Sehat Negeriku! - IMBAUAN TENTANG MERS CoV |
| Posted: 25 May 2014 03:36 PM PDT Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan imformasi dan imbauan mengenai Middle East Resporatory Syndrome Coronavirus pada tanggal 9 Mei 2014. Bagi petugas kesehatan: Panduan bagi pencegahan dan pengendalian infeksi: http://www.who.int/csr/bioriskreduction/infection_control/publication/en/ http://who.int/csr/disease/coronavirus_infections/MERS_home_care.pdf?ua=1 Himbauan perjalanan untuk negara, petugas dan pelaku perjalanan Seperti ditetapkak IHR, negara harus memastikan bahwa upaya-upaya dilakukan untuk memeriksa pelaku perjalanan yang terdeteksi sakit di kendaraan (pesawat maupun kapal laut) dan di pintu masuk. Juga perlu diupayakan keamanan transportasi pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala MERS ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain untuk pemeriksaan dan perawatan. Jika pelaku perjalanan yang sakit berada di pesawat, dapat digunakan formulir lokasi penumpang. Formulir ini berguna untuk mengumpulkan informasi kontak dengan penumpang lain, yang dapat ditindaklanjuti jika diperlukan. |
| INFORMASI SEPUTAR MIDDLE EAST RESPIRATORY SYNDROME CORONAVIRUS (MERS‐COV) Posted: 25 May 2014 03:31 PM PDT Apakah Middle East respiratory syndrome (MERS)? Daerah mana yang terjangkit MERS? Virus tampaknya berjangkit luas di semenanjung Arab. Seluruh kasus yang dilaporkan dari luar Timur Tengah pertama terkena infeksi di Timur Tengah sebelum kemudian bepergian keluar dari wilayah tersebut. Kasus-kasus di luar Timur Tengah tampaknya tidak menulari orang di negara tujuan/asal. Tahun 2013, kasus di Perancis dan Inggris menampakan adanya penularan terbatas dari manusia ke manusia. Informasi terakhir WHO tentang wabah bisa didapatkan dari http://www.who.int/csr/don/en/. Apakah gejala MERS? Dapatkan seseorang terjangkit virus MERS tapi tidak sakit? Bagaimana seseorang terjangkit MERS? Apakah MERS menular? Darimana sumber virus MERS – kelelawar, unta, atau hewan peliharaan di rumah? Perlukan menghindari unta dan produk unta? Apakah aman mengunjungi peternakan, pasar dan pelelangan unta? Konsumsi produk daging mentah ataupun kurang matang dan susu berisiko tinggi terkena berbagai kuman yang menyebabkan penyakit. Produk dari hewan harus dimasak agar aman dikonsumsi, serta harus diolah dengan cara yang benar supaya tidak menyebarkan kuman ke makanan mentah. Daging dan susu unta adalah produk bergizi yang aman dikonsumsi jika telah melalui proses pasteurisasi, dimasak, atau pemanasan lain. Hingga MERS dapat dipahami lebih jauh, penderita diabetes, gagal ginjal, penyakit paru kronis dan berkekebalan tubuh lemah berisiko tinggi terjangkit MERS-CoV. Karenanya mereka harus menghindari kontak dengan unta, meminum susu atau urin mentah unta, dan memakan daging yang tak dimasak hingga matang betul. Petugas jagal harus melakukan prosedur kebersihan (personal hygiene) mencakup sering mencuci tangan setelah menyentuh hewan, menggunakan penutup muka, dan mengenakan pakaian yang menutup seluruh bagian tubuh yang langsung diganti setelah pekerjaan selesai, dan dicuci setiap hari. Petugas jagal perlu melindungi keluarga mereka dari kotoran yang terbawa pada baju, sepatu atau perkakas lain yang kontak dengan unta atau kotoran unta. Hewan sakit tidak boleh disembelih untuk dimakan. Kita harus mencegah sentuhan langsung dengan hewan yang positif terjangkit MERS‐CoV. Apakah ada vaksin MERS-CoV? Bagaimana pengobatannya? Apakah petugas kesehatan berisiko tertular MERS‐CoV? Amankah bepergian ke Timur Tengah? Apakah WO menyarankan pembatasan perjalanan atau perdagangan dalam menghadapi virus ini? Apakah tindakan WHO menghadapi wabah MERS? Sesuai Peraturan Kesehatan Internasional (International Health Regulations) 2005, Direktur Jenderal WHO telah membentuk sebuah komite darurat untuk memberi masukan pada Direktur Jenderal tentang apakah wabah ini merupakan sebuah Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Internasional (Public Health Emergency of International Concern, disingkat PHEIC) dan tindakan kesehatan masyarakat apa yang perlu diambil. Komite ini berkumpul setiap diperlukan terutama jika terdapat perkembangan baru (http://who.int/ihr/ihr_ec_2013/en/). Apa saran WHO? Informasi identifikasi dan investigasi bisa didapatkan melalui tautan berikut: http://www.who.int/csr/disease/coronavirus_infections/MERS_CoV_investigation_guideline_Jul13.pdf Prosedur penanganan sampel laboratorium bisa didapatkan melalui tautan berikut: http://www.who.int/csr/disease/coronavirus_infections/MERS_Lab_recos_16_Sept_2013.pdf?ua=1 Panduan untuk penatalaksanaan klinis bisa didapatkan melalui tautan berikut: |
| You are subscribed to email updates from Sehat NegerikuSehat Negeriku To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar