Jumat, 25 Juli 2014

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Bahaya Tidur Setelah Makan

Posted: 25 Jul 2014 04:13 PM PDT

DokterSehat.Com – Terasa nikmat memang setelah kita makan malam, namun tahukah anda jika langsung tidur setelah makan bisa memberikan berbagai efek buruk bagi kesehatan? Langsung tidur setelah makan memang terasa sangat enak, bagaimana tidak? setelah kenyang makan langsung tidur untuk berisitirahat.

Namun sebaiknya anda mulailah untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu, karena langsung tidur setelah makan bisa menyebabkan berbagai gangguan bagi tubuh anda, hingga stroke bisa anda dapatkan bila anda tidak mengubah kebiasaan ini.

Berikut bahaya yang bisa ditimbulkan jika langsung tidur setelah makan :

  1. Berat badan naik
    Untuk menurunkan berat badan, kamu harus membakar kalori lebih banyak dari kalori yang masukke tubuh, makan larut malam sangat berbahaya karena bisa membuat tubuh menumpuk lemak lebih banyak. Jika kamu lapar tengah makan, sebaiknya cobalah mengisi perut dengan makanan sehat seperti salad dan buah, bukan makanan tinggi kalori seperti kue atau pizza.
  1. Rasa panas di dada
    Berbaring setelah makan mungkin akan membuat merasa baik pada awalnya, tapi sementara tubuh beristirahat, sistem pencernaan akan bekerja keras. Langsung tidur setelah makan bisa memicu sakit maag, yang disebabkan oleh kelebihan asam lambung sehingga menimbulkan rasa panas yang menyebar naik dari perut ke dada dan kadang sampai tenggorokan.
  1. Refluks asam
    Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup sepanjang jalan, hal ini memungkinkan asam lambung untuk kembali ke tenggorokan, yang menyebabkan sensasi terbakar. Berbaring ke sisi kanan setelah makan dapat memperburuk kondisi ini.
  1. Stroke
    Langsung tidur setelah makan juga dapat meningkatkan peluang untuk mengalami stroke, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Ioannina Medical School di Yunani. Penelitian yang difokuskan pada 500 orang sehat, menemukan bahwa orang yang menunggu paling lama antara makan dan tidur berada di risiko terendah mengalami stroke.

Teori pertama menyebutkan hal ini terjadi karena refluks asam lebih mungkin menyebabkan apnea tidur, yaitu henti napas saat tidur yang dapat meningkatkan risiko stroke. Teori lain menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena sistem pencernaan bekerja keras sehingga dampaknya meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah dan mungkin juga mempengaruhi kolesterol yang meningkatkan peluang stroke. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Apa sih Penyebab bayi stress?

Posted: 25 Jul 2014 02:08 AM PDT

DokterSehat.Com – Bayi adalah makhluk mungil yang harus dimengerti kebutuhannya, karena ia belum bisa mengatakan apa yang menjadi keinginannya. Memahami bayi bukanlah hal yang mudah, namun seorang ibu harus bisa melakukanya.

Adakalanya bayi Anda merengek terus, namun upaya yang Anda lakukan, seperti memberinya makan, minum, atau meninabobokkan justru membuatnya semakin rewel. Kalau sudah begitu, tentunya Anda pasti kebingungan harus berbuat apa. Jika bayi Anda rewel bukan karena ngantuk atau lapar, Anda harus mengecek suhu tubuhnya. Jika suhu tubuhnya juga normal, ada kemungkinan jika bayi Anda mengalami stress. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara meredakan stress pada bayi agar permasalahan segera teratasi.

Stress pada bayi sangat berbeda dengan stress pada orang dewasa. Stress pada bayi biasanya dikarenakan ia merasa bosan dan tidak nyaman. Sebelum Anda mengetahui bagaimana cara meredakan stress pada bayi, kenali dulu gejala dan penyebab stress pada bayi.

Gejala stress pada bayi

1. Bayi merengek dan menangis.

2. Bayi terlihat murung dan tidak ceria.

3. Tidurnya tidak nyenyak dan terlihat gelisah.

4. Adanya perubahan kondisi fisik, misalnya berat badang berkurang akibat susah makan, adanya alergi, dan lain-lain.

5. Minta digendong terus sama ibunya atau pengasuhnya dan tidak mau dilepas.

Beberapa penyebab bayi mengalami stress

1. Kebutuhannya tidak terpenuhi dengan baik. Misalnya ketika ia merasa lapar atau haus namun Anda tidak segera memenuhi kebutuhan makan dan minumnya. Terlebih ketika si bayi sering Anda tinggal dalam waktu yang cukup lama untuk bekerja.

2. Kondisi keluarga yang tidak kondusif. Misalnya ketika ayah dan ibu sering bertengkat atau berbicara dengan nada keras dan kasar. Meskipun bayi belum mengarti apa yang sebenarnya terjadi namun secara psikologis ia akan terganggu. Padahal di usianya yang masih kecil ia membutuhkan kasih sayang dari keduanya dan kondisi rumah yang hangat.

3. Masalah kesehatan. Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa saja menjadi penyebab bayi mengalami stress. Ia merasakan sakit pada bagian tertentu tubuhnya namun ia tidak mampu mengungkapkannya. Nah jika kemudian Anda atau pengasuh bayi kurang peka terhadap masalah ini bayi biasa saja mengalami stress.

4. Sering berganti – ganti lingkungan. Misalnya sering pindah rumah atau berganti – ganti pengasuh. Lingkungan baru yang ia dapatkan belum tentu akan ia terima dengan baik. Ia memerlukan waktu adaptasi untuk dapat mengenal dan menyatu dengan lingkungan barunya. Nah dalam masa adaptasi inilah ia riskan terhadap stress.

Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat!

 

Eksim ( Eczema, Dermatitis )

Posted: 25 Jul 2014 01:47 AM PDT

DokterSehat.Com – Eczema atau eksim adalah kelainan kulit kronis yang sangat gatal, umum dijumpai, ditandai oleh kulit yang kering, inflamasi dan eksudasi, yang kambuh-kambuhan. Kelainan biasanya bersifat familial, dengan riwayat atopi pada diri sendiri ataupun keluarganya. Atopi ialah kelainan dengan dasar genetik yang ditandai oleh kecenderungan individu untukmembentuk antibodi berupa imunoglobulin E (IgE) spesifik bila berhadapan dengan alergen yang umum dijumpai, serta kecenderungan untuk mendapatkan penyakit-penyakit asma, rhinitis alergika dan DA, serta beberapa bentuk urtikaria.

Dalam kehidupan sehari-hari, eksim (dermatitis atopik) merupakan peradangan menahun pada lapisan atas kulit yang menyebabkan rasa gatal, seringkali terjadi pada penderita rinitis alergika atau penderita asma dan pada orang-orang yang anggota keluarganya ada yang menderita rinitis alergika atau asma.

Eksim merupakan peradangan pada lapisan kulit, baik di lapisan epidermis maupun dermis. Seperti diketahui, kulit terdiri dari tiga lapisan, lapisan jangat (epidermis), dermis, dan jaringan subkutis. Epidermis sebagai lapisan paling atas terbentuk pada usia kehamilan 5-6 minggu. Setidaknya, sekitar 28 hari sekali kulit akan berganti dengan kulit baru. Selain itu, terdapat sel pigmen yang melindungi tubuh dari efek sinar matahari.

Tanda-tanda eksim, antara lain, kulit kemerah-merahan, kulit kering, basah, atau tebal dan bersisik. Biasanya eksim baru warnanya agaklebih merah, agak basah, disertai bengkak. Sementara pada yang kronis atau sudah lama, lebih tebal, bersisik, kering, dan warnanya agak kehitaman.

Eksim karena faktor pencetus dari lingkungan bersifat alergen yang dapat menimbulkan reaksi alergi di tubuh, sehingga kulit menjadi gatal dan timbul eksim. Faktor lain yang memudahkan terjadinya eksim adalah sifat kulit, yakni kulit kering. Pemakaian sabun yang kadar alkalinya tinggi, terlalu sering berada di ruangan ber-AC dengan suhu di bawah 18° Celsius, memakai pakaian dari wol, bisa memicu kambuhnya eksim.

Meski penyebabnya genetik (keturunan), sepanjang tak ada faktor pencetusnya, eksim ini tidak akan timbul. Jadi, kalau gejalanya masih sedikit gatal atau merah, lebih baik langsung diingat-ingat apa yang sudah dimakan dan dikenakan, lalu cepat hindari agar tidak berkepanjangan.

Penyebab

Penyebab dari eksim sebenarnya belum diketahui dengan pasti, namun beberapa ahli mencurigai eksim berhubungan dengan aktifitas daya pertahanan tubuh (imun) yang berlebihan. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami reaksi berlebihan terhadap bakteri atau iritan yang sebenarnya tidak berbahaya pada kulit. Oleh karena itu, eksim banyak ditemukan pada keluarga dengan riwayat penyakit alergi atau asma.

Tiap tiap orang mempunyai pencetus eksim yang berbeda beda, ada orang yang setelah memegang sabun atau deterjen akan merasakan gatal yang luar biasa, ada pula yang disebabkan oleh bahan atau alat rumah tangga yang lain. Gejala yang timbul pun bervariasi, ada yang gatalnya ringan tetapi rasa panas yang dominan, ada pula yang sebaliknya. Infeksi saluran nafas bagian atas atau flu juga bisa menjadi pencetus timbulnya eksim. Stress yang dialami penderita akan membuat gejala menjadi lebih buruk.

Meskipun penyembuhan eksim sangat sulit dilakukan, namun pada banyak kasus, pasien dapat mengurangi terjadinya kekambuhan dengan melakukan pengobatan yang tepat dan menghindari iritan atau alergen yang menyebabkan eksim. Perlu diingat, penyakit ini tidak menular dan tidak akan menyebar dari satu orang ke orang yang lain.

Pengobatan

Tujuan utama dari pengobatan adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi. Ketika kulit terasa sangat kering dan gatal, lotion dan krim pelembab sangat dianjurkan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab. Tindakan ini biasanya dilakukan saat kulit masih sedikit basah, seperti saat habis mandi sehingga lotion yang dioleskan akan mempertahankan kelembaban kulit. Kompres dingin juga diduga dapat mengurangi rasa gatal yang terjadi.

Salep atau krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison diberikan untuk mengurangi proses inflamasi atau keradangan. Untuk kasus kasus yang berat, dokter akan memberikan tablet kortikosteroid dan apabila pada daerah eksim telah terinfeksi maka bisa diberikan antibiotika untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat lain yang dibutuhkan adalah antihistamin untuk mengurangi rasa gatal yang terlalu berat, dan cyclosporin untuk penderita yang tidak berespon terhadap semua jenis pengobatan yang diberikan.

Pencegahan

Munculnya eksim dapat dihindari dengan melakukan beberapa tips ini :

  • Jaga kelembaban kulit.
  • Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
  • Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
  • Kurangi Stress.
  • Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang menggaruk seperti wool dan lain lain.
  • Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen dan larutan lainnya.
  • Hindari faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan alergi seperti serbuk bunga, debu, bulu binatang dan lain lain.
  • Hati hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi.

 

Kenali Faktor Penyebab Leukimia pada Anak

Posted: 24 Jul 2014 11:58 PM PDT

DokterSehat.Com – Leukimia atau yang juga sering disebut kanker darah merupakan salah satu jenis penyakit yang mengerikan dan termasuk dalam salah satu jenis penyakit yang mematikan, layaknya penyakit jantung dan diabetes. Penyakit ini disebabkan karena adanya pertumbuhan atau trannsformasi yang terjadi secara tidak wajar pada sel darah putih ( leukosit ) dan menyebabkan pertumbuhan sel darah putih yang tidak terkendali. Produksi sel darah putih yang berlebih ini tentunya menyababkan ketidak normalan dalam tubuh, seperti menakan sel darah merah.

Leukimia dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali anak – anak. Bahkan di Indonesia sendiri tingkat leukimia pada anak tergolong tinggi, dengan 60 % diantaranya telah memasuki stadium lanjut. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan orang tua sehingga menyebabkan kelambanan penanganan pada anak tersebut.

Oleh sebab itu penting bagi setiap keluarga, khususnya ibu untuk mencegah penyakit mengerikan ini menyerang si buah hati Anda.  Bagaimana caranya? Untuk mencegahnya hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengetahui apa sebenarnya penyebab leukimia.

Penyebab

Penyebab leukemia belum diketahui secara pasti, namun diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti:

  1. Radiasi Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA dan LMA. Tidak ada laporan mengenai hubungan antara radiasi dengan LLK. Beberapa laporan yang mendukung: Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia dan Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
  2. Faktor leukemogenik Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia: Racun lingkungan seperti benzena, Bahan kimia industri seperti insektisida, Obat untuk kemoterapi.
  3. Penderita sindrom Down memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  4. Virus dapat menyebabkan leukemia seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

Klasifikasi leukemia adalah

  1. Leukemia limfositik akut (LLA) merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
  2. Leukemia mielositik akut (LMA) lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak.Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
  3. Leukemia limfositik kronis (LLK) sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
  4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.
  5. Tipe yang sering diderita orang dewasa adalah LMA dan LLK, sedangkan LLA sering terjadi pada anak-anak.

Gejala dan tanda yang harus di waspadai

  1. Anemia atau pucat.
  2. Anemia terjadi karena tubuh kekurangan sel darah. Anak-anak leukemia umumnya mengalami anemia dengan ciri-ciri muka pucat, tak bertenaga alias lemas, gampang lelah dan sesak napas.
  3. Demam berkepanjangan dan mudah terkena infeksi.
  4. Karena sel darah putihnya abnormal, kuman yang masuk jadi tidak bisa dilawan sel darah putih. Sel darah putih yang harusnya bertugas melindungi tidak berfungsi. Akibatnya anak jadi rentan kena infeksi dan sering demam. Demam dan infeksi adalah tanda awal leukemia. Tidak mudah memang membedakan dengan demam lainnya seperti flu. Tapi demam pada leukemia biasanya lebih dari 38 derajat celcius yang berlangsung beberapa hari dan sering terjadi.
  5. Pembengkakan Kelenjar.
  6. Kelenjar getah bening bengkak merupakan salah satu gejala awal sering diamati pada anak leukemia. Bengkak akibat kelenjar bisa terlihat di dada, pangkal paha leher dan ketiak. Kelenjar getah bening bisa membengkak karena akumulasi sel-sel darah putih yang abnormal. Bedanya dengan bengkak kelenjar pada sakit lainnya adalah pada anak leukemia berlangsung selama beberapa hari berbeda dengan bengkak karena sakit flu.
  7. Nyeri tulang.
  8. Nyeri tulang ini bukan karena luka atau memar. Nyeri tulang pada anak leukemia biasanya semakin memburuk dari waktu ke waktu karena sumsum tulangnya terakumulasi sel-sel darah putih yang abnormal.
  9. Mudah berdarah dan memar.
  10. Anak-anak leukemia gampang sekali berdarah dan memar yang merupakan tanda tingkat pembekuan darahnya rendah. Trombosit adalah fragmen sel atau sel yang membantu darah untuk membeku yang diproduksi oleh sumsum tulang. Rendahnya tingkat trombosit dalam tubuh dapat mengakibatkan keterlambatan dalam pembekuan darah sehingga anak-anak leukemia gampang berdarah untuk periode yang sering.
  11. Gejala lainnya adalah mimisan, perdarahan gusi, kesulitan bernapas, kehilangan nafsu makan, berat badan rendah, sakit kepala, hati dan limpa membesar, keringat berlebihan pada malam hari dan munculnya bintik-bintik merah kecil pada kulit, yang dikenal sebagai petechiae. Untuk memastikan anak menderita leukemia harus dilakukan dengan pemeriksaan fisik, tes darah darah lengkap, CT scan, MRI, biopsi sumsum tulang, apusan darah tepi, dan analisis cytogenic dan tekan tulang belakang.

Penanganan

  1. Penanganan leukemia meliputi kuratif dan suportif. Penanganan suportif meliputi pengobatan penyakit lain yang menyertai leukemia, komplikasi dan tindakan yang mendukung penyembuhan, termasuk perawatan psikologi. Perawatan suportif tersebut antara lain transfusi darah/ trombosit, pemberian antibiotik pada infeksi atau sepsis, obat anti jamur, pemberian nutrisi yang baik dan pendekatan aspek psikososial.
  2. Sitostatika yang digunakan pada tiap tahap pengobatan leukemia merupakan kombinasi dari berbagai sitostatika. Pengobatan dengan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) bermanfaat untuk mengatasi penurunan granulosit sebagai efek samping sitistatika, namun tidak mengurangi lama perawatan di rumah sakit.
  3. Permasalahan yang dihadapi pada penanganan pasien leukemia adalah obat yang mahal, ketersediaan obat yang belum tentu langkap, dan adanya efek samping, serta perawatan yang lama. Obat untuk leukemia dirasakan mahal bagi kebanyakan pasien apalagi dimasa krisis sekarang ini, Selain macam obat yang banyak , juga lamanya pengobatan menambah beban biaya untuk pengadaan obat. Efek samping sitostatika bermacam-macam seperti anemia, pedarahan, rambut rontok, granulositopenia (memudahkan terjadinya infeksi), mual atau muntah, stomatitis, miokarditis dan sebagainya. Penderita dengan granulositopenia sebaiknya dirawat di ruang isolasi. Untuk mengatasi kebosanan karena perawatan yang lama perlu disediakan ruang bermain dan pelayanan psikologis. Penderita yang telah remisi dan selesai pengobatan kondisinya akan pulih seperti anak sehat. Problem selama pengobatan adalah terjadinya relap (kambuh). Relaps merupakan pertanda yang kurang baik bagi penyakitnya.

Tips Jitu Hindarkan Anak dari penyakit campak

Posted: 24 Jul 2014 08:47 PM PDT

DokterSehat.Com – Campak merupakan nama yang tidak asing lagi bagi para ibu yang mempunyai bayi berusia 9 bulan. Ya, karena pada umur 9 bulan atau tepatnya 8 sampai 9 bulan, bayi akan mendapatkan imunisasi campak yang merupakan salah satu imunisasi wajib pada bayi untuk mencegah bayi terkena penyakit campak.

Campak merupakan penyakit yang sangat menular terutama menyerang anak anak, walaupun pada beberapa kasus juga dapat menyerang orang dewasa. Pada anak anak dengan keadaan gizi buruk ditemukan kejadian campak dengan komplikasi yang fatal atau berpotensi menyebabkan kematian. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Penyebab dari penyakit ini adalah infeksi virus Rubella, oleh karena itu campak juga sering disebut Demam Rubella. Virus ini sangat menular terutama pada anak anak dengan daya tahan tubuh yang buruk. Virus masuk ke dalam tubuh melalui perantara udara yang berasal dari batuk, bersin atau kotoran tangan penderita campak. Penderita dapat menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada.

Membedakan penyakit campak dengan penyakit demam yang lain tidaklah terlalu sulit. Pada penderita campak akan ditemuka demam yang tinggi (paling tinggi dicapai setelah 4 hari), bintik putih pada bagian dalam pipi di sebelah depan gigi geraham, mata merah dan berair, tenggorokan sakit, pilek, batuk yang khas kering dan keras. Pada beberapa anak terdapat muntah-muntah dan diare, bintik yang khas ini muncul di belakang telinga, menyebar ke muka kemudian ke seluruh badan.

Komplikasi yang timbul pada penyakit ini merupakan penyebab kematian utama pada campak. Komplikasi itu antara lain : Infeksi telinga bagian tengah, Bronkhitis (infeksi saluran pernafasan bagian bawah), Pneumonia (infeksi paru-paru), Encephalitis (radang otak).

Mengerikan bukan? Seperti penyakit penyakit lainnya, pada penyakit campak pun ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebelum ke dokter. Tindakan tindakan itu antara lain : tinggal dirumah sampai penyakit tidak menular lagi, istirahat dan minum banyak cairan, minum obat anti demam, minum obat batuk. Bila menderita sakit telinga, keluar cairan dari telinga, demam terus-menerus, kejang-kejang atau mengantuk segera ke dokter.

Saat tiba di tempat dokter, penderita campak akan diberikan beberapa tindakan medis guna mencegah komplikasi tetapi bila sudah terdapat komplikasi maka akan dilakukan upaya upaya untuk mengobati komplikasi yang ada. Bila dokter merasa bahwa penderita memerlukan perawatan lebih lanjut maka dokter dapat merujuk pasien ke rumah sakit terdekat.

Berikut ini 4 tips menghindarkan anak dari penyakit campak :

  1. Vaksinasi anti campak. Vaksinasi ini biasanya dilakukan ketika anak berusia dibawah 1 tahun, dengan menyuntikkan bibit virus campak yang telah dilemahkan ke dalam tubuh anak. Hal ini dapat memeicu pembentukan antibody dalam tubuh yang dapat mengenali dan melawan virus penyebab campak dikemudian hari.
  2. Jauhkan anak dari penderita campak.hal ini tentu bukan bermaksud mengucilkan penderita campak, namun demi keamanan si buah hati tentu hal seperti ini perlu Anda lakukan. Selain itu, hindarkan pemakaian barang atau alat bersamaan dengan penderita campak. Selain melalui udara penyakit campak juga berpotensi menular melalui barang yang terkontaminasi virus campak seperti handuk, peralatan mandi, dan peralatan makan.
  3. Ciptakan suasana yang sehat dalam rumah. Kondisi rumah yang bersih dengan sirkulasi dan sanitasi udara yang baik tentu dapat menghindarkan si kecil dari berbagai penyakit termasuk campak.
  4. Cukupi kebutuhan gizi si kecil. Sebagaimana banyak penyakit akibat virus lainnya, campak akan sangat mudah menyerang pada anak dengan kondisi imun tubuh yang rendah. Nah pada umumnya tingkat imunitas pada anak ini sangat dipengaruhi oleh asupan gizi dalam tubuhnya. Untuk itu memperhatikan ketercukupan gizi anak akan sangat membantu Anda dalam menghindarkan si kecil dari bahaya campak.

Penyakit Wanita Yang Harus Diwaspadai

Posted: 24 Jul 2014 06:32 PM PDT

DokterSehat.Com – Dalam dunia yang semakin modern ini, masalah kesehatan menjadi topik yang umum dibicarakan. Selain karena pemahaman akan gaya hidup sehat menjadi lebih baik, manusia modern, baik pria maupun wanita, sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit. Bukan saja karena konsumsi jenis makanan yang makin jauh dari sifat alaminya, namun juga karena berbagai jenis penyakit baru muncul akibat makin rusaknya lingkungan dimana kita tinggal.

Oleh karena itu masalah kesehatan sebaiknya menjadi prioritas utama dalam hidup, terutama bagi kaum wanita. Ini tidak ada hubungannya dengan pemikiran bahwa kaum wanita lebih lemah dibandingkan pria, namun lebih karena wanita menghadapi ancaman gangguan kesehatan yang lebih kompleks dibandingkan dengan pria.

Berikut akan dijelaskan beberapa dari masalah kesehatan pada wanita yang umum ditemukan :

  1. Keputihan
    Merupakan jenis penyakit wanita yang ditandai dengan keluarnya cairan yang tidak normal pada vagina, biasanya disertai dengan rasa gatal pada vagina dan bagian luar vagina, berbau busuk, terasa nyeri sewaktu buang air kecil dan sewaktu melakukan hubungan seks. keputihan bukan penyakit tersendiri tetapi dapat merupakan gejala dari penyakit yang lain.
  1. Kanker payudara
    Merupakan tumor ganas yang telah berkembang dari sel – sel yang ada di dalam payudara. Berdasarkan sifat serangannya kanker payudara dibagi menjadi 2 yaitu kanker payudara invasif dan kanker payudara non invasif. Berdasarkan prevalensinya kanker payudara dibagi menjadi 2 yaitu kanker payudara yang umum terjadi dan kanker payudara yang jarang terjadi. Kanker payudaya yang umum terjadi terdiri dari : Lobular Carsinoma in Situ ( LCIS ), Ductal Carsinoma in Situ ( DCIS ), Infiltrating Lobular Carsinoma ( ILG ), Infiltrating Ductal Carsinoma ). Jenis kanker payudara yang jarang terjadi terdiri dari :  Modullary Carsinoma, Mucinous Carsinoma, Tubular Carsinoma, Inflammatorybreast Cancer, Paget’s Disease of Nipple, Phylloides Tumor.
  1. Kanker leher rahim (cervical cancer) atau kanker serviks
    Penyakit wanita yang satu ini merupakan kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim  yang terlatak antara rahim ( uterus ) dengan liang senggama ( vagina ).
  1. Kanker rahim
    Adalah tumor ganas pada endometrium ( lapisan rahim ). Kanker rahim biasanya terjadi setelah menopause, paling sering menyerang wanita pada usia 50 hingga 60 tahun. Penyakit ini bisa menyebar ( metastase ) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh ( misalnya kanalis servikalis, tuba  falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem getah bening atau ke bagian tubuh lainnya melaui pembuluh darah.
  1. Hamil di luar kanadungan
    Adalah kehamilan dimana sel telur ( ovum ) yang sudah dibuahi oleh spermatozoon tidak berada  ( implantasi ) di rongga rahim ( endometrium ). Berdasarkan tempatnya, kehamilan di luar kandungan terdiri dari : Kehamilan tuba, kehamilan pada leher rahim ( servikalis ), kehamilan indung telur ( ovarium ), kehamilan jaringan ikat rahim ( intra ligamenter ), kehamilan rongga perut ( abdomen ), kehamilan kombinasi ( ada 2 kehamilan, yang satu kehamilan di luar kandungan, satunya lagi kehamilan dalam rahim secara bersamaan ).
  1. Keguguran
    Adalah kehilangan kandungan pada saat janin berusia dibawah 20 minggu, bila lebih maka dikatakan sebagai kelahiran prematur. Pada umumnya wanita dapat kembali hidup normal pasca keguguran, asalkan terjadi dengan sempurna, keguguran tidak akan membahayakan. Calon ibu dapat kembali setelah melewati satu periode menstruasi.

Penyakit – penyakit khas pada wanita seperti di atas sering tidak disadari para penderitanya, gejala – gejala yang timbul sering dianggap sebagai hal biasa karena kondisi tidak fit saja, sehingga yang terjadi adalah terlambat penanganan karena kanker atau penyakit wanita tersebut telah berkembang ke stadium lanjut. Jika anda mengalami gejala ataukondisi yang tidak biasa pada diri anda segeralah periksa ke dokter untuk menghindari kondisi yang lebih parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar