Rabu, 21 Mei 2014

[Artikel] Dua Makan Besar Lebih Baik daripada Enam Makan Kecil Bagi Penderita Diabetes

 

 

Dua Makan Besar Lebih Baik daripada Enam Makan Kecil Bagi Penderita Diabetes


'Nasi Lemak with Beef Curry - Laksa King AUD8.80' photo (c) 2009, Alpha - license: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/Penelitian yang diterbitkan di Diabetologia (jurnal dari Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes) menunjukkan bahwa dua kali makan besar lebih baik untuk mengendalikan berat badan dan gula darah pada penderita diabetes tipe 2 dibandingkan enam makan kecil sehari dengan total kalori yang sama.

Penelitian dilakukan oleh Dr Hana Kahleová dkk dari Diabetes Centre, Institute for Clinical and Experimental Medicine, Praha, Republik Ceko. Penelitian ini menilai 54 pasien (29 pria, 25 wanita) berusia 30-70 tahun dengan BMI 27-50 kg/m2 dan HbA1c 6-11,8 % (42-105 mmol / mol) yang menjalani pengobatan diabetes oral. Mereka diminta untuk mengikuti salah satu dari dua program diet kalori terbatas, masing-masing berisi 500 kalori kurang dari jumlah harian yang disarankan, yaitu sekitar 1.300 kalori untuk perempuan dan 1.900 untuk pria. Satu program diet berisi enam makan kecil (A6) dan satu program diet lainnya berisi dua makan besar yaitu sarapan dan makan siang (B2). Dalam penelitian ini para peserta dibagi menjadi dua kelompok masing-masing terdiri dari 27 pasien. Masing-masing kelompok menjalani salah satu dari kedua program diet selama 12 minggu, dan kemudian setelahnya berpindah ke program lain selama 12 minggu. Berat badan, kadar gula darah, kadar lemak hati, sensitivitas insulin dan fungsi sel beta pankreas yang memproduksi insulin dari para peserta diukur dengan menggunakan berbagai teknik dan pemodelan matematika.

Para peneliti menemukan penurunan berat badan di kedua program, lebih banyak pada B2 (3,7 kg) daripada A6 (2,3 kg). Kandungan lemak hati menurun lebih besar pada B2 (-0.04 %) dibandingkan A6 (-0.03 %). Kadar glukosa darah puasa dan C-peptida menurun pada kedua program, juga lebih besar pada B2. Glukagon darah puasa (hormon yang mengubah glikogen kembali menjadi glukosa) menurun pada program B2, tetapi meningkat pada A6. Sensitivitas insulin glukosa oral (OGIS) meningkat di kedua program, lebih besar pada B2. Tidak ada efek samping yang teramati pada kedua program.

Para penulis mengatakan, “Dengan hanya sarapan dan makan siang menurunkan berat badan, lemak hati, glukosa darah puasa, C-peptida dan glukagon, dan meningkatkan OGIS, lebih besar dibandingkan dengan pembatasan kalori yang sama tetapi dengan membagi makan menjadi enam kali. Hasil ini menunjukkan bahwa, untuk pasien diabetes tipe 2, diet kalori terbatas dengan sarapan dan makan siang porsi besar mungkin lebih menguntungkan daripada enam porsi makan kecil di siang hari.”

Mereka menambahkan, “strategi terapi baru harus mempertimbangkan tidak hanya kandungan energi dan makronutrien tetapi juga frekuensi dan waktu makan. Studi jangka panjang sangat diperlukan sebelum menawarkan rekomendasi mengenai frekuensi makan”.

———————–
Referensi: Hana Kahleová et al. “Eating two larger meals a day (breakfast and lunch) is more effective than six smaller meals in a reduced-energy regimen for patients with type 2 diabetes: a randomised crossover study”. Diabetologia, May 2014.

Artikel/Konsultasi Terkait

     

 


Sponsor message
powered byad choices

 


Sponsor message
powered byad choices



Email subscriptions powered by FeedBlitz, LLC, 365 Boston Post Rd, Suite 123, Sudbury, MA 01776, USA.

 

Selasa, 20 Mei 2014

Blog Dokter - 2 new articles

Click here to read this mailing online.

Your email updates, powered by FeedBlitz

 

 
Here are the latest updates for janetashop0.health@blogger.com


"Blog Dokter" - 2 new articles

  1. Hari Bhakti Dokter Indonesia
  2. Secuil Tentang MERS
  3. More Recent Articles
  4. Search Blog Dokter
  5. Prior Mailing Archive

Hari Bhakti Dokter Indonesia

Selamat Hari Bhakti Dokter Indonesia yang sekaligus Hari Kebangkitan Nasional. Dokter untuk Bangsa guna mewujudkan Indonesia sehat yang berdaulat Dirgahayu Dokter Indonesia Dibaca sebanyak 218 kali. Terima kasih.
    


Sponsor message
powered byad choices

Secuil Tentang MERS

Dibaca sebanyak 116 kali. Terima kasih.
    


Sponsor message
powered byad choices

More Recent Articles


Sponsor message
powered byad choices



 
Email subscriptions powered by FeedBlitz, LLC, 365 Boston Post Rd, Suite 123, Sudbury, MA 01776, USA.

 

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia

Dokter Sehat - Informasi Kesehatan Indonesia


Tips Agar Bisa Hamil Anak Kembar

Posted: 20 May 2014 11:46 AM PDT

DokterSehat.com – Banyak ibu hamil yang menginginkan bayi kembar, memang memiliki bayi kembar nampaknya sangat menyenangkan. Melihat si kembar begitu rukun dan bermain bersama, akan memberi keceriaan tersendiri bagi keluarga.

Namun memiliki anak kembar pun tidak gampang. Selain karena faktor genetika dan konsultasi dengan dokter fetilisasi, Anda juga bisa mencoba tips-tips berikut ini:

- Menikah dengan pria yang lahir kembar

Dipercaya bahwa jika salah satu atau kedua orang tuanya kembar, maka kemungkinan untuk melahirkan bayi kembar semakin besar.

- Mengonsumsi Ketela

Orang-orang suku Yaruba di Nigeria dilaporkan memiliki tingkat kelahiran kembar yang tinggi. Sebuah studi mengungkapkan bahwa konsumsi ketela yang tinggi dalam pola dietnya ikut berperan besar.

Ketela masuk dalam keluarga umbi-umbian, yang merupakan sumber fitoestrogen dan progesteron. Kehadiran bahan kimia ini dapat membantu hiper-ovulasi. Orang yang mengonsumsi ketela liar telah dilaporkan memiliki tingkat kelahiran kembar tinggi.

- Mengonsumsi olahan susu

Hasil penelitian dalam hal ini yang telah ditemukan adalah, jika Anda mengonsumsi olahan susu seperti keju dan yogurt, maka kemungkinan hamil bayi kembar menjadi lima kali lebih besar. Jadi, Anda dapat mencoba olahan-olahan susu ini agar memiliki bayi kembar.

- Mengonsumsi asam folat

Penelitian telah mengaitkan konsumsi asam folat dengan kelahiran kembar. Makanan seperti kacang-kacangan, bayam dan buat bit adalah makanan kesuburan yang baik karena kaya akan asam folat.

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim Australia menemukan bahwa kemungkinan memiliki anak kembar meningkat sebesar 40 persen pada wanita yang banyak mengonsumsi makanan atau suplemen asam folat ketika mencoba untuk hamil.

- Karbohidrat kompleks

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, kacang-kacangan dan sayuran adalah makanan yang sangat baik jika ingin mengalami kehamilan kembar. Nutrisi ini dapat meningkatkan ovulasi tanpa memicu kenaikan insulin.

- Tingkatkan berat badan

Hal ini juga telah diteliti, bahwa orang-orang yang tinggi lebih mungkin untuk hamil anak kembar. namun jangan khawatir, selain tinggi, Anda juga bisa menaikkan berat badan Anda. Karena untuk hamil anak kembar, Anda butuh energi yang banyak.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan agar dapat hamil anak kembar. Namun perlu diingat, jangan mengonsumsinya secara berlebihan agar kandungan Anda tidak terganggu. Ada baiknya juga Anda mengkonsultasikan seberapa banyak Anda boleh mengonsumsi hal-hal di atas kepada dokter.

Semoga bermanfaat bunda icon smile Tips Agar Bisa Hamil Anak Kembar

Cara Efektif Pengelolaan Diabetes lewat Program “4 Sehat 5 Teratur”

Posted: 15 May 2014 12:48 AM PDT

Menurut Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia dengan usia lebih dari usia 15 tahun yang mengidap diabetes adalah sebanyak 6,9%. Sementara, menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) pada tahun 2011 Indonesia telah memasuki epidemi Diabetes Mellitus tipe 2. Tingkat prevalensi diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta (2,5%), Sulawesi Utara (2,4%), dan Kalimantan Timur (2,3%) dengan kecenderungan pada wanita di perkotaan yang berusia 45 – 52 tahun.

Berlatar belakang dari fenomena diatas, untuk meminimalisir perkembangan epidemi Diabetes Melitus, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM) mengatakan bahwa, hal yang efektif dalam pengelolaaan diabetes adalah melalui program "4 Sehat 5 Teratur" yang bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya komplikasi.

4 Sehat 5 Teratur terdiri dari:

  1.  Edukasi diabetes, agar penderita diabetes terus mencari informasi dan mengetahui perkembangan diabetes, sehingga dapat memahami seluk beluk diabetes beserta cara pengendaliannya
  2. Melakukan aktivitas fisik secara teratur selama 3 sampai 4 kali dalam seminggu, selama 30 menit
  3. Pengaturan pola makan penderita diabetes perlu dijaga dengan konsumsi rendah gula dan tinggi serat agar gula darah menjadi seimbang
  4. Terapi obat atau insulin dengan anjuran dari dokter sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes, apakah memerlukan obat oral atau insulin?
  5. Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD) terstruktur yaitu pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu.

Jopie Leksmana, Business Unit Head Diabetes Care PT Roche Indonesia mengemukakan bahwa, PT. Roche Indonesia – Diabetes Care mendukung penuh terhadap program pemerintah "4 Sehat 5 Teratur" dengan turut mensosialisasikan pentingnya melakukan monitor gula darah secara rutin sehingga kadar gula darah dapat tetap terkontrol dengan baik dan diharapkan dapat menghindari terjadinya komplikasi diabetes berkelanjutan. Dengan sosialisasi program "4 Sehat 5 Teratur" ini diharapkan dalam jangka panjang dapat menekan pertambahan penderita Diabetes di Indonesia.

Sementara itu, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM), menyampaikan, saat ini kebiasaan dari mayoritas pengidap diabetes adalah tidak melakukan kontrol secara rutin, karena mereka menganggap asupan terapi obat yang dilakukan sehari-hari akan efektif secara terus menerus. Padahal perkembangan kadar gula darah seseorang secara berkala dapat berubah dalam kurun waktu tertentu, sehingga diperlukan SMGD terstruktur.

"SMGD terstruktur memiliki peran yang sangat penting bagi penderita diabetes, yaitu tidak hanya memantau kadar gula darah saja tetapi dapat memudahkan penderita maupun dokter dalam menyesuaikan asupan obat dan juga dapat membantu dalam program terapi pengelolaan diabetes. Sehingga kadar gula darah dalam tubuh dapat tetap terkontrol dengan baik untuk menghindari terjadinya komplikasi diabetes" jelasnya lebih lanjut.

Hal yang samapun disampaikan oleh Jopie Leksmana, Business Unit Head Diabetes Care PT. Roche Indonesia, melihat pertumbuhan diabetes di Indonesia semakin tinggi dan kesadaran masyarakat Indonesia khususnya penderita Diabetes untuk melakukan SMGD terstruktur secara rutin perlu ditingkatkan sehingga diharapkan terapi pengelolaan diabetes dapat lebih optimum lagi.

Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG) atau Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD)

Active Meter lama1 134x300 Cara Efektif Pengelolaan Diabetes lewat Program Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008, Swa-Monitoring Glukosa Darah juga disarankan bagi penderita diabetes tipe II, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun OAD (Oral Anti Diabetic). Tujuan dari Swa-Monitoring Glukosa Darah terstruktur supaya hasilnya bisa dibaca (interpretasi), sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat.

International Diabetes Federation (IDF) memiliki beberapa panduan bagi penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin untuk melakukan SMBG. SMBG sebaiknya dilakukan oleh penderita diabetes yang sudah diedukasi, SMBG harus dipertimbangkan sejak awal pasien baru terdiagnosa, SMBG harus dipertimbangkan sebagai bagian dari modul edukasi tentang kemampuan pengaturan pemantuan diabetes oleh masing-masing pasien, Pengaturan Jadwal dan frekuensi SMBG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, Sebelum dilakukan SMBG perlu adanya kesepakatan antara penderita diabetes dengan dokternya mengenai tujuan SMBG, Penggunaan SMBG membutuhkan prosedur yang mudah untuk memantau kinerja dan akurasi alat tes gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa jangka waktu ideal yaitu 2 – 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita diabetes, dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan. Tes kombinasi tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari SMBG yang dilakukan secara terstruktur.


Target hasil tes gula darah adalah:

  • Gula darah puasa / sebelum makan ? Dibawah 100 mg/dL
  • Gula darah setelah makan ? Dibawah 140 mg/dL


Tentang Accu–Chek®

Accu Chek Active 300x225 Cara Efektif Pengelolaan Diabetes lewat Program Accu–Chek® adalah alat monitor untuk mendeteksi kadar gula darah dalam tubuh bagi diabetesi dan non diabetesi yang dapat digunakan sehari – hari dimana saja dan kapan saja dengan hasil akhir akurat yang setara dengan hasil laboratorium. Accu–Chek® memiliki seperangkat alat yang berisi meter untuk menampilkan hasil, strip untuk mengukur kadar gula darah, dan softclix sebagai alat tembak dari jarum untuk mengeluarkan darah.

test1 300x262 Cara Efektif Pengelolaan Diabetes lewat Program Accu – Chek® memiliki beberapa keunggulan yaitu mampu menyimpan memori hingga 500 memori, memiliki alarm pengingat tes, tidak menimbulkan rasa nyeri, dan hasil tes dapat disimpan dan dipindahkan ke dalam perangkat komputer. Accu–Chek® sudah tersedia di Indonesia dengan beragam varian yaitu Accu–Chek® Active, Accu–Chek® Performa, dan Accu–Chek® Performa Nano.

Tentang PT. Roche Indonesia

PT. Roche Indonesia adalah afiliasi dari Roche Group sebagai perusahaan pelayanan kesehatan yang berpusat di Basel, Swiss. Roche menyediakan beragam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang berbeda – beda. Misi PT. Roche Indonesia adalah menciptakan nilai tambah dalam bidang perawatan kesehatan dengan fokus pada bidang yang menjadi keahliannya yaitu diagnostik dan farmasi.

Kolom Sehat

Kolom Sehat


4 Olahraga Murah Untuk Menurunkan Berat Badan Secara Mudah!

Posted: 19 May 2014 03:35 PM PDT

Tidak ada alasan dan cara yang lebih tepat untuk menurunkan berat badan secara sehat dan permanen kecuali dengan mengatur pola makan (diet) dan olahraga. Berolahraga pun juga harus diatur sedemikian...

baca di www.kolomsehat.com