Kamis, 29 Mei 2014

Blog Dokter - 7 Tahun BlogDokter.Net

Click here to read this mailing online.

Your email updates, powered by FeedBlitz

 

 
Here are the latest updates for janetashop0.health@blogger.com


"Blog Dokter" - 1 new article

  1. 7 Tahun BlogDokter.Net
  2. More Recent Articles
  3. Search Blog Dokter
  4. Prior Mailing Archive

7 Tahun BlogDokter.Net

Hari ini BlogDokter.Net genap berusia 7 tahun dan selama 7 tahun pula blog ini menemani keseharian saya, menampung apa yang ada dalam otak saya termasuk curhatan saya. Berawal dari keinginan meramaikan dunia blog atau blogosphere, blog ini selanjutnya menjelma menjadi blog yang berisi kumpulan tulisan tentang kesehatan, informasi kesehatan dan tips tips kesehatan. Apapun isinya, […]
    


Sponsor message
powered byad choices

More Recent Articles


Sponsor message
powered byad choices



 
Email subscriptions powered by FeedBlitz, LLC, 365 Boston Post Rd, Suite 123, Sudbury, MA 01776, USA.

 

Rabu, 28 Mei 2014

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Mengenal Lebih Jauh Tentang Gigi Palsu Permanen Dan Jenis-Jenisnya

Posted: 28 May 2014 07:37 AM PDT

DokterSehat.com – Anda tertarik untuk memasang gigi palsu? Ada beberapa hal yang patut anda ketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan memakai gigi palsu permanen atau jenis-jenis lainnya:

Gigi Palsu Lepasan

Gigi palsu biasa atau lepasan, di peruntukan untuk mengganti sebagian atau semua gigi yang tanggal. Gigi palsu jenis ini di desain sedemikian rupa agar pemakai bisa dengan mudah melepaskan dan memasangnya tanpa bantuan  dokter atau ahli gigi. Sehingga pemakai bisa leluasa melepaskan gigi kapan saja untuk membersihkan kotoran pada gigi. Pembuatannya pun relatif sederhana dan tidak memakan waktu yang lama, dan harganya pun relatif terjangkau.

Gigi Palsu Jaket (Mahkota)

Gigi palsu jaket atau mahkota dibuat untuk menyelimuti gigi asli yang sudah rusak tapi akar dan syarafnya masih berfungsi baik.

Gigi Palsu Permanen Dengan Sistem Implan

Ini adalah teknik terbaru dari pemasangna gigi palsu permanen yang ada saat ini. Bagaimana prosedur pemasangan gigi implan atau dental implant ini? Pemasangan di lakukan dengan cara menanam gigi palsu teresebut ke dalam gusi. Namun yang harus di ingat saat ingin memasang gigi palsu permanen dengan sistim implan ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi terlebih dahulu, beberapa persyaratan tersebut adalah: Tidak ada kelainan sistemik pada gusi pasien, bentuk rahang atas dan bawah memiliki lengkung yang sempurna, ketebalan tulang yang memadai dll. Biasanya dokter gigi akan memeriksa kondisi gusi dan rahang anda terlebih dahulu secara intensif sebelum memutuskan anda bisa melakukan implan gigi atau tidak.

Kelemahan dan Keunggulan Masing-Masing Jenis Gigi Palsu

Setiap Jenis Gigi Palsu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Untuk gigi lepasan keunggulan gigi jenis ini adalah ringan, mudah dibentuk, pemasangan yang mudah dan relatif murah, tapi gigi palsu ini mudah patah, berubah warna dan aus. Sedangkan gigi palsu jaket atau mahkota, keuntungannya pasien tidak perlu mencabut gigi asli, namun perawatannya harus ekstra karena jika terjadi kerusakan, akan berpengaruh pada pasak gigi yang mengakibatkan gigi palsu patah. Sedang  gigi implan pemakai akan terasa memiliki gigi asli dan bersifat permanen, namun pemasangannya cukup rumit, memakan waktu lama, jika ada kerusakan harus dibongkar kembali dan biaya yang dikeluarkan jauh lebih mahal. Jangan lupa pemasangan gigi palsu jenis ini sebaiknya hanya di lakukan oleh dokter gigi yang profesional agar anda terhindar dari resiko yang tidak di harapkan.

Kolom Sehat

Kolom Sehat


5 Sumber Protein Alternatif Selain Daging Merah

Posted: 27 May 2014 03:49 PM PDT

Jika anda adalah vegetarian, vegan, atau sangat ingin menghindari konsumsi daging merah, namun ingin tetap menjaga asupan protein, jangan khawatir; ada banyak sumber lain yang bisa anda gunakan...

baca di www.kolomsehat.com

Selasa, 27 Mei 2014

Kolom Sehat

Kolom Sehat


Obesitas Serta Bahaya / Resikonya Bagi Kesehatan

Posted: 26 May 2014 07:40 AM PDT

Masalah akibat obesitas tidak hanya terletak pada penampilan seseorang. Lebih dari itu, obesitas memiliki resiko dan bahaya cukup besar yang mengancam kesehatan anda. Seseorang didiagnosis mengalami...

baca di www.kolomsehat.com

Senin, 26 Mei 2014

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Tips Merawat Bayi Baru Lahir

Posted: 26 May 2014 08:15 AM PDT

Merawat bayi baru lahir bukanlah hal yang gampang, apalagi jika Anda baru menjadi seorang ibu, sering timbul banyak pertanyaan. Misalnya berapa kali bayi harus di mandikan dalam sehari? Kenapa bokong bayi sering terlihat berwarna merah? Apakah kita perlu membersihkan lidah bayi? Dan lain-lain. Nah Jika Anda mengalami hal serupa, maka artikel dibawah ini sangat penting untuk Anda simak.

Merawat bayi bukanlah perkerjaan yang mudah. Bayi baru lahir harus mendapatkan perlakukan yang ekstra dari Anda agar ia bisa tumbuh sehat dan cerdas. Nah, perlakuan istimewa apakah yang bisa Anda lakukan pada bayi baru lahir? simak tips berikut ini :

- Berikan ASI untuk makanan utama bayi baru lahir.

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi baru lahir, karena mengandung colostrum dan zat-zat penting lainnya yang bagus untuk imunitas dan tumbuh kembang bayi.

- Menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat tidur bayi.

Menjaga kebersihan badan bisa dilakukan dengan cara memandikan atau menyeka bayi dua kali sehari. Gunakan produk-produk khusus bayi yang aman, dari mulai sabun mandi, shampo, bedak, dan tissue basah. Untuk pakaian, pastikan dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai.  Cuci pakaian bayi dengan detergen khusus bayi (cair) karena tidak menyisakan residu di pakaian yang menjadi penyebab iritasi kulit dan hindari penggunaan softener. Pastikan kamar tidurnya bersih dan sirkulasi udaranya berfungsi sempurna.

- Merawat tali pusat bayi baru lahir.

Tali pusat bayi akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu 4 hari, namun pada kondisi tertentu lepasnya tali pusat bisa lebih lama, yakni 1 bulan. Merawat tali pusat merupakan hal yang sangat sulit untuk ibu baru. Intinya, tali pusat harus dijaga kebersihannya agar bayi terhindar dari resiko infeksi. Berikut ini cara merawat tali pusat bayi :
1. Pastikan tali pusat dan daerah sekitarnya selalu kering dan higienis, agar terhindar dari infeksi dan jamur.
2. Hindarkan tali pusat dari kotoran bayi maupun air kencingnya.
3. Berikan perhatian khusus untuk tali pusat dengan cara mensterilkan tali pusat dengan kasa yang dibasahi alkohol 70% dari pangkal ke bagian ujungnya, kemudian bungkus dengan kasa yang dibasahi alkohol dengan rapi. Lakukan ini hingga tali pusat sudah kering dan lepas dengan sendirinya.
- Kosmetika Bayi.

Kosmetika bayi banyak macamnya, ada baby bath,  baby shampoo, baby oil,  baby lotion, baby powder, baby cream,  baby cologne dan hair lotion. Sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan  oleh bayi, jadi bijaksanalah dalam memilih.  Apa pun  mereknya, gunakan produk yang sudah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP). Jika bayi bereaksi negatif saat dipakaikan kosmetika tertentu, misalnya timbul bercak-bercak merah di kulit, maka kemungkinan ia alergi pada kandungan kosmetika tersebut.  Hentikan pemakaian.

Beralihlah pada kosmetika bayi yang  bebas bahan kimia (green product). Masih berhubungan dengan meminimalkan persentuhan bayi dengan bahan kimia, hindari juga menggunakan  produk pengharum atau pelembut pakaian. Bahan kimia di dalamnya terlalu "kuat" dan bisa mengiritasi kulit bayi

 

- Jaga kehangatan tubuh bayi.

Bayi harus dalam kondisi hangat, karena ia masih berada dalam masa penyesuaian setelah beberapa bulan berada dalam kandungan ibu yang hangat. Untuk menjaga kehangatan tubuhnya, Anda bisa memakaikan bedong bayi, sarung tangan dan kaki, serta topi. Ada pendapat untuk menghangatkan bayi, maka bisa dipakaikan gurita? Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena penggunakan gurita justru menyiksa bayi dan membuatnya susah bernafas. Namun jika ibu berniat menggunakan pada bayi, usahakan untuk tidak mengikatnya terlalu kencang.

- Perhatikan kuku bayi baru lahir.

Kuku bayi baru lahir memang masih lembut dan tipis, sehingga membuat orang tua tidak tega untuk memotongnya. Namun, demi menjaga kesehatan bayi yang kadang suka memasukkan tangan ke dalam mulut dan agar kukunya tidak melukai kulitnya yang lembut, sebaiknya Anda memotong kuku bayi dengan alat pemotong khusus untuk bayi.

- Perhatikan pakaian dan popok bayi.

Segera ganti pakaian apabila kotor atau lembab, begitupun dengan popoknya. Segera bersihkan daerah bokong dan kemaluan bayi setelah BAB atau BAK.

- Kegiatan yang Dibenci Bayi.

Kebanyakan bayi tidak suka acara lepas-pakai baju,  mandi,  keramas, diberi obat tetes mata  dan  tetes hidung hidung. Bisa-bisa dia mengamuk! Solusinya, lakukan kegiatan ini dengan cepat, namun tetap hati-hati. Alihkan perhatian bayi  dengan mengajaknya bercakap-cakap,   memberi pelukan dan ciuman.

- Ritual Tidur.

Total waktu tidur bayi baru adalah 16 jam sehari, dengan tidur malam yang gelisah, diseling beberapa kali bangun. Setelah usia 5 minggu, barulah bayi memiliki pola tidur tetap, yaitu tidur lebih awal di malam hari  dan terbangun 2 – 3 kali di tengah malam. Ritual tidur bisa membantu bayi tidur lebih cepat dan berkualitas. Tahapannya, mandikan bayi dengan air hangat yang sudah ditetesi baby bath, pijat bayi dengan baby oil atau lotion, setelah itu ciptakan suasana tenang di kamar tidurnya. Anda bisa membacakan dongeng, menyanyikan lagu nina bobok atau membubuhi bayi dengan baby powder. Gunakan produk bayi yang    harumnya menenangkan, namun aman dan teruji secara klinis atau Clinically Proven Mild (CMP).

- Mainan Bayi.

Fungsi mainan  bukan cuma menghibur tetapi juga mengenalkan bayi  pada berbagai bentuk dan melatih otot matanya agar lebih terfokus. Untuk itu, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah. Mainan bergerak dan berbunyi (musical mobile) yang digantung di tempat tidur akan merangsang indra penglihatan dan pendengaran bayi.  Beruang Teddy  yang lembut menyenangkan bayi saat  ia merabanya.  Rattle, mainan genggam yang berbunyi jika     digoyang, juga  menghibur dan melatih indra bayi. Tetapi tidak selalu harus mainan mahal, lho.  Bayi juga sangat terhibur melihat pantulan dirinya di cermin,bayangan  di tembok dan tetes hujan. Dan, tentu saja tidak ada yang lebih menggembirakan bayi dibanding saat ia bermain dengan ayah dan ibunya.

- Kenali Penyakit Bayi Baru Lahir.

Kolik, ruam popok,  hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur dan demam pasca imunisasi adalah beberapa penyakit langganan bayi baru.   Saat mengalaminya, bayi akan rewel dengan tangis yang tidak biasa. Cepat cari tahu dan  atasi. Jika Si Kecil ruam popok, buka  popoknya bersihkan, dan biarkan dia tanpa popok -  diangin-angin – sementara waktu. Hidung mampet,  infeksi mata, demam pasca imunisasi dan lidah berjamur dapat diantisipasi dengan  resep obat dari dokter. Sedangkan kolik  yang umumnya tidak dapat disembuhkan,  bisa diatasi dengan membuat bayi nyaman; diayun-ayun,  disusui, atau diusap-usap perutnya.

- Orang-orang di Sekitar Bayi. 

Bayi memang menggemaskan, tetapi, perlakukanlah dia sewajarnya.  Jika terlalu banyak orang yang menggendong dan mengajak bercanda,  jika sedikit-sedikit pakaiannya diganti, sedikit-sedikit  diberi makan, atau jika Ayah dan Bunda bereaksi berlebihan terhadap tangisannya, bayi bisa stres juga. Selain itu, perasaan bayi yang halus membuatnya dapat "menangkap"  suasana hati ibu sebagai orang terdekatnya.  Ketika     mood ibu jelek akibat kelelahan misalnya, bayi bisa tahu dan  dia pun ikut-ikutan rewel.     Jadi,  jagalah suasana hati Anda  di dekat bayi.  Kalau perlu istirahat, serahkan bayi pada pengasuh lainnya di rumah.

- Lingkungan yang Nyaman.

Penting menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bayi.  Usahakan lingkungan bayi tidak terlalu ramai atau berisik,  terlalu dingin (kurang dari 20 derajat Celcius) atau terlalu panas (lebih dari  31 derajat Celcius).   Bayi juga bisa rewel karena silau, karena  itu pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya. Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan fogging di rumah beberapa hari sebelum bayi hadir.  Tidak dianjurkan  menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi karena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi. Gunakan saja kain kelambu.

Demikian informasi tentang tips merawat bayi yang baru lahir, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Minggu, 25 Mei 2014

Sehat Negeriku! - IMBAUAN TENTANG MERS CoV

Sehat Negeriku! - IMBAUAN TENTANG MERS CoV


IMBAUAN TENTANG MERS CoV

Posted: 25 May 2014 03:36 PM PDT

Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan imformasi dan imbauan mengenai Middle East Resporatory Syndrome Coronavirus pada tanggal 9 Mei 2014.
Imbauan dan informasi ini ditujukan kepada petugas kesehatan danpelaku perjalanan.

Bagi petugas kesehatan:
Pencegahan dan pengendalian infeksi penting untuk mencegah kemungkinan penyebaran MERS-CoV di fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan yang merawat pasien suspek ataupun terkonfirmasi MERS-CoV harus melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memperkecil risiko penularan virus dari pasien yang terinfeksi MERS-CoV ke pasien lain, petugas kesehatan dan pengunjung. Petugas fasilitas kesehatan harus mendapatkan edukasi, pelatihan dan penyegaran keterampilan pencegahan dan pengendalian infeksi.

Panduan bagi pencegahan dan pengendalian infeksi:

http://www.who.int/csr/bioriskreduction/infection_control/publication/en/

http://who.int/csr/disease/coronavirus_infections/MERS_home_care.pdf?ua=1

Himbauan perjalanan untuk negara, petugas dan pelaku perjalanan
Himbauan berikut diberikan untuk menekan risiko penularan MERS-CoV pada pelaku perjalanan dan petugas-petugas yang terkait dengan perjalanan seperti operator trasnportasi, petugas pelabuhan darat dan udara, dan untuk meningkatkan kesadaran bagi pelaku perjalanan untuk melaporkan diri jika sakit:
- Memberi tahu kepada para calon pelaku atau pelaku perjalanan ke Timur Tengah bahwa penderita penyakit tertentu seperti diabetes, penyakit paru-paru kronis serta penyakit yang melemahkan kekebalan tubuh dapat meningkatkan risiko jatuh sakit, terutama tertular MERS-CoV, selama perjalanan;
- Menyebarkan informasi bagaimana waspada dan menjaga kesehatan kepada pelaku dan penyelenggara perjalanan sehingga dapat menekan risiko penularan berbagai penyakit termasuk flu dan diare. Informasi yang diberikan terutama untuk mencuci tangan dengan sabun dan air (saat tak terlihat kotor, cairan pembersih tangan dapat digunakan); menerapkan perilaku sadar keselamatan makanan seperti menghindari daging yang tidak matang atau makanan yang disiapkan di lingkungan dan dengan cara yang tidak bersih, mencuci buah dan sayur sebelum dimakan, dan memastikan menjaga kebersihan diri dan lingkungan;
- Menyebarkan informasi dan himbauan tentang tindakanyang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan pada seluruh pelaku perjalanan ke Timur Tengah bekerjasama dengan penyelenggara perjalanan dan sektor turisme, menempatkan informasi di lokasi strategis (misalnya di kantor penyelenggara perjalanan (travel agent) atau di pintu keberangkatan bandar udara). Menggunakan berbagai cara komunikasi seperti peringatan kesehatan di pesawat dan kapal laut, spanduk, pamflet, dan pengumuman radio di pinto masuk internasional. Himbauan kesehatan harus termasuk informasi terkini tentang MERS-CoV dan cara menghindari penyakit selama perjalanan.
- Menghimbau pelaku perjalanan yang menunjukan gejala penyakit pernafasan akut dengan demam dan batuk (cukup parah sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari) untuk: mengurangi kontak dengan orang lain untuk menghindarkan orang lain dari penularan; menutup mulut dan hidung dengan tisu jika batuk atau bersin lalu membuang tisu dan mencuci tangan, jika ini tak mungkin, tutup mulut dan hidung dengan lengan baju bagian atas, tapi tidak ke tangan; melapor ke petugas kesehatan sesegera mungkin.
- Menghimbau pada mereka yang kembali dari perjalanan ke Timur Tengah bahwa jika mereka sakit pernafasan akut dengan demam dan batuk (cukup parah sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari) selama 2 minggu setelah kembali, mereka harus memeriksakan diri ke dokter dan mengabari pada rumah sakit umum atau dinas kesehatan setempat;
- Menyarankan pada mereka yang kontak atau berdekatan dengan pelaku perjalanan yang mengalami sakit pernafasan akut dengan demam dan batuk (cukup parah sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari) dan mereka sendiri jika mengalaminya, untuk melaporkan keadaan ini kepada dinas kesehatan setempat agar dapat dipantau apakah menderita MERS-CoV;
- Memperingati petugas dan fasilitas kesehatan tentang adanya kemungkinan adanya penderita MERS-CoV di antara pelaku perjalan yang kembali dari Timur Tengah dengan penyakit pernafasan akut terutama dengan demam dan batuk dan penyakit pulmonary parenchymal (seperti pneumonia atau acute respiratory distress syndrome). Jika gejala klinis mengarahkan ke diagnosa MERS-CoV, harus dilakukan pemeriksaan laboratorium sesuai panduan WHO dan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. Petugas kesehatan harus diperingatkan tentang kemungkinan adanya gejala yang tidak umum pada pasien dengan gangguan kekebalan tubuh (immunocompromised).

Seperti ditetapkak IHR, negara harus memastikan bahwa upaya-upaya dilakukan untuk memeriksa pelaku perjalanan yang terdeteksi sakit di kendaraan (pesawat maupun kapal laut) dan di pintu masuk. Juga perlu diupayakan keamanan transportasi pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala MERS ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain untuk pemeriksaan dan perawatan. Jika pelaku perjalanan yang sakit berada di pesawat, dapat digunakan formulir lokasi penumpang. Formulir ini berguna untuk mengumpulkan informasi kontak dengan penumpang lain, yang dapat ditindaklanjuti jika diperlukan.

INFORMASI SEPUTAR MIDDLE EAST RESPIRATORY SYNDROME CORONAVIRUS (MERS‐COV)

Posted: 25 May 2014 03:31 PM PDT

Apakah Middle East respiratory syndrome (MERS)?
Middle East respiratory syndrome (MERS) adalah penyakit pernafasan yang disebabkan sebuah virus korona jenis baru (novel coronavirus) sehingga dinamai MERS‐CoV (Mei 2013). Penyakit ini pertama ditemukan di Arab Saudi tahun 2012. Virus Korona atau coronavirus adalah keluarga jenis virus yang bisa menyebabkan penyakit dari yang ringan seperti flu biasa hingga parah seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Daerah mana yang terjangkit MERS?
Negara-negara berikut telah melaporkan adanya kasus MERS di wilayahnya: Jordan, Kuwait, Oman, Qatar, Saudi Arabia, the United Arab Emirates, dan Yemen (Timur Tengah); Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Inggris (Eropa); Tunisia dan Mesir (Afrika); Malaysia dan Philippines (Asia); serta Amerika Serikat.

Virus tampaknya berjangkit luas di semenanjung Arab. Seluruh kasus yang dilaporkan dari luar Timur Tengah pertama terkena infeksi di Timur Tengah sebelum kemudian bepergian keluar dari wilayah tersebut. Kasus-kasus di luar Timur Tengah tampaknya tidak menulari orang di negara tujuan/asal. Tahun 2013, kasus di Perancis dan Inggris menampakan adanya penularan terbatas dari manusia ke manusia.

Informasi terakhir WHO tentang wabah bisa didapatkan dari http://www.who.int/csr/don/en/.

Apakah gejala MERS?
Gejala umum MERS adalah demam, batuk dan sesak. Pneumuonia (radang paru) dialami sebagian besar pasien. Gejala sakit perut (gastrointestinal) termasuk diare juga dilaporkan. Parahnya penyakit dapat menyebabkan pasien tak dapat bernafas sendiri (kegagalan pernafasan) sehingga memerlukan ventilator dan perawatan intensif. Beberapa pasien mengalami kegagalan organ seperti gagal ginjal, atau septic shock (menurunnya tekanan darah secara drastis). Sekitar 27% pasien MERS meninggal dunia. Virus ini dampaknya parah pada mereka dengan masalah kekebalan tubuh (kekebalan tubuh lemah/immunodeficiency), seperti kelompok lansia dan penderita penyakit kronis seperti diabetes, kanker dan penyakin paru-paru kronis.

Dapatkan seseorang terjangkit virus MERS tapi tidak sakit?
Ya. Pada sebagian orang, infeksi tak menimbulkan gejala. Mereka diketahui memiliki virus MERS dalam tubuh mereka saat menjalani tes MERS-CoV pada investigasi kontak (berada disekitar, bersentuhan langsung atau tak langsung; atau orang yang berada di sekitar atau secara langsung atau tak langsung bersentuhan dengan) pasien MERS.

Bagaimana seseorang terjangkit MERS?
Belum diketahui bagaimana seseorang bisa terjangkit MERS-CoV. Pada sebagian kasus, virus tampaknya menular dari orang yang terjangkit ke orang-orang terdekat di sekitarnya, seperti anggota keluarga, pasien dan petugas kesehatan. Baru-baru ini, terdapat peningkatan jumlah kasus terkait perawatan di fasilitas kesehatan. Pada beberapa pasien, sumber penularan tak dapat ditentukan. Mereka dapat saja tertular oleh hewan, manusia, atau sumber lain.

Apakah MERS menular?
Ya, tetapi tampaknya lingkup penularan sangat terbatas. Virus MERS diperkirakan tak dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lain, kecuali terjadi kontak sangat dekat, seperti pada petugas kesehatan yang merawat pasien tanpa perlengkapan perlindungan cukup. Telah ditemukan beberapa kluster (kelompok terjangkit) di fasilitas kesehatan, dimana tampaknya penularan antar manusia berlangsung efisien, terutama jika upaya pencegahan dan pengendalian infeksi tidak memadai. Sejauh ini, tak ditemukan penularan yang berkelanjutan/meluas (sustained community transmission).

Darimana sumber virus MERS – kelelawar, unta, atau hewan peliharaan di rumah?
Belum ada informasi lengkap untuk menyimpulkan sumber penularan. Strain (jenis) MERS-CoV yang sama dengan strain yang terdapat pada manusia didapatkan dari unta di Mesir, Qatar dan Arab Saudi. Beberapa studi menemukan antibodi MERS-CoV pada unta di Afrika dan Timur Tengah. Sekuens genetik (penelusuran gen) menunjukkan keterkaitan kuat antara virus yang ditemukan pada unta dan manusia. Terdapat juga kemungkinan hewan lain menjadi tempat berkembangnya virus. Dari penelitian pada kambing, sapi, domba, babi dan burung liar, tidak ditemukan antibodi MERS-CoV pada binatang-binatang tersebut. Dari penelitian yang ada disimpulkan bahwa unta kemungkinan besar merupakan sumber penularan kepada manusia.

Perlukan menghindari unta dan produk unta? Apakah aman mengunjungi peternakan, pasar dan pelelangan unta?
Sebagai tindakan umum pencegahan penyakit, siapapun yang mengunjungi peternakan, pasar, kandang dan berbagai tempat hewan harus melakukan tindakan menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh hewan, dan menghindari sentuhan dengan hewan sakit.

Konsumsi produk daging mentah ataupun kurang matang dan susu berisiko tinggi terkena berbagai kuman yang menyebabkan penyakit. Produk dari hewan harus dimasak agar aman dikonsumsi, serta harus diolah dengan cara yang benar supaya tidak menyebarkan kuman ke makanan mentah. Daging dan susu unta adalah produk bergizi yang aman dikonsumsi jika telah melalui proses pasteurisasi, dimasak, atau pemanasan lain.

Hingga MERS dapat dipahami lebih jauh, penderita diabetes, gagal ginjal, penyakit paru kronis dan berkekebalan tubuh lemah berisiko tinggi terjangkit MERS-CoV. Karenanya mereka harus menghindari kontak dengan unta, meminum susu atau urin mentah unta, dan memakan daging yang tak dimasak hingga matang betul.

Petugas jagal harus melakukan prosedur kebersihan (personal hygiene) mencakup sering mencuci tangan setelah menyentuh hewan, menggunakan penutup muka, dan mengenakan pakaian yang menutup seluruh bagian tubuh yang langsung diganti setelah pekerjaan selesai, dan dicuci setiap hari. Petugas jagal perlu melindungi keluarga mereka dari kotoran yang terbawa pada baju, sepatu atau perkakas lain yang kontak dengan unta atau kotoran unta. Hewan sakit tidak boleh disembelih untuk dimakan. Kita harus mencegah sentuhan langsung dengan hewan yang positif terjangkit MERS‐CoV.

Apakah ada vaksin MERS-CoV? Bagaimana pengobatannya?
Tidak ada vaksin atau pengobatan khusus yang telah ada. Perawatan bersifat pendukung kelangsungan hidup tergantung dari keadaan pasien.

Apakah petugas kesehatan berisiko tertular MERS‐CoV?
Ya. Penularan telah terjadi pada fasilitas kesehatan di beberapa negara, termasuk dari pasien ke petugas kesehatan. Seseorang tidak selalu dapat dengan mudah dan segera diketahui tertular MERS atau tanpa melalui pemeriksaan laboratorium karena gejala klinisnya sangat tidak khusus. Karenanya, petugas kesehatan perlu menerapkan standar kewaspadaan terhadap semua pasien. Waspada terhadap droplet (percikan ludah atau cairan tubuh lain) harus menjadi bagian standar kewaspadaan saat merawat pasien dengan gejala infeksi pernafasan akut. Pencegahan sentuhan dan pelindung mata harus dikenakan saat merawat kasus suspek ataupun yang telah pasti terjangkit MERS-CoV. Pencegahan penularan melalui udara (airborne precautions) harus diterapkan saat memberikan tindakan menggunakan aerosol (aerosol‐generating procedures).

Amankah bepergian ke Timur Tengah? Apakah WO menyarankan pembatasan perjalanan atau perdagangan dalam menghadapi virus ini?
WHO tidak menyarankan penerapan pembatasan perjalanan ataupun perdagangan ataupun pemindaian pada pintu masuk negara bagi MERS-CoV.

Apakah tindakan WHO menghadapi wabah MERS?
WHO bekerjasama dengan para dokter dan peneliti mengumpulkan dan berbagi bukti-bukti ilmiah untuk lebih memahami virus dan penyakit yang disebabkannya, serta untuk menentukan prioritas upaya tanggap wabah, strategi pengobatan, dan penata-laksanaan klinis. WHO bekerjasama dengan negara dimana terdapat kasus MERS-CoV beserta mitra teknis dan jejaring untuk mengkoordinasikan upaya tanggap global, termasuk dengan cara menyediakan informasi termuktahir, melakukan penilaian risiko dan penyelidikan bersama dengan pemerintah, menyelenggarakan pertemuan ilmiah dan menyusun panduan dan pelatihan bagi jajaran kesehatan di bidang surveilans, tes laboratorium, pencegahan dan pengendalian infeksi serta tindakan klinis.

Sesuai Peraturan Kesehatan Internasional (International Health Regulations) 2005, Direktur Jenderal WHO telah membentuk sebuah komite darurat untuk memberi masukan pada Direktur Jenderal tentang apakah wabah ini merupakan sebuah Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Internasional (Public Health Emergency of International Concern, disingkat PHEIC) dan tindakan kesehatan masyarakat apa yang perlu diambil. Komite ini berkumpul setiap diperlukan terutama jika terdapat perkembangan baru (http://who.int/ihr/ihr_ec_2013/en/).

Apa saran WHO?
Bagi negara:
WHO mendorong negara anggotanya untuk meningkatkan surveilans untuk infeksi saluran pernafasan akut parah (severe acute respiratory infections – SARI) dan menelaah dengan teliti pola yang tidak biasa dari kasus SARI atau pneumonia. WHO meminta negara-negara anggotanya untuk membagi informasi atau memverivikasi kasus terduga (probable) ataupun terkonfirmasi sebagai kasus MERS‐CoV. WHO juga mendorong negara-negara untuk meningkatkan pengetahuan tentang MERS dan memberikan informasi cukup kepada para pelancong atau penziarah.

Informasi identifikasi dan investigasi bisa didapatkan melalui tautan berikut:

http://www.who.int/csr/disease/coronavirus_infections/MERS_CoV_investigation_guideline_Jul13.pdf

Prosedur penanganan sampel laboratorium bisa didapatkan melalui tautan berikut:

http://www.who.int/csr/disease/coronavirus_infections/MERS_Lab_recos_16_Sept_2013.pdf?ua=1

Panduan untuk penatalaksanaan klinis bisa didapatkan melalui tautan berikut:
http://who.int/csr/disease/coronavirus_infections/InterimGuidance_ClinicalManagement_NovelCorona virus_11Feb13u.pdf?ua=1

Rabu, 21 Mei 2014

Sehat Negeriku! - RI Ajak Anggota Gerakan Non-Blok dan OKI Atasi Virus MERS

Sehat Negeriku! - RI Ajak Anggota Gerakan Non-Blok dan OKI Atasi Virus MERS


RI Ajak Anggota Gerakan Non-Blok dan OKI Atasi Virus MERS

Posted: 21 May 2014 05:36 PM PDT

Indonesia menilai ancaman virus korona MERS perlu ditanggulangi bersama, meskipun WHO saat ini belum menyatakan virus ini sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH dalam kapasitasnya selaku ketua para Menkes negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) saat menjadi pembicara tamu pada pertemuan para Dubes negara-negara OKI di Jenewa, Rabu (21 Mei 2014) waktu setempat, sebagaimana surat elektronik yang diterima Pusat Komunikasi Publik dari PTRI Jenewa.

“Pada tingkat domestik, pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah dalam rangka penanganan ancaman isu virus korona MERS tersebut,” terang Menkes.

Menurut Menkes, langkah-langkah itu antara lain dengan memperkuat kegiatan pemantauan, mengedarkan berbagai informasi dan pengumuman kepada masyarakat dan petugas kesehatan di seluruh tingkat.

“Di samping itu juga memperkuat kesiapan laboratorium, serta meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar seluruh pemangku kepentingan,” imbuh Menkes.

Pertemuan yang diprakarsai Indonesia tersebut diselenggarakan untuk memanfaatkan kehadiran para pejabat tinggi negara-negara OKI yang sedang menghadiri Sidang World Health Assembly ke-67 di kantor PBB, Jenewa, sekaligus bertukar pikiran mengenai upaya kerjasama penanganan ancaman virus korona MERS.

Menkes RI mengharapkan agar seluruh negara-negara anggota OKI dapat terus melakukan kerjasama dan koordinasi dalam rangka penanganan isu ini di masa-masa mendatang.

Beberapa Duta Besar OKI yang hadir pada acara ini antara lain adalah dari Tunisia, Palestina, Brunei, Thailand, Jordan, Malaysia, Iran, Libya, Bahrain, UAE, Turki, Saudi, Rusia, Afghanistan, Pakistan, dan Uganda.

Selain menjadi pembicara tamu pada acara OKI tersebut, Menkes menurut keterangan pers Sekretaris Pertama PTRI Jenewa Arsi D. Firdausy, sebelumnya juga telah menyampaikan pernyataan pada pertemuan para Menkes negara-negara GNB, Selasa (20 Mei 2014).

Di samping mengangkat isu virus MERS, beberapa isu lain yang diangkat oleh Menkes antara lain adalah isu keterkaitan iklim dengan kesehatan, penyakit-penyakit menular dan masalah polio.

Pada akhir pertemuan, para Menkes GNB mengesahkan sebuah deklarasi para Menkes Negara-negara GNB, di mana delegasi RI telah memasukkan satu paragraf khusus mengenai perlunya seluruh negara GNB bekerjasama dalam mengatasi ancaman polio sekaligus menjamin tersedianya vaksin polio dengan harga terjangkau dan efisien.

Menkes RI juga menjadi pembicara pada acara pengarahan teknis mengenai Regulasi Kesehatan Internasional bersama beberapa pembicara lainnya yaitu Dirjen WHO Dr. Margaret Chan, Menkes AS, Menkes Oman, Menkes Liberia dan Wamenkes Cina (19 Mei 2014).

Pada pertemuan ini Menkes menyampaikan berbagai capaian Indonesia dalam mengimplementasikan regulasi tersebut, sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menangani ancaman terjadinya penyebaran penyakit secara global.

Secara khusus juga disampaikan bahwa Indonesia telah memiliki Komisi Nasional Zoonosis, yang terdiri dari berbagai instansi pemerintah terkait dan merupakan focal point dari penanganan ancaman suatu pandemi.

Sidang World Health Assembly ke-67, yang saat ini sedang dihadiri Menkes RI serta para anggota delegasi RI lainnya dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, serta Badan POM, berlangsung selama lima hari, 19-24 Mei 2014.

Sidang ini merupakan pertemuan tahunan negara-negara anggota World Health Organization (WHO) serta merupakan badan pengambilan keputusan tertinggi di dalam struktur organisasi WHO.

RI Siap Hadapi MERS dan Dampak Perubahan Iklim Bagi Kesehatan

Posted: 21 May 2014 05:14 PM PDT

WHA 67_Speech_IMG_1129

Indonesia telah menerapkan strategi untuk menghadapi dampak perubahan iklim bagi kesehatan, juga virus MERS terutama menjelang pelaksanaan ibadah haji.

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH di depan sidang paripurna World Health Assembly (WHA) ke-67 di Gedung PBB Jenewa, Senin (19 Mei 2014) waktu setempat.

“Pemerintah RI telah menerapkan berbagai strategi, baik terkait langsung dengan sektor kesehatan maupun multisektoral, termasuk dengan mengintegrasikan penilaian risiko perubahan iklim ke dalam sistem pemantauan kesehatan,” ujar Menkes.

Sidang tahunan WHA ke-67, sebagai bagian dari Governing Bodies WHO yang beranggotakan seluruh negara-negara anggota WHO, akan berlangsung selama lima hari (19- 24 Mei 2014).

Sidang WHA ke-67 ini dipimpin Menkes Kuba Roberto Morales Ojeda, akan membahas berbagai isu kesehatan global yang menjadi perhatian bersama masyarakat internasional melalui tema utama The Link Between Climate Change and Health Hubungan antara Perubahan Iklim dan Kesehatan.

Selain menyampaikan pernyataan mengenai tema tersebut, Menkes RI juga menyampaikan berbagai pandangan Indonesia terkait berbagai isu kesehatan global, yang saat ini menjadi fokus perhatian masyarakat internasional.

Secara khusus Menkes dr. Nafsiah Mboi menyampaikan langkah-langkah Indonesia dalam mencegah kemungkinan bahaya yang diakibatkan oleh Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV), khususnya terkait pelaksanaan ibadah haji yang diikuti umat Islam dari Indonesia.

Menkes juga menekankan pentingnya masyarakat internasional untuk terus bekerjasama menangani isu penyakit menular, termasuk melalui kerjasama di dalam kerangka Pandemic Influenza Preparedness (PIP).

Terkait proses negosiasi Agenda Pembangunan Pasca 2015, Menkes mewakili Indonesia mendorong seluruh negara untuk terus berupaya agar isu kesehatan tetap dapat dimasukan ke dalam agenda pembangunan baru.

“Indonesia juga menekankan pentingnya implementasi jaminan kesehatan (Universal Health Coverage) sebagai indikator utama pelayanan kesehatan yang memadai,” tandas Menkes.

Sebelumnya, Menkes sebagaimana disampaikan Sekretaris Pertama PTRI Jenewa Arsi D. Firdausy, memaparkan bahwa situasi kesehatan penduduk Indonesia sangat ditentukan oleh letak geografis Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan.

“Berbagai situasi terkait iklim juga memiliki dampak langsung terhadap keadaan lingkungan serta situasi kesehatan masyarakat Indonesia,” pungkas Menkes.

Selain menyampaikan pernyataan pada sesi pleno, Menkes RI juga direncanakan akan berpartisipasi pada berbagai acara lain, diantaranya menjadi pembicara pada WHO Technical Briefing on the International Health Regulations.

Pertemuan para Menkes negara-negara GNB, pertemuan para Menkes negara-negara Foreign Policy and Global Health, serta melakukan berbagai pertemuan bilateral dengan berbagai pejabat negara lain dan organisasi internasional.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Informasi tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dapat menghubungi hotline Halo Kemkes 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id, www.jkn.depkes.go.id. dan alamat email kontak@depkes.go.id.