Senin, 24 Februari 2014

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Penyakit Kista Dan Kehamilan

Posted: 23 Feb 2014 06:37 PM PST

Kehamilan merupakan hal yang ditunggu oleh seorang perempuan yang sudah lama mendambakan buah hati, akan tetapi, tidak semua kehamilan berjalan dengan baik. Selain itu, ada juga beberapa perempuan yang tumbuh kista di dinding rahim. Sering muncul kekhawatiran kista akan mempengaruhi kehamilan, bahkan kista sering dianggap dapat menghambat kehamilan. Lalu bagaimana hubungan kista dan kehamilan?

Kista adalah penyakit yang tumbuh tidak normal di dinding rahim, kista biasanya sudah muncul sebelum adanya kehamilan. Akan tetapi sering tidak terdeteksi sejak awal kehamilan, ada dua jenis kista yaitu kista fisiologi dan patologis. Kista yang hilang saat siklus haid disebut kista fisiologis, sedangkan kista yang tidak hilang disebut kista patologis. Kista bisa muncul di rahim karena konsumsi makanan berlemak yang berlebihan.

Kista sering dianggap dapat mempengaruhi kesuburan seorang perempuan, sebenarnya jika kista masih kecil dan jinak tidak akan mengganggu kesuburan. Seorang perempuan masih tetap bisa hamil walaupun tumbuh kista di rahimnya, akan tetapi, jika kista sudah tumbuh dengan ganas tentunya akan menghambat kesuburan pada perempuan terutama kista yang tumbuh di luar rahim.

Untuk memastikan ganas tidaknya kista, dapat dilakukan tes darah dan USG Color Doppler. Dan diperiksa juga kadar kandungan Ca 125 sehingga dapat dideteksi apakah kista tersebut bisa mengarah pada tumor ganas atau tidak, kista dapat dikatakan ganas jika muncul arus pembuluh darah ke arah kista.

Kista yang ukuran kecil tidak akan mengganggu janin, tapi jika kista terus membesar maka akan menghambat pertumbuhan janin. Kista dan kehamilan akan berbahaya jika kista terus tumbuh besar. Untuk itu, agar kista dapat diatasi, sebaiknya rutin periksa kedokter kandungan.

Efek Stress Pada Kulit

Posted: 23 Feb 2014 06:33 PM PST

Stres adalah bagian dari kehidupan, sehingga setiap orang pasti mengalaminya. Saat kita merasa stres, produksi hormon cortisol akan meningkat yang menyebabkan tubuh memproduksi minyak lebih banyak. Produksi minyak yang berlebihan pada kulit dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kulit, seperti jerawat, psoriasis, gatal, dan masalah kulit lainnya.

Sebenarnya stress tubuh didasarkan pada reaksi, ini tandanya kimia merespon, dengan mengendalikan aliran darah yang mengandung partikel energi yang disebut ATP'S, ke daerah vital tubuh yang harus berjuang dengan stress. Dengan demikian kulit kekurangan nutrisi dan oksigen, sehingga kulit menjadi lentur dan dehidrasi.

Orang yang mengalami stress tidak semuanya merasa lemah, mual, sakit kepala, dan pingsan. Tetapi tubuh merekalah yang menunjukkan tanda-tanda stres melalui penampilan kulit, dari semua faktor yang disebutkan diatas adalah penyebab valid stress.

Berikut ini efek stress pada kulit :

  1. Warna kulit pucat dan terlihat tidak rata.
  2. Kulit kering
  3. Tubuh tidak dapat mendistribusikan cairan dengan benar
  4. Kulit kurang bersinar
  5. Kulit gatal-gatal,kering, dan pecah-pecah
  6. Jerawat

Berikut ini cara mengatasi stress :

  1. Rajin makan buah-buahan dan sayuran kaya antioksidan, karena antioksidan akan melawan radikal bebas berbahaya.
  2. Tetaplah merawat kulit seperti yang biasa dilakukan sehari-hari, walaupun tubuh terasa lelah akibat stres.
  3. Olahraga secara teratur sangat baik untuk menghilangkan stres, juga baik untuk kesehatan kulit dan tubuh.
  4. Sediakan waktu untuk bersantai dan lupakan sejenak dari aktifitas sehari-hari, lakukan aktifitas menyenangkan yang anda suka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar