Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
| Posted: 21 Jun 2014 04:53 AM PDT DokterSehat.Com – Ladies, tahukah Anda bahwa kanker kulit adalah jenis kanker yang paling umum. Dan seseorang berkulit putih memiliki resiko terkena kanker kulit tertinggi. Lalu, bagaimanakah ciri-ciri kanker yang diakibatkan terhadap tubuh penderita? Menurut laman moellerdermatology.com, ada empat jenis kanker kulit. Berikut penjelasan keempat jenis kanker tersebut: - Actinic keratosis Jenis ini dianggap tahap awal kanker kulit. Jenis kanker kulit actinic keratosis ini berbentuk bintik merah yang bersisik. Adanya kanker kulit actinic keratosis banyak ditemui pada kulit sekitar telinga, lengan, tangan, wajah dan area yang sering kena panas matahari. - Basal Cell Carcinoma Ini adalah jenis kanker kulit yang paling umum. Ukurannya kecil, terdapat benjolan berdaging, nodul atau bercak merah sebagian besar muncul di kepala, leher dan tangan. Kanker ini tidak tumbuh dengan cepat, dan jarang menyebar ke bagian tubuh lainnya, tetapi dapat merusak secara lokal. - Melanoma maligna Kanker menyerang sel-sel kulit yang memproduksi melanin. Sehingga jika sel kanker menyerangnya dapat menyebabkan perubahan warna pada kulit. - Skuamosa Cell Carcinoma Kanker jenis ini biasanya terletak di tepi telinga, wajah, tangan, lengan, bibir dan mulut. Muncul dalam bentuk benjolan atau berwarna merah pada kulit, bersisik dan tersebar di seluruh permukaan kulit. Nah makanya Ladies, jangan sepelekan masalah kulit ya Ladies dan tetap perhatikan kesehatan kulit Anda. Agar Anda terhindar dari resiko kanker mematikan ini. |
| Terlalu Banyak Minum Air Bisa Merusak Ginjal Posted: 20 Jun 2014 10:00 PM PDT DokterSehat.Com – Kita semua tahu bahwa minum banyak air bermanfaat baik bagi tubuh. Air dapat mengeluarkan racun dari tubuh. Tetapi bukan berarti Anda harus mengonsumsi air dalam jumlah yang sangat banyak. Mengonsumsi terlalu banyak air justru bisa memberikan efek negatif pada tubuh, terutama untuk ginjal. Terlalu sedikit memang membahayakan, begitupula bila terlalu banyak minum. Ini bukan masalah kembung atau tidak, namun bagaimana sistem ginjal bekerja. Ginjal adalah penyaring bagi tubuh. Mereka menyaring kotoran dari darah dan mengubahnya menjadi urin. Di luar fungsi ginjal, air mempunyai natrium yang membantu untuk menjaga keseimbangan cairan. Bila Anda terlalu banyak minum air maka akan meningkatkan kerja ginjal dari yang seharusnya. Beban ginjal akan semakin meningkat dengan banyaknya air yang harus disaring melalui glomerulus. Bahkan, glomerulus dapat rusak karena terlalu banyak menyaring. Selain itu cairan dalam tubuh juga menjadi tidak seimbang sebab ada begitu banyak cairan sedangkan jumlah natrium tak seimbang. - Pembengkakan di Otak – Kelebihan air akan masuk ke otak, kemudian selaput otak Anda mulai bengkak. Ini situasi yang sangat berbahaya. - Kejang – Gejala lain yang mungkin menyerang ketika otak menerima terlalu banyak cairan adalah kejang. Selain tubuh menjadi kejang, pandangan juga bisa menjadi gelap seketika. - Pendarahan Otak - Saat beberapa sel di dalam otak menjadi rusak akibat cairan yang berlebihan, kondisi ini rawan menyebabkan terjadinya pendarahan otak. - Koma - Yang paling buruk dari efek lanjutan pendarahan otak adalah terjadinya koma. Bahkan ada yang bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, untuk menghindari resiko tersebut disarankan untuk Anda mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup minimal 2 liter dan maksimal tidak lebih dari 6-7 liter. Selalu berikan jeda dalam pemberian cairan, misalnya sejam sekali agar tubuh tidak terganggu keseimbangan cairannya. Segala sesuatu yang berlebihan dampaknya tidak baik. Semoga informasi ini bermanfaat
|
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar