Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia |
| Posted: 23 Feb 2014 06:37 PM PST Kehamilan merupakan hal yang ditunggu oleh seorang perempuan yang sudah lama mendambakan buah hati, akan tetapi, tidak semua kehamilan berjalan dengan baik. Selain itu, ada juga beberapa perempuan yang tumbuh kista di dinding rahim. Sering muncul kekhawatiran kista akan mempengaruhi kehamilan, bahkan kista sering dianggap dapat menghambat kehamilan. Lalu bagaimana hubungan kista dan kehamilan? Kista adalah penyakit yang tumbuh tidak normal di dinding rahim, kista biasanya sudah muncul sebelum adanya kehamilan. Akan tetapi sering tidak terdeteksi sejak awal kehamilan, ada dua jenis kista yaitu kista fisiologi dan patologis. Kista yang hilang saat siklus haid disebut kista fisiologis, sedangkan kista yang tidak hilang disebut kista patologis. Kista bisa muncul di rahim karena konsumsi makanan berlemak yang berlebihan. Kista sering dianggap dapat mempengaruhi kesuburan seorang perempuan, sebenarnya jika kista masih kecil dan jinak tidak akan mengganggu kesuburan. Seorang perempuan masih tetap bisa hamil walaupun tumbuh kista di rahimnya, akan tetapi, jika kista sudah tumbuh dengan ganas tentunya akan menghambat kesuburan pada perempuan terutama kista yang tumbuh di luar rahim. Untuk memastikan ganas tidaknya kista, dapat dilakukan tes darah dan USG Color Doppler. Dan diperiksa juga kadar kandungan Ca 125 sehingga dapat dideteksi apakah kista tersebut bisa mengarah pada tumor ganas atau tidak, kista dapat dikatakan ganas jika muncul arus pembuluh darah ke arah kista. Kista yang ukuran kecil tidak akan mengganggu janin, tapi jika kista terus membesar maka akan menghambat pertumbuhan janin. Kista dan kehamilan akan berbahaya jika kista terus tumbuh besar. Untuk itu, agar kista dapat diatasi, sebaiknya rutin periksa kedokter kandungan. |
| Posted: 23 Feb 2014 06:33 PM PST Stres adalah bagian dari kehidupan, sehingga setiap orang pasti mengalaminya. Saat kita merasa stres, produksi hormon cortisol akan meningkat yang menyebabkan tubuh memproduksi minyak lebih banyak. Produksi minyak yang berlebihan pada kulit dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kulit, seperti jerawat, psoriasis, gatal, dan masalah kulit lainnya. Sebenarnya stress tubuh didasarkan pada reaksi, ini tandanya kimia merespon, dengan mengendalikan aliran darah yang mengandung partikel energi yang disebut ATP'S, ke daerah vital tubuh yang harus berjuang dengan stress. Dengan demikian kulit kekurangan nutrisi dan oksigen, sehingga kulit menjadi lentur dan dehidrasi. Orang yang mengalami stress tidak semuanya merasa lemah, mual, sakit kepala, dan pingsan. Tetapi tubuh merekalah yang menunjukkan tanda-tanda stres melalui penampilan kulit, dari semua faktor yang disebutkan diatas adalah penyebab valid stress. Berikut ini efek stress pada kulit :
Berikut ini cara mengatasi stress :
|
| You are subscribed to email updates from Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar