar