Kamis, 08 Mei 2014

Sehat Negeriku! - POSKO KLB UNTUK MERS COV

Sehat Negeriku! - POSKO KLB UNTUK MERS COV


POSKO KLB UNTUK MERS COV

Posted: 08 May 2014 02:00 AM PDT

Masyarakat dapat menghubungi Posko KLB PP & PL untuk menanyakan perihal Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus atau MERS-CoV di nomor telepon 021-4257125, 36840901, atau 42877588 dan melalui pesan singkat (SMS gateway) di nomot 0857-6459-997 atau 0857-6459-996.

Posko KLB ini bukan baru dibentuk saat merebaknya kasus MERs CoV, namun telah ada sejak muncul kasus flu burung.
MERS CoV merupakan penyakit sindroma pernapasan yang disebabkan oleh novel corona virus. Gejala yang sering dialami, diantaranya demam, batuk dan sesak napas, bersifat akut, dan biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid (penyerta). Situs Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengabarkan, sejak pertama kali dilaporkan pada September 2012 di Saudi Arabia sampai dengan tanggal 26 April 2014 terdapat 261 kasus konfirmasi dengan 93 kematian akibat virus MERS COV. Hingga saat ini kasus MERS CoV telah ditemukan di 14 negara baik di wilayah Timur Tengah,  Eropa, Afrika, dan Asia dan belum ada pengobatan spesifik maupun vaksin untuk pencegahan virus korona tersebut.
Untuk menhindari MERS CoV khususnya bagi masyarakat yang akan pergi umroh akan pergi ke jazirah Arab, terapkan 7 Anjuran Kesehatan ini, yaitu :
1.    Selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) (makan bergizi, istirahat cukup dll). Ini penting karena penyakit terjadi karena ketidaak seimbangan antara host, agent, environment
2.    ‎Rajin dan seringlah Cuci Tangan Pakai Sabuh (CTPS), yang secara ilmiah sudah terbukti dapat mencegah penularan penyakit
3.    Sedapat mungkin gunakan masker bila sedang dalam kerumunan orang
4.    Bila memang punya penyakit kronik (DM, penyakit jantung paru kronik, gangguan ginjal atau penyakit kronik lain), maka cek lah ke dokter anda sebelum bepergian ke jazirah Arab,dan gunakan obat rutinnya secara teratur
5.    Kalau selama di Arab ada keluhan batuk, demam dll (sesak) yang cepat (dalam 1-2 hari) memburuk, maka segera konsultasi pada petugas kesehatan.
6.    Bila dalam kurun waktu 14 ‎hari sampai di tanah air mengalami keluhan2 batuk, demam dll (sesak) yang cepat (dalam 1-2 hari) memburuk, maka segera konsultasi pada petugas kesehatan, dan beritahu petugas kesehatan bahwa anda baru kembali dari Arab
7.    Karena situasi penyakit MERS CoV ini m‎ungkin saja berubah dari hari ke hari, maka kalau memang ada rencana Umroh atau bepergian ke jazirah Arab maka selalu ikuti berita akurat mutakhir tentang perkembangan MERS CoV ini.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat email kontak@depkes.go.id.

POSKO KLB UNTUK MERS CoV

Posted: 08 May 2014 01:55 AM PDT

Masyarakat dapat menghubungi Posko KLB PP & PL untuk menanyakan perihal Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus atau MERS-CoV di nomor telepon 021-4257125, 36840901, atau 42877588 dan melalui pesan singkat (SMS gateway) di nomot 0857-6459-997 atau 0857-6459-996.

Posko KLB ini bukan baru dibentuk saat merebaknya kasus MERs CoV, namun telah ada sejak muncul kasus flu burung.
MERS CoV merupakan penyakit sindroma pernapasan yang disebabkan oleh novel corona virus. Gejala yang sering dialami, diantaranya demam, batuk dan sesak napas, bersifat akut, dan biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid (penyerta). Situs Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengabarkan, sejak pertama kali dilaporkan pada September 2012 di Saudi Arabia sampai dengan tanggal 26 April 2014 terdapat 261 kasus konfirmasi dengan 93 kematian akibat virus MERS COV. Hingga saat ini kasus MERS CoV telah ditemukan di 14 negara baik di wilayah Timur Tengah,  Eropa, Afrika, dan Asia dan belum ada pengobatan spesifik maupun vaksin untuk pencegahan virus korona tersebut.
Untuk menhindari MERS CoV khususnya bagi masyarakat yang akan pergi umroh akan pergi ke jazirah Arab, terapkan 7 Anjuran Kesehatan ini, yaitu :
1.    Selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) (makan bergizi, istirahat cukup dll). Ini penting karena penyakit terjadi karena ketidaak seimbangan antara host, agent, environment
2.    ‎Rajin dan seringlah Cuci Tangan Pakai Sabuh (CTPS), yang secara ilmiah sudah terbukti dapat mencegah penularan penyakit
3.    Sedapat mungkin gunakan masker bila sedang dalam kerumunan orang
4.    Bila memang punya penyakit kronik (DM, penyakit jantung paru kronik, gangguan ginjal atau penyakit kronik lain), maka cek lah ke dokter anda sebelum bepergian ke jazirah Arab,dan gunakan obat rutinnya secara teratur
5.    Kalau selama di Arab ada keluhan batuk, demam dll (sesak) yang cepat (dalam 1-2 hari) memburuk, maka segera konsultasi pada petugas kesehatan.
6.    Bila dalam kurun waktu 14 ‎hari sampai di tanah air mengalami keluhan2 batuk, demam dll (sesak) yang cepat (dalam 1-2 hari) memburuk, maka segera konsultasi pada petugas kesehatan, dan beritahu petugas kesehatan bahwa anda baru kembali dari Arab
7.    Karena situasi penyakit MERS CoV ini m‎ungkin saja berubah dari hari ke hari, maka kalau memang ada rencana Umroh atau bepergian ke jazirah Arab maka selalu ikuti berita akurat mutakhir tentang perkembangan MERS CoV ini.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat email kontak@depkes.go.id.

MERs CoV : RS DAN PETUGAS SURVEILANS SIAGA 24 JAM

Posted: 08 May 2014 01:25 AM PDT

Pemerintah telah menyiagakan RS dan petugas surveilans untuk bekerja 24 jam, termasuk petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan sebagai antisipasi menyebarnya virus Corona. Kasus MERs CoV (Middle East Respiratory Syndrom Corona Virus) ini tingkat keparahannya sedang dan Indonesia sudah memiliki pengalaman dalam kasus SARS dan Flu Burung beberapa waktu lalu. Ini bisa menjadi modal yang baik dalam dalam penanagan MERS.

 

Demikian pernyataan Plt. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof. dr. Agus Purwadianto saat ditanya wartawan menyusul eskalasi kasus MERS CoV yang semakin meningkat di dunia.

 

Menurut Prof. Agus, hingga kemarin (7/5), dipastikan belum ditemukan satu pun kasus positif MERS CoV di Indonesia.

 

Sementara itu, menyusul peningkatan eskalasi MERs CoV di Arab Saudi, Kemenkes mengimbau kepada calon jamaah umroh untuk menunda pemberangkatan umroh sesuai dengan travel advisor dari Pemerintah Arab Saudi.

“Kami terus menghimbau itu (penundaan) sampai saat ini, sambil kita ditinjau terus perkembangan virus koronanya. Sebab, risiko penularan itu tetap ada dan belum bisa kita  duga,” tambah Prof. Agus.

 

Ditambahkan bahwa hal yang paling utama mendorong penundaan ini ialah hingga saat ini belum ada obat untuk virus korona.

 

Pertimbangan kedua, ialah risiko saat berkumpul dengan banyak orang saat di Arab Saudi. Dimana dikhawatirkan virus tersebut menularkan ke jamaah Indonesia.
Jadi, sudah selayaknya para calon jamaah umroh dan haji khususnya  Lansia untuk menunda pemberangkatan. Paling tidak, sampai tim-tim ahli dari WHO bisa memastikan status kasusnya. Saat ini Pemerintah sedang menunggu hasil dari Tim tersebut. Kemenkes akan mengikuti ketetapan aturan internasional.

"Ini bukan hanya menyangkut jamaah umroh saja," tegas Prof. Agus.

 

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat email kontak@depkes.go.id.

BADAN LITBANGKES SIAP 24 JAM TERIMA SAMPEL MERS-COV

Posted: 08 May 2014 12:35 AM PDT

Kepala Balitbangkes Kementerian Kesehatan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menyatakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan siap menerima sampel selama 24 jam untuk memeriksa sampel apakah terjangkit penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus atau MERS-CoV.
“Laboratorium kami siap 24 jam menerima sampel. Silakan dikirimkan,” ujarnya saat jumpa pers di RS Persahabatan (7/5). Menurut Prof. Tjandra, Balitbangkes sedang menunggu pengiriman sampel dari Medan dan Bali untuk memastikan terjangkit virus korona atau tidak.

Angka kematian disebabkan MERS-CoV saat ini mencapai 30 persen namun Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum merekomendasikan pembatasan bepergian.
“Tidak perlu khawatir berlebihan karena tingkat infeksinya kecil jika dibandingkan dengan seluruh jamaah di sana,” ujar Tjandra.
Meski demikian, jamaah umroh dan WNI yang bepergian ke negara-negara Arab diharapkan untuk dapat waspada dan segera menghubungi petugas kesehatan jika mengalami gejala-gejala demam tinggi, flu, batuk dan sesak napas.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat email kontak@depkes.go.id.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar